http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/hukum/16/10/04
/oei262361-tb-hasanuddin-pernyataan-panglima-tni-resahkan-publik
Selasa, 04 Oktober 2016, 08:44 WIB
TB Hasanuddin: Pernyataan Panglima
TNI Resahkan Publik
Rep: Eko Supriyadi/ Red: Ilham
Antara
Anggota Komisi I dari PDIP, TB Hasanuddin
Anggota Komisi I dari PDIP, TB Hasanuddin
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin
menilai, pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo terkait ketidakmampuan
Badan Intelijen Negara (BIN) dalam memetakan permasalahan keamanan dan
merumuskan antisipasi adanya kemungkinan ancaman dari pihak luar telah
meresahkan publik. Menurut dia, kekhawatiran Panglima TNI tentang
keamanan dan keselamatan Indonesia yang diekspos ke publik sungguh aneh.
''Karena bukankah Panglima TNI adalah orang yang bertanggung jawab
tehadap keamanan Indonesia? Pernyataan ini justru menimbulkan kecemasan
di masyarakat," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan pers, Selasa (03/10).
Menurut mantan Sekretaris Militer Presiden ini, kritik dan otokritik
terkait dengan keamanan negara sebaiknya disampaikan di internal
pemerintah saja, dan tak perlu diungkap ke publik. "Bicarakan saja di
internal pemerintah untuk mencari solusi yang terbaik," kata mantan
sekretaris militer ini.
Lagi pula, lanjut TB Hasanuddin, dalam UU no 34 Tahun 2004 tentang TNI
Bab IV tentang Peran, Fungsi, dan Tugas, sudah dijelaskan bahwa TNI juga
memiliki peran untuk menangkal ancaman dari luar. Karena itulah, TNI
dilengkapi dengan sebuah badan intelijen yang bernama BAIS (Badan
Intelijen Strategis). Badan ini bertanggung jawab langsung kepada
Panglima TNI.
"Dalam UU TNI Pasal 6 ayat a, dijelaskan bahwa TNI bertanggung jawab
menangkal setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar
dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan
bangsa," ungkap TB Hasanuddin.
Sebagaimana diketahui, dalam sebuah wawancara dengan majalah mingguan,
Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan, dirinya sejak berpangkat
Kolonel, BIN dan BAIS sudah tak pernah lagi menyampaikan rumusan tentang
ancaman bangsa Indonesia. "Saya adalah orang yang sangat khawatir
tentang kondisi negara kita. Khawatir karena secara tidak sengaja yang
saya lakukan adalah protes terhadap hal-hal yang dilakukan pada saat
saya masih kolonel. Sebuah negara harusnya punya rencana kontinjensi
(cadangan)," ujar Gatot.
Bahkan, kata Gatot, tidak ada satu institusi pun di negeri ini yang
menyampaikan ancaman bangsa ini. "Sampai sekarang. Harusnya yang
merumuskan ancaman terhadap negara /kan/ BIN," ucap Gatot.