res : Sang syukur, di Jepang tidak surat tiga menteri dan organisasi Kometo 
tidak agresif seperti MUI dan FPI & Co di NKRI.

http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/10/05/oejulf301-bertahuntahun-ngontrak-muslim-indonesia-berhasil-miliki-masjid-di-jepang

Rabu, 05 Oktober 2016, 07:56 WIB
Bertahun-Tahun Ngontrak, Muslim Indonesia Berhasil Miliki Masjid di Jepang
Rep: mabruroh/ Red: Damanhuri Zuhri
Irssm.org 
 
Umat Islam melaksanakan shalat di Masjid di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, CHIBA -- Komunitas Muslim Indonesia di Chiba, Jepang, manangis 
terharu pascahasil penggalangan dana mereka berhasil melunasi harga sebuah 
masjid. Masjid yang selama bertahan-tahun hanya disewa sebagai tempat ibadah 
kini resmi menjadi masjid milik muslim Indonesia di Chiba.

Anggota Chiba Islamic Culture Centre (CICC) Dian Mertani mengatakan dana yang 
terkumpul melalui situs kitabisa.com mencapai Rp 3,1 miliar dari 7.300 donatur. 
Keajaiban Allah dana tersebut terkumpul tepat sehari sebelum batas waktu 
pelunasan yang diberikan pihak gedung. 

"Awalnya, jika tidak dilunasi maka DP yang sudah dibayarkan akan hangus, 
alhamdulillah akhirnya bisa lunas. Terima kasih dan kami juga menangis bahkan 
sujud syukur saat mendengar kabar gembira ini," ujar Dian saat berbagi cerita 
melalui siaran pers di Jakarta (4/10).

Dian juga bercerita masjid tersebut nantinya bukan saja akan dinikmati anggota 
CICC, namun juga akan dinikmati umat muslim lainnya. Seperti dari negara 
tetangga Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Ughyur, dan Arab Saudi. "Mayoritas di 
antara mereka adalah mahasiswa S1 sampai S3, kemudian ada juga karyawan dan ibu 
rumah tangga," terang Dian. 

Dia juga bercerita betapa memiliki masjid sendiri di negara lain adalah 
menyimpan rasa haru tersendiri. Mereka yang sebelumnya harus menyewa selama 
bertahun-tahun mulai saat ini bebas menggunakan masjid tersebut. 

Selain melakukan penggalangan dana melalui situs kitabisa.com ternyata 
teman-teman CICC juga menyebarkan poster dan berkeliling membawa kotak donasi. 
"Bahkan kita juga mendapatkan pinjaman dari berapa dermawan dan terkumpul Rp 
6,6 miliar," ujarnya.

Ditambahkan Alfatih Timur, penggalangan dana yang juga di post pada Facebook 
telah menjadi viral. Dirinya juga tidak menyangka penggalangan dana tersebut 
mendapatkan sambutan baik oleh puluhan ribu netizen.

"Postingan ini telah menjangkau jutaan audience yang akhirnya menjadi donatur. 
Selain memecahkan rekor sebagai campaign terbesar di website Kitabisa, kami 
juga sangat terharu karena ini adalah gotong royong manusia dari lintas suku, 
ras, negara hingga agama,” ujar Alfatih menerangkan. 

Kirim email ke