Muncul Petisi Tolak Ahok yang Disebut Lecehkan Ayat Al-Quran  
KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 23:05 WIB

https://m.tempo.co/read/news/2016/10/06/231810292/muncul-petisi-tolak-ahok-yang-disebut-lecehkan-ayat-al-quran
 



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mampir ke launching Teman Ahok 
#Tetap Ahok di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta, 1 Oktober 2016. 
TEMPO/Yohanes Paskalis



TEMPO.CO, Jakarta - Petisi penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki 
Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai melecehkan ayat Al-Quran, muncul di 
Change.org. Petisi tersebut pertama kali dimulai oleh Irfan Noviandana, pada 
Rabu, 5 Oktober 2016. Hingga malam ini, Kamis, 6 Oktober 2016, petisi online 
yang mengecam calon gubernur inkumben pada Pemilihan Gubernur DKI 2017 ini 
telah ditandatangani 40.237 orang.



Baca juga:
Survei:  Ahok Disokong Segmen Mapan, Anies & Agus? 
Survei Populi: Elektabilitas Ahok 45,5 Persen, Tidak Anjlok



"Kami warga negara Indonesia, khususnya masyarakat beragama Islam merasa sangat 
terganggu atas ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 
yang melecehkan ayat suci Al-Qur'an dengan kalimat 'dibohongi pake surat Al 
Maidah ayat 51', pada acara pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan warga Pulau 
Seribu yang di publikasikan pada tanggal 27 September 2016," tulis petisi itu.

Dalam petisi itu pula, mereka menuntut Ahok meminta maaf atas ucapan pelecehan 
itu. Mereka meminta Ahok tak lagi membawa ayat suci Al-Qur'an dengan 
tafsirannya sendiri, karena dinilai dapat menimbulkan keresahan di kalangan 
umat Islam. Selain membuat tebusan surat petisi ke Ahok, para pembuat petisi 
juga menembuskan ke Majelis Ulama Indonesia dan Menteri Agama Lukman Hakim 
Saifuddin.



"Meminta Menteri Agama Drs. Lukman Hakim Saifuddin memberikan teguran kepada 
Gubernur DKI Jakarta agar tidak lagi memicu keresahan umat beragama," tulis 
mereka. Mereka juga meminta Majelis Ulama Indonesia memperingatkan perbuatan 
Ahok tersebut.

Ahok sudah menyanggah dugaan pelecehan agama yang dituduhkan kepadanya. Dugaan 
yang muncul dari pernyataan saat beramah tamah dengan warga Kepulauan Seribu 
itu, dibantah Ahok lewat akun resmi Instagram-nya. "Saya tidak berniat 
melecehkan ayat suci Al-Quran, tapi saya tak suka mempolitisasi ayat suci, baik 
itu Al-Quran, Alkitab, maupun kitab lainnya,” kata dia lewat caption foto di 
akunnya @basukibtp.

EGI ADYATAMA


Kirim email ke