duit kotor sudah bersih lagi, senyum terkembang lebar.

---In [email protected], <j.gedearka@...> wrote :

 

 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/02/073000726 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/02/073000726
 /senyum.jokowi.dan.konglomerat.yang.turun.gunung

 
 Senyum Jokowi dan Konglomerat yang Turun 
 Gunung Minggu, 2 Oktober 2016 | 07:30 WIB
 
 
 
 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/02/073000726/senyum.jokowi.dan.konglomerat.yang.turun.gunung#komentar
 
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/10/02/073000726/senyum.jokowi.dan.konglomerat.yang.turun.gunung#
 10365
 Shares


 Istimewa Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang berbincang dengan para pengusaha 
besar nasional.

 Terkait Komisi XI: Potensi Tax Amnesty dari UMKM Tinggi Bos BEI: Tebusan Tax 
Amnesty Hingga Akhir Periode Bisa Tembus Rp 150 Triliun Apindo Minta Ditjen 
Pajak Buka Layanan "Tax Amnesty" di Tanah Abang dan Mangga Dua Ini yang Diminta 
Pengusaha Setelah Program "Tax Amnesty" Berkat "Tax Amnesty", Pasar Modal 
Indonesia Kalahkan Singapura
 

 JAKARTA, KOMPAS.com — Periode pertama program pengampunan pajak atau tax 
amnesty sudah berakhir. Soal capaian, Presiden Joko Widodo tersenyum pada Jumat 
malam (30/09/2016).
 Sebelum tutup periode pertama tax amnesty, Presiden mengumumkan harta yang 
dilaporkan kepada negara dalam rangka tax amnesty sudah menembus Rp 3.500 
triliun.
 Presiden bahkan memastikan angka itu akan terus menanjak hingga penutupan 
pemberlakuan program tax amnesty pada 31 Maret 2017 mendatang.
 "Terima kasih kepada seluruh wajib pajak, dunia usaha, masyarakat, yang telah 
berpatisipasi dalam program tax amnesty," ujar Presiden di Kantor Pusat 
Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat malam.
 "Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh petugas pajak, aparat 
pajak yang dalam tiga bulan terakhir bekerja betul-betul dan sebulan terakhir 
ini kerja sampai tengah malam," ucap Jokowi.
 Sepekan sebelum senyum Presiden merekah di kantor pajak, pemerintah mengundang 
orang-orang superkaya Indonesia untuk makan malam di Istana Negara. Undangan 
makan malam itu tentu bukan tanpa maksud.
 Presiden meminta para konglomerat itu untuk ikut program tax amnesty yang 
banyak menuai pro dan kontra.
 Namun, permintaan itu tidak langsung diiyakan oleh para pengusaha. Pemilik 
Sriwijaya Air Chandra Lie  mengungkapkan, para pengusaha meminta pemerintah 
untuk memperpanjang tarif tebusan 2 persen tax amnesty hingga akhir 2016.
 Sayangnya, permintaan pengusaha juga tidak bisa dikabulkan pemerintah. Sebab, 
ketentuan tarif 2 persen sudah tertera sangat detail dalam Undang-Undang 
Pengampunan Pajak dan hanya berlaku sampai 30 September 2016.
 Dari salah satu foto yang dirilis oleh Kantor Sekretariat Kepresidenan, tampak 
Menteri Keuangan Sri Mulyani dikelilingi oleh para pengusaha besar di Indonesia 
di sela-sela makan malam itu.
 (Baca: Ketika Sri Mulyani "Dikepung" Para Konglomerat) 
 Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu rupanya melancarkan "rayuannya" untuk 
membujuk para konglomerat untuk ikut program tax amnesty.
 Akhirnya, pemerintah dan pengusaha mencapai titik temu. Tarif tebusan 2 persen 
tidak diperpanjang, tetapi pemerintah memberikan izin para pengasuha melengkapi 
berkas administrasi hingga akhir tahun sepanjang membayar tarif tebusan sebelum 
periode pertama berakhir.
 Pasca-makan malam itu, para konglomerat langsung turun gunung. Sejumlah 
konglomerat datang ke kantor pajak melaporkan hartanya dalam rangka tax amnesty 
secara terbuka kepada publik.
 Para konglomerat itu ialah bos Sriwijaya Air Chandra Lie, bos Bakrie, Aburizal 
Bakrie, bos Indofood Anthoni Salim dan Franky Welirang, bos Sinarmas Franky 
Widjaja, dan bos Alfamart Djoko Susanto.
 Saat memberikan pernyataan kepada wartawan, hampir semua konglomerat itu 
mengungkapkan bahwa keputusannya ikut tax amnesty sebagai tindak lanjut dari 
acara makan malam di Istana Negara.
 Sebelumnya, para konglomerat lainnya sudah mengikuti program tax amnesty 
sebelum pertemuan di Istana Negara, di antaranya bos Gemala Grup Sofyan 
Wanandi, bos Lippo Grup James Riyadi, bos Mahaka Grup Erick Thohir, dan bos 
Adaro Energy Garibaldi Thohir.
 Sri Mulyani sendiri mengapresiasi turun gunungnya para konglomerat tersebut. 
"Kalau masalah pajak turun gunung semuanya. Karena kalau enggak turun, saya 
yang datangi gunungnya," kata perempuan yang kerap disapa Ani itu sambil 
tersenyum.
 Kompas TV Total Aset Tax Amnesty Capai Rp 4.000 T
 
 


 Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Tax Amnesty
 Penulis : Yoga Sukmana Editor : Bambang Priyo Jatmiko
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 



Kirim email ke