res : Asing yang mana? Asing itu dari Timur sampai ke Barat dan dari kutub 
utara sampai ke kutub selatan, jadi sangat luas. Harus dipahami bahwa untuk 
menyembuhkan seorang pasien harus diketahui dengan tepat penyakitnya apa di 
bahagian tubuh yang mana? Menurut berita beberapa waktu silam dikatakan bahwa 
di Jawa Timur ada kurang lebih 10 juta simpatisan paham radikal. Di kota Solo 
dimana Jokowi pernah menjadi walikota, disana beberapa waktu lalu orang 
bebrbaris-baris dengan bebas pakai bendera Daesh (ISIS).Di Jakarta juga tidak 
ketinggalan yang condong radikal  sering demo dengan ribuan orang. 

http://www.antaranews.com/berita/588568/bnpt-kelompok-anti-pancasila-disponsori-kepentingan-asing


BNPT: kelompok anti Pancasila disponsori kepentingan asing
Rabu, 5 Oktober 2016 18:55 WIB | 1.284 Views
Pewarta: Sigit Pinardi 
 
Ilustrasi: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aktivis Mahasiswa Salatiga 
melakukan aksi tolak ajaran radikalisme dan terorisme di Salatiga, Jawa Tengah, 
Kamis (21/7/2016).(ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta (ANTARA News) - Staf Ahli BNPT Dr Suhardi Somomoeljono mengatakan bahwa 
kelompok yang cenderung secara ekstrem anti terhadap Pancasila serta melawannya 
dengan cara-cara kekerasan dengan modus terorisme disponsori oleh kepentingan 
asing.

Ia menilai pandangan kelompok tertentu, utamanya kelompok yang ingin memecah 
belah NKRI, bersifat sepihak dan sejak awal berasumsi negatif terhadap 
Pancasila.

"Makanya kelompok-kelompok seperti ini harus diwaspadai dan diberikan 
pemahaman. Kalau tidak bisa diberikan pemahaman, tentu ada konsekuensi hukum 
demi keutuhan NKRI," kata Suhardi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kelompok radikal anti Pancasila berbahaya karena menghalalkan 
segala macam cara untuk mencapai tujuannya seperti yang dilakukan para pelaku 
terorisme selama ini.

Ia mengatakan Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Bahkan dua 
tokoh Islam, yakni Wahid Hasyim dari NU dan Kahar Muzakkir dari Muhammadiyah, 
turut menandatangani Piagam Jakarta yang menjadikan Pancasila sebagai landasan 
dan dasar negara.

"Jika ada kelompok-kelompok atau orang yang masih berpandangan bahwa Pancasila 
itu bertentangan dengan Islam apalagi diidentikkan sebagai dengan berhala dan 
kafir, itu jelas salah," kata Suhardi

Oleh karena itu, Suhardi menekankan pentingnya program deradikalisasi kepada 
masyarakat, tidak hanya kepada orang atau kelompok yang sudah terkontaminasi 
paham radikal.

"Agar tidak mudah terprovokasi oleh ideologi-ideologi yang mengarah ke 
radikalisme dan terorisme," kata Suhardi yang juga praktisi hukum ini.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman tentang ideologi Pancasila diberikan 
kepada generasi muda karena mereka merupakan sasaran utama propaganda kaum 
radikal teroris. 

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kirim email ke