http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161009_dunia_trump_tak_mundur 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161009_dunia_trump_tak_mundur

  
 Terkait ucapan cabul, Trump menolak mundur dari pilpres AS 9 Oktober 2016
Kirim 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161009_dunia_trump_tak_mundur#share-tools
 
 Image copyrightGETTYImage captionDonald Trump meminta maaf tapi menegaskan 
tidak akan mundur, karena dia tak pernah mundur sepanjang hidupnya. Calon 
presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak akan pernah mengundurkan diri 
dari pencalonan sebagai presiden debagaimana didesak sejumlah tokoh Partai 
Republik, karena "tak ingin mengecewakan para pendukung."
 Trump menjadi bulan-bulanan kecaman terkait rekaman video tahun 2005 yang 
menunjukkan dia berbicara cabul dan merendahkan perempuan.
 Dia mengatakan kepada Wall Street Journal "kesempatan bahwa saya akan 
berhenti, kemungkinannya nol" dan ia bahwa ia mendapatkan dukungan "yang luar 
biasa."
 Donald Trump minta maaf atas komentar cabul dalam video 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161008_dunia_trump_minta_maaf Para 
tokoh Republik kecam ucapan cabul Donald Trump di video 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161008_dunia_trump_video Sejak 
rekaman itu muncul, setidaknya 10 senator Partai Republik mengatakan mereka 
tidak akan memilih Trump dalam pemilihan presiden biulan depan, atau menyerukan 
Trump untuk mengundurkan diri.
 Mantan calon presiden dari Partai Republik John McCain, mengatakan perkataan 
Trump "membuat pemberian dukukan terhadap [pencalonan Trump, dengan bersyarat 
sekalipun, jadi mustahil."
 Mantan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice mengatakan: "Cukup! Donald Trump 
tak patut menjadi Presiden. Dia harus membatalkan pencalonan."
 Pasangan Trump untuk pemilu, Mike Pence mengatakan dia 'tersinggung' oleh 
Video Trump, tapi gembira bahwa Trump mengungkapkan penyesalannya dan meminta 
maaf kepada rakyat Amerika.
 "Kami berdoa untuk keluarganya," katanya dalam sebuah pernyataan.
 Seksisme Donald Trump menurut para mantan The Apprentice 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161004_dunia_trump_apprentice_pelecehan
 Siapakah Alicia Machado yang mengaku diolok 'Miss Piggy' oleh Trump? 
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2016/09/160927_trensosial_trump_machado 
Trump ancam undang 'selingkuhan' Bill Clinton ke debat 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160925_dunia_trump_flowers Dalam 
cuitannya di Twitter, Donald Trump menulis, "media dan kalangan politik mapan 
mati-matian ingin saya menyingkir dari pempilihan presiden."
 Isterinya, Melania Trump yang dinikahi beberapa bulan sebelum video itu 
direkam mengeluarkan pernyataan bahwa : "Kata-kata yang digunakan suami saya 
tidak dapat diterima dan melecehkan."
 Namun, katanya, "saya harap rakyat bisa menerima permintaan maafnya, 
sebagaimana saya. Dan berfokus pada masalah-masalah penting yang dihadapi 
negeri kita dan dunia."
 Ditambahkan, suaminya memiliki "hati dan pikiran seorang pemimpin."
Image copyrightAPImage captionRekaman itu terjadi beberapa bulan setelah 
pernikahan Donald Trump dengan Melania. Sebelumnya, Donald Trump memang sudah 
merilis video permintaan maaf.
 Namun menanggapi seruan mundur dari sejumlah tokoh Partai republik, Trump 
berkata tegas kepada Washington Post: "Saya tak pernah mundur. Sepanjang hidup, 
saya tak pernah mundur."
 Sejumlah politikus lain dari partai Republik yang menyerukan mundurnya Donald 
Trump, antara lain Senator Mike Crapo dari Idaho, Senator Ben Sasse dari 
Nebraska, Senator Mike Lee dari Utah, Senaror Dan Sullivan dari Alaska dan 
Senator John Thune dari South Dakota.
 Sejumlah gubernur dan anggota kongres partainya juga membatalkan dukungan bagi 
Trump sesudah rekaman itu terungkap.
Image copyrightGETTYImage captionSeorang pemusik mengenakan celana dalam 
mengejek Trump di depan salah satu gedung calon presiden Partai Repubik itu. 
Beberapa laporan mengisyaratkan bahwa calon wakil presiden Mike 
Pencemembatalkan rencana tampil dalam kampanye di Wisconsin bersama Ketua DPR 
Paul Ryan.
 Paul Ryan -politikus Partai Republik tertinggi di jabatan publik- asalnya 
mengundang Trump ke acara itu, namun membatalkan undangannya karena, katanya, 
dia merasa 'muak' oleh apa yang didengarnya (dari rekaman video Trump).
 Dalam rekaman tahun 2005 yang diposting Washington Post itu, Donald Trump 
beberapa saat sebelum muncul sebagai tamu pada sebuah operas sabun mengatakan 
antara lain, ' kita bisa melakukan apa saja yang kita mau pada perempuan, kalau 
kita seorang bintang," bahkan terdengar mengatakan, "rogoh saja vagina mereka."

 

 

Kirim email ke