Ahok memang masih tertinggi 31,4 persen, tetapi terlihat suara anti-Ahok yang 
lebih tinggi 40,4 persen. Disini Ahok terlihat masih "beruntung" karena kubu 
anti-Ahok terpecah dua, hal yang akan sangat berbeda kalau kelompok anti-Ahok 
tidak terpecah.
---Sementara itu, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful 
Hidayat masih kokoh berdiri dengan persentase 31,4 persen elektabilitas. Angka 
itu lebih tinggi dari indikator swing voters di angka 28,2 persen. ...
Jika dikalkulasikan, bergabungnya Anies-Sandi dan Agus-Sylvi akan memberikan 
angka persentase 40,4 persen yang artinya unggul dibandingkan dengan persentase 
Ahok-Djarot.
...
http://www.cnnindonesia.com/politik/20161004162656-32-163253/survei-singkat-lsi-elektabilitas-ahok-merosot-agus-terendah/
Survei Singkat LSI: Elektabilitas Ahok Merosot, Agus Terendah
Aulia Bintang Pratama, CNN IndonesiaSelasa, 04/10/2016 16:26 WIB   
   - Sebarkan:
    
   - 
    
   - 
    
   - 
Selfie bersama Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Agus 
Harimurti-Sylviana Murni, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (Dok. Akun Instagram 
@aniesbaswedan)Jakarta, CNN Indonesia -- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) 
mengeluarkan hasil survei terkait elektabilitas tiga calon gubernur dan wakil 
gubernur yang akan bertarung di Pilkada 2017 di DKI Jakarta. Dalam survei yang 
dilakukan selama lima hari, tingkat keterpilihan kandidat petahana Basuki 
Tjahaja Purnama (Ahok) terus merosot, adapun pasangan Agus Harimurti Yudhoyono 
dan Sylviana Murni masih berada di peringkat paling bawah.

LSI pimpinan Denny JA itu melakukan survei singkat, yaitu hanya lima hari 
dimulai dari 26 September 2016 dan berakhir pada 30 September 2016. Jumlah 
responden yang mengikuti survei adalah 440 responden yang tersebar di seluruh 
DKI Jakarta.

Metode yang digunakan yaitu multistage random sampling dan wawancara yang 
dilakukan secara tatap muka menggunakan kuisioner. Sementara margin of error 
yang ditetapkan dalam survei ini ada di angka 4,8 persen.

Berdasarkan keterangan pers, pasangan Agus-Sylvi mendapatkan elektabilitas 
sebesar 19,3 persen. Angka itu menjadi yang paling kecil, bahkan lebih kecil 
dibandingkan indikator swing voters. "Pasangan Agus dan Sylviana mendapatkan 
persentase 19,3 persen," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di Jakarta, Selasa 
(4/10).Tak hanya di ranah elektabilitas secara keseluruhan, di aspek distribusi 
pemilih pun Agus-Sylvi memiliki nilai paling rendah. Untuk pemilih perempuan, 
pasangan "baru" ini mendapatkan dukungan 19,1 persen dan oleh pemilih laki-laki 
di angka 19,5 persen.

Adjie menjelaskan, persentase Agus-Sylvi memang masih yang paling rendah. Namun 
begitu angkanya tak jauh berbeda dengan yang dimiliki oleh pasangan Anies 
Baswedan-Sandiaga Uno.

Dalam data tersebut, persentase elektabilitas yang dimiliki Anies-Sandi ada di 
angka 21,1 persen. Itu artinya perbedaan angka Anies-Sandi dan Agus-Sylvi hanya 
1,8 persen saja.

Sementara itu, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat 
masih kokoh berdiri dengan persentase 31,4 persen elektabilitas. Angka itu 
lebih tinggi dari indikator swing voters di angka 28,2 persen.

Namun, Adjie mengingatkan bahwa angka elektabilitas Ahok-Djarot belum bisa 
dikatakan sebagai posisi aman karena jika di Pilkada 2017 hasilnya seperti 
sekarang maka dipastikan akan ada putaran kedua untuk memilih pemimpin Jakarta 
untuk periode 2017-2022.

Apalagi ditambah fakta survei yang mengatakan elektabilitas Ahok seorang terus 
menurun dalam tujuh bulan terakhir. Saat survei dilakukan pada Maret 2016 
elektabilitas Ahok masih ada di angka 59,3 persen.

Namun angka itu menurun di survei Juli 2016 menjadi 49,1 persen dan semakin 
menurun di survei kali ini yang hanya berjumlah 31,4 persen saja. "Ahok ini 
kuat tapi tingkat elektabilitas dan kesukaannya terus menurun," ujar Adjie.

Seandainya Pilkada Jakarta berjalan dua putaran maka kemungkinan Ahok menderita 
kekalahan cukup tinggi karena ada kemungkinan pasangan calon lain akan bekerja 
sama untuk menjatuhkan sang petahana.

Jika dikalkulasikan, bergabungnya Anies-Sandi dan Agus-Sylvi akan memberikan 
angka persentase 40,4 persen yang artinya unggul dibandingkan dengan persentase 
Ahok-Djarot.

Seandainya persentase swing voter dibagi dua, untuk Ahok-Djarot dan non 
Ahok-Djarot, angka petahana tetap saja tak bisa mengalahkan pasangan lain yang 
menyatukan kekuatan. Oleh sebab itu LSI Denny JA memperingatkan agar 
Ahok-Djarot bisa memperbaiki citranya demi bisa memenangkan Pilkada 2017.

"Ahok tetap bisa menang jika melakukan gebrakan baru dan mengurangi sentimen 
anti-Ahok yang kian meluas," kata Adjie. (obs)


Kirim email ke