http://nasional.kompas.com/read/2016/10/06/22032911/
rachmawati.indonesia.mundur.dari.cita-cita.pendiri.bangsa
Rachmawati: Indonesia Mundur dari Cita-cita
Pendiri Bangsa
Kamis, 6 Oktober 2016 | 22:03 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/06/22032911/rachmawati.indonesia.mundur.dari.cita-cita.pendiri.bangsa#komentar>
*
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/06/22032911/rachmawati.indonesia.mundur.dari.cita-cita.pendiri.bangsa#>
1033
Shares
Jarot Pendiri Yayasan Bung Karno dan Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS),
Rachmawati Soekarnoputri saat menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang
Ilmu Politik dari Universitas Kim Il Sung, Korea Utara di Hotel Park
Line, Jakarta, Kamis (6/10/2016).
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Pendiri Yayasan Bung Karno dan Yayasan
Pendidikan Soekarno (YPS), Rachmawati Soekarnoputri menilai Indonesia
mundur dari cita-cita pendiri bangsa melawan neo kolonialisme dan
imperialisme.
Putri Presiden pertama RI Soekarno itu berpendapat, Indonesia saat ini
terperangkap dalam jebakan konstitusi berbau liberalisme. Sehingga, pola
suksesi kepemimpinan di Indonesia bersifat transaksional.
"Pola suksesi yang dilahirkan ideologi kapitalisme ini bersifat sangat
transaksional," ujar Rachmawati usai menerima gelar Doktor Honoris Causa
bidang Ilmu Politik dari Universitas Kim Il Sung, Korea Utara di Hotel
Park Line, Jakarta, Kamis (6/10/2016).
(Baca: Rachmawati: Gelar Doktor Honoris Causa Tindak Lanjut Persahabatan
Soekarno dan Kim Il Sung
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/06/19312581/rachmawati.gelar.doktor.honoris.causa.tindak.lanjut.persahabatan.soekarno.dan.kim.il.sung.>)
Menurut Rachmawati, berkembangnya ideologi kapitalisme ini ditandai
dengan maraknya kasus korupsi. Kapitalisme, kata kakak kandung Megawati
Soekarnoputri <http://nasional.kompas.com/tag/Megawati%20Soekarnoputri>
ini, erat kaitannya dengan korupsi.
"Kapitalisme itu inheren dengan korupsi. Jadi ini salah satu tanda bahwa
Indonesia mengalami kemunduran jauh dari cita-cita the founding
fathers," ucap Rachmawati.
Atas dasar itu, Rachmawati meminta Indonesia kembali pada Undang-undang
Dasar 1945 serty- menerapkan prinsip Trisakti yang didengungkan Soekarno.
"Bagaimana berdaulat dalam bidang politik, berdaulat dalam bidang
ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Tidak hanya di
mulut, tapi dalam praktik kerja nyata," kata Rachmawati.
Rachmawati juga mengatakan, Indonesia seharusnya memperkuat kerja sama
dengan Korea Utara dalam melawan hegemoni dan imperialisme.
(Baca: Rachmawati Soekarnoputri Terima Gelar Doktor "Honoris Causa" dari
Korea Utara
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/06/18092281/rachmawati.soekarnoputri.terima.gelar.doktor.honoris.causa.dari.korea.utara>)
Pasalnya, menurut Rachmawati, Korea Utara merupakan negara yang
konsisten dalam melawan dua hal tersebut.
"Saya melihat bahwa dari banyak negara, Korea Utara adalah negara yang
konsisten melawan hegemoni dan imperialisme. Itu sangat konsisten," ucap
Rachmawati.
Penulis : Dimas Jarot Bayu
Editor : Krisiandi