res :  Kemenag bikin simposium untuk perluas jaringan penindasan terhadap agama 
minoritas?

http://www.antaranews.com/berita/588579/kemenag-simposium-internasional-kehidupan-keagamaan-perluas-jaringan


Kemenag: Simposium internasional kehidupan keagamaan perluas jaringan
Rabu, 5 Oktober 2016 19:32 WIB | 1.244 Views
Pewarta: Anom Prihantoro
 
Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin (kemenag.go.id)

Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin 
mengatakan Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan dapat memperluas 
jaringan dalam mengembangkan pengetahuan tentang keragaman di tengah masyarakat.

"Jaringan ini dapat turut memperluas semangat harmoni dalam keberagaman agama 
di berbagai penjuru dunia," kata Amin dalam sambutannya di acara pembukaan 
Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan di Jakarta, Rabu.

Amin yang mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutan tersebut 
berharap hadirin peserta simposium antarnegara itu dapat memberi kontribusi 
untuk masukan Kemenag dalam mewujudkan visi Presiden Joko Widodo dalam 
memperteguh kebhinekaan Indonesia.

Untuk itu, dia berharap perserta simposium antarnegara yang terdiri dari 
peneliti, akademisi dan aktivis sosial dapat memberi masukan bagi pemerintah 
terkait banyaknya persoalan keagamaan.

Simposium internasional itu digelar di Jakarta pada 5-7 Oktober 2016 dan 
diikuti peserta dari 20 negara seperti Australia, India, Singapura, Malaysia, 
Kamboja, Taiwan, Mesir, Amerika Serikat dan lainnya.

Amin mengatakan Indonesia semakin terbuka terhadap keragaman. Terlebih, 
Indonesia sejatinya menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama 
dan beribadah menurut agamanya.

Kendati kebebasan dijamin, lanjut dia, tetapi tetap ada batas yaitu kerangka 
menjaga harmoni di Indonesia. Artinya, kebebasan beragama harus mengedepankan 
keselarasan dan menghindari terciptanya perselisihan atau konflik intern dan 
antarumat beragama.

Untuk itu, kata dia, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak untuk 
mencampuri aktivitas beragama warganya. Akan tetapi, pemerintah memposisikan 
diri untuk mendorong masyarakat agar berkontribusi dalam merawat keberagaman 
dan menjaga harmoni. 

Editor: Ruslan Burhani

Kirim email ke