Sekedar untuk diketahui, siapa Foke yang dipuja-puji oleh Anies
Basw-EDAN.....!
Foke Minta Doa Restu
Soeharto
Sabtu, 13 Oktober 2007, 13:34:51 WIB
Laporan: Sugihono
Jakarta, myRMnews. Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta
yang baru dilantik ternyata menyempatkan pula untuk hadir pada acara
open
house Lebaran yang digelar Soeharto di kediaman penguasa Orde Baru di
Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10).
Fauzi
mengaku kedatangannya ke Cendana untuk meminta doa restu dari Presiden
ke-2 RI
sebagai orangtua dan sekaligus mengatakan dirinya telah mulai bekerja
sebagai
Gubernur DKI yang baru.
“Dan saat itu Pak
Harto menjawab ia sendiri sudah mengetahui hal itu karena ia mengikuti
perkembangan (pilkada DKI) secara langsung dan terus menerus,” ujarnya.
mak
kirim ke teman
<file:///E:/Foke%20Minta%20Doa%20Restu%20Soehart1.docx?pilih=teman&id=44810>
print <file:///E:/cetak.php?id=44810>
------ Original Message ------
From: "kh djie [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To: "Gelora45" <[email protected]>; "Hsin Hui Lin"
<[email protected]>
Sent: Tuesday, 4 Oct, 2016 At 7:17 PM
Subject: Re: Trs: [GELORA45] Fw: Anies Baswedan Bilang Sungai Bersih
Karena Foke, Google pun Heran
Apa benar, Aneis ketangkap basah sedang membersihkan sungai......?
2016-10-04 9:52 GMT+02:00 Hsin Hui Lin [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> >:
Anies ketangkap basah???
On Oct 4, 2016 9:33 AM, "Chalik Hamid [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]" <[email protected]
<mailto:[email protected]> > wrote:
>
> Pepatah mengatakan: Dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung".
Sekarang Anies Baswedan berpijak di bumi Gerindra, maka ia pun
menjunjung langit Gerindra. Dulu ia menyumpahserapahi Gerindra. Bunglon
selalu berubah warna, sesuai dengan warna tempat hinggap.
>
>
> Pada Selasa, 4 Oktober 2016 3:11, "'Chan CT' [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]" <[email protected]
<mailto:[email protected]> > menulis:
>
>
>
> Sungai-sungai di Jakarta Sekarang, ...
http://www.gelora45.com/news/JakartaYangAmburadulJadiRapih.pdf
<http://www.gelora45.com/news/JakartaYangAmburadulJadiRapih.pdf>
>
>
> From: B.DORPI P.
> Sent: Tuesday, October 4, 2016 6:39 AM
>
>
>
>
>
http://www.kompasiana.com/danielht/anies-baswedan-bilang-sungai-bersih-karena-foke-google-pun-heran_57f29c2a947e613613aa1cc7
<http://www.kompasiana.com/danielht/anies-baswedan-bilang-sungai-bersih-karena-foke-google-pun-heran_57f29c2a947e613613aa1cc7>
>
>
> 04 Oktober 2016 00:58:02
> Diperbarui: 04 Oktober 2016 01:18:39
>
> Anies Baswedan Bilang Sungai Bersih Karena Foke, Google pun Heran
>
>
> Anies Baswedan Bilang Sungai Bersih Karena Foke, Google pun Heran
(hello-pet.com <http://hello-pet.com> ) Pernyataan calon gubernur DKI
Jakarta Anies Baswedan dari kubu Gerindra-PKS bahwa sungai-sungai di
Jakarta yang dulunya menjadi lautan sampah dan berbau busuk, kini
bersih, bening, asri, tak berbau lagi, itu semua berkat jasa dari Fauzi
Bowo alias Foke, karena dialah sang perancangnya, sedangkan Gubernur
Ahok hanya melaksanakannya, membuat publik terheran-heran.
>
> Kok bisa Anies bicara begitu, ya? Karena selama ini Anies Baswedan
dalam berbagai pernyataannya selalu terdengar bijaksana, menghargai
prestasi orang lain, dan sebagainya, tetapi begitu bersekutu dengan kubu
Gerindra-PKS – yang pernah dituduh sebagai proxy dari beberapa mafia,
terutama mafia migas (Muhammad Reza) –, saat terjun di dunia nyata
politik, Anies langsung berubah 180 derajat.
>
> Salah satu buktinya adalah tentang pernyataannya yang begitu saja
menafikan prestasi Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta yang sekarang dalam
membuat dan menjalankan program pembersihan sungai-sungai di Jakarta
itu.
>
> Meme dan status Denny Siregar jadi viral. Sebuah sindiran untuk
Anies Baswedan yang tajam dan bikin ngakak, Sabtu (1/10/2016). Foto di
atas meme dan cuplikan-cuplikan tulisan sindirannya.
>
> Semua orang tahu, kecuali mereka yang kurang pengetahuannya, atau
mereka yang membutakan mata hatinya karena terlalu membenci atau dengki
kepada Ahok, bahwa berkat program kerja Ahok yang diberi nama Pelayanan
Terpadu Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dengan petugas pelaksana dari
Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan-lah yang membuat
sungai-sungai di Jakarta yang dahulu tak diharapkan bisa bersih lagi
karena begitu terlalu banyaknya sampah (sampai menutup permukaan
sungai), bisa menjadi bersih, bening, asri, seperti sekarang ini, dan
yang masih terus terprogres. Untuk menjaga kesinambungan kebersihan
sungai, Ahok juga mengadakan sistem yang terintegrasi dengan seluruh
sungai di Jakarta dengan program yang dinamakan Jakarta Smart City .
> Dengan program ini kebersihan sungai dapat terus diawasi.
>
> Demikian juga dengan jalanan-jalanan di Jakarta yang kini bersih dan
bebas debu, itu karena Pemprov DKI Jakarta (di bawah kepimpinan Ahok)
memperbanyak pengadaan street sweeper (mesin penyapu jalan) untuk
membersihkan jalan dan menyedot debu secara masksimal, bukan merupakan
gagasan Foke.
>
> Ahok juga tidak menepuk dada mengakui semua itu berkat jasanya
semata, tetapi mengapresiasi kerja keras anak buahnya di UPK Badan Air
Dinas kebersihan atau yang biasa disebut juga dengan “Pasukan Oranye”
itu.
>
> Ahok berkata: “"Pak Anies, mungkin karena dia bukan petahana dia
enggak ngerti, bahwa yang membersihkan dan menjaga sungai itu karena
kami buat program PPSU dan petugas UPK Badan Air Dinas Kebersihan,
mereka yang tungguin (mengawasi sungai)."
>
> Anies berkata, kebersihan sungai-sungai di Jakarta bersih itu
merupakan jasa Foke, yang merupakan inisiator utamanya dengan program
Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI), Ahok hanya
melaksanakannya, yang telah dibantah Ahok dengan penjelasan tersebut di
atas.
>
> Justru yang sebetulnya merupakan bagian dari program JEDI adalah
penertiban-penertiban yang diikuti dengan relokasi warga ke
rusunawa-rusunawa, termasuk di dalamnya penertiban terhadap pemukiman
liar di Pasar Ikan dan Bukit Duri.
>
> Berdasarkan program dari JEDI tersebut, semua pemukiman liar di
bantaran-bantaran sungai itu harus ditertibkan, penghuninya direlokasi,
setelah itu dilanjutkan dengan pekerjaan pengerukan, memperdalam, dan
memeperlebar sungai-sungai tersebut.
>
> Kenyataannya justru progarm JEDI yang dipuji Anies Baswedan itu yang
karena minimnya pengetahuannya malah dikecam, dan dijadikan bahan untuk
memojokkan Ahok.
>
> Anies mencampuradukan program pembersihan sungai dari Pemprov DKI
Jakarta (Ahok) dengan program JEDI yang menyangkut pengurukan,
memperdalam, dan memperlebar sungai-sungai di Jakarta.
> Secara singkat, dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Jakarta
Emergency Dredging Initiative, (JEDI) adalah proyek Bank Dunia yang
bertugas untuk membenahi sistem drainase di Jakarta, yang dibayai dari
dana Bank Dunia dengan perkiraan total biaya proyek sebesar 135.500.000
dollar AS.
>
> Tujuan dari proyek JEDI adalah mengurangi dampak banjir tahunan di
DKI melalui rehabilitasi dan pengerukanfloodways, saluran air dan
cekungan retensi, sesuai dengan standar praktik internasional.
>
> Memberikan keahlian teknis melalui pelatihan untuk memperkuat
kapasitas pemerintah DKI untuk mengoperasikan dan memelihara sistem
pengendalian banjir, sesuai dengan standar internasional.
>
> Secara umum, JEDI mencakup perbaikan sungai, waduk dan situ di
sekitar kawasan Jakarta . Sedikitnya 13 sungai harus dikeruk, waduk
maupun situ yang telah dangkal juga akan dikuras, diperdalam
(Wikipedia).
>
> Pengerukan sungai Ciliwung di Bukit Duri, bagian dari program JEDI,
yang justru dikecam Anies Baswedan kepada Ahok (suara.com
<http://suara.com> ) Ironisnya, justru program kerja yang akan
dilaksanakan Anies Baswedan jika ia terpilih sebagai gubernur,
bertentangan dengan program JEDI tersebut, dan berpotensi besar
mengembalikan Jakarta menjadi amburl-adul, kumuh, seperti sebelum ditata
Ahok.
>
> Baru-baru ini Anies telah menandatangani kontrak politik dengan
warga Kampung Tanah Merah, Jakarta Utara, yang isinya antara lain: tidak
akan ada penggusuran terhadap pemukiman ilegal, termasuk yang di
bantaran sungai, mereka cuma akan ditata ulang pembungan rumah-rumahnya,
bahkan yang sudah tinggal minimal 20 tahun akan disertifikasi tanahnya
dengan hak milik, dan akan memperbolehkan becak kembali ada lagi di DKI
Jakarta!
>
> Apa yang sudah ditata dengan sedemikian baik oleh Ahok akan
dikembalikan Anies menjadi seperti sebelum ditata. Program kerja dan
kontrak politik Anies ini justru berpotensi besar "menghancurkan Jakarta
"!
>
> Ironisnya, justru program kerja yang akan dilaksanakan Anies
Baswedan jika ia terpilih sebagai gubernur, bertentangan dengan program
JEDI tersebut, dan berpotensi besar mengembalikan Jakarta menjadi
amburl-adul, kumuh, seperti sebelum ditata Ahok.
>
>
> Maka tak heranlah ketika banyak orang pun terheran-heran dengan
pernyataan Anies Baswedan yang seolah-olah hendak menisbikan peran Ahok
dalam pembersihan sungai-sungai di Jakarta dari lautan sampah tersebut.
>
> Bukan hanya manusia yang heran, mesin pencari raksasa yang bernama
Google pun sampai terheran-heran, bingung, ketika ditanyakan apakah
benar sungai-sungai di Jakarta itu bersih karena Foke.
>
> Tulislah kata kunci seperti yang dinyatakan Anies Baswedan: “sungai
bersih karena Foke”, maka Google pun dengan bingung bertanya balik
kepada kita: “Did you mean: sungai bersih karena Ahok?”
>
> Bukan hanya sungai, cobalah bertanya kepada Oom Google, dengan
mengetik kata kunci: “ Jakarta bersih karena Foke,” maka Oom Google akan
mengajukan pertanyaan balik yang sama kepada kita: “Did you mean:
Jakarta bersih karena Ahok?”
>
> Maaf, Oom Google, bukan saya yang bermaksud mau bilang begitu,
tetapi itu, loh, cagub Anies Baswedan.
>
> *****
>
> Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/danielht/anies-baswedan-bilang-sungai-bersih-karena-foke-google-pun-heran_57f29c2a947e613613aa1cc7
<http://www.kompasiana.com/danielht/anies-baswedan-bilang-sungai-bersih-karena-foke-google-pun-heran_57f29c2a947e613613aa1cc7>
>
>
>
>
>
>
>
>
>