http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/10/04/oeikbq301-mui-terima-pengunduran-diri-dan-copot-marwah-daud-ibrahim

Selasa, 04 Oktober 2016, 15:16 WIB
MUI Terima Pengunduran Diri dan Copot Marwah Daud Ibrahim
Rep: Amri Amrullah/ Red: Damanhuri Zuhri
Republika 
 
Marwah Daud Ibrahim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) per Selasa (4/10), 
resmi memberhentikan kepengurusan Marwah Daud Ibrahim sebagai Ketua Komisi MUI 
bidang Perempuan, Remaja dan  Keluarga.

Pemberhentian ini terkait keterlibatan Marwah Daud sebagai Ketua Yayasan 
Padepokan Dimas Taat Pribadi, yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam.

Ketua Umum MUI pusat, KH. Ma'ruf Amin mengatakan Marwah Daud telah mengundurkan 
diri per Senin (3/10) kemarin, tapi baru hari ini MUI terima.

"Doktor Marwah Daud sudah menyatakan pengunduran dirinya dari kepengurusan 
Ketua Komisi MUI bidang perempuan, Remaja dan Keluarga," ungkap Kiai Ma'ruf 
kepada wartawan di kantor MUI pusat, Jakarta, Selasa (4/10).

Wakil Sekjen MUI, Najamuddin Ramly menambahkan pengunduran diri Dr Marwah Daud 
per Senin, dan Selasa ini dirapatkan dan sudah diputuskan tidak lagi menjabat 
dan menjadi anggota MUI. 

Dengan demikian kami tidak ada hubungan lagi dengan Marwah Daud Ibrahim. 
"Apapun tindakan dan keyakinannya itu bersifat pribadi, termasuk keyakinannya 
pada Kanjeng Dimas Pribadi," ujar Najamuddin.

MUI akan menanyakan kenapa Ibu Marwah sebagai intelektual dan cendikiawan 
tertarik, karena logikanya tidak masuk akal. Menurutnya bisa tertarik bisa jadi 
karena perbuatan sihir dan nujum. "Ibu Marwah diperlihatkan trik-triknya Dimas 
seolah olah asli dan tidak ditunjukkan ke orang lain," katanya.

Najamuddin menegaskan MUI akan bersikap tegas, walaupun Dr Marwah tidak 
mengundurkan diri. Bila ia tetap ingin menjadi Ketua Yayasan Dimas Taat 
Pribadi, tapi tidak mengundurkan diri, maka akan tetap melakukan pemecatan 
terhadap yang bersangkutan karena menyimpang dari akidah. 

Ketua MUI bidang Perempuan, Remaja dan Keluarga Prof Amany Lubis menegaskan 
pihaknya akan segera berkonsultasi internal untuk membahas siapa pengganti Dr 
Marwah di Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga.

"Karena keputusannya baru hari ini, maka belum diputuskan siapa penggantinya," 
ungkap Prof Amany Lubis kepada Republika.co.id

Kirim email ke