Kafir-kafir jangan melelah diri untuk menjadi pemimpin, sebab kamu tidak akan 
dipilih di negara neo-Mojophit .

http://www.suara-islam.com/read/index/19039/Ustaz-Arifin-Ilham--Haram-Memilih-Pemimpin-Kafir

Ustaz Arifin Ilham: Haram Memilih Pemimpin Kafir
Senin, 18/07/2016 16:53:01 | Dibaca : 28383
Facebook Twitter Gplus 
 Pimpinan Majelis Az Zikra, KH. Muhammad Arifin Ilham 
Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu.

Subhanallah sahabatku, Islam adalah agama sempurna yang mencakup semua aspek 
kehidupan, hatta apalagi kepemimpinan. Dari sederhana masuk kamar mandi sampai 
apalagi kepemimpinan. 

Memisahkan Islam dengan kepemimpinan adalah kebodohan, tidak paham ajaran 
Islam. Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik kekuasaan. Nabi Ibrahim 
diutus Allah untuk menghadapi rezim berhala Namrudz, Nabi Musa diutus Allah 
menghadapi rezim pembantai bayi Firaun, dan Nabi Muhammad diutus Allah untuk 
menghadapi para kuffar jahiliyyah. 

Dengan takluknya kepemimpinan kuffar jahiliyyah maka umat manusia beriman 
"bertasbih kepada Allah, dan banyak mengingat Allah" (QS Thoha 33-34), agar 
umat hidup dalam petunjuk Allah, dalam kemuliaan Islam, dalam keberkahan takwa. 
Bahagia dalam syariat dan sunnah Rasulullah (QS Al A'rof 96). 

Karena itu Islam sangat memperhatikan kepemimpinan dengan syarat dan kreteria 
yang sangat jelas yaitu mengutamakan keimanan dan ketakwaan. "...bahwasanya 
bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shalih" (QS Al Anbiya 105). 

Karena itu haram, memilih pemimpin kafir, bacalah dengan iman! Kalam Allah ini, 
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir 
menjadi wali (pemimpin/pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. 
Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?" (QS 
An Nisa 144).

"Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, 
orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di 
antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang 
kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul 
orang-orang yang beriman" (QS Al Maidah 57).

Rasulullah bersabda kepada ka’ab bin ujrah: mudah-mudahan Allah melindungimu 
dari para pemimpin yang jahil. Ka’ab bin ujzah bertanya: apa yang dimaksud 
dengan pemimpin yang jahil wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "mereka adalah 
para pemimpin yang hidup sepeninggalku. Mereka tidak beriman pada petunjuk 
Allah, dan mereka tidak mengikuti sunnahku" (HR Ahmad).

Ingat setiap mukmin apalagi juru dakwah wajib menyampaikan dalil yang benar 
berdasar Alquran dan Sunnah.

Allahumma ya Allah berkahilah negeri kami dengan Engkau hadirkan untuk kami 
pemimpin yang sangat takut kepadaMu, dan mengajak kami takut kepadaMu, pemimpin 
teladan, cerdas, jujur, amanah, yang sungguh sungguh mencintai kami sebagai 
rakyatnya, dan mengajak kami hidup bahagia dalam SyariatMu dan Sunnah NabiMu 
Muhammad shollallahu alaihi wasallam....aamiin.


(Ustaz Muhammad Arifin Ilham)

Kirim email ke