http://erabaru.net/2016/10/09/dua-revolusi-anyar-amerika-serikat/ 
http://erabaru.net/2016/10/09/dua-revolusi-anyar-amerika-serikat/

 Dua Revolusi Anyar Amerika Serikat By Erabaru 
http://erabaru.net/author/erabaru/ -
  09/10/2016
 


 Share on Facebook 
http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2016%2F10%2F09%2Fdua-revolusi-anyar-amerika-serikat%2F
  Tweet on Twitter 
https://twitter.com/intent/tweet?text=Dua+Revolusi+Anyar+Amerika+Serikat&url=http%3A%2F%2Ferabaru.net%2F2016%2F10%2F09%2Fdua-revolusi-anyar-amerika-serikat%2F&via=Erabaru
  
http://plus.google.com/share?url=http://erabaru.net/2016/10/09/dua-revolusi-anyar-amerika-serikat/
  
http://pinterest.com/pin/create/button/?url=http://erabaru.net/2016/10/09/dua-revolusi-anyar-amerika-serikat/&media=http://erabaru.net/wp-content/uploads/2016/10/trump.jpg&description=Dua+Revolusi+Anyar+Amerika+Serikat

 
 http://erabaru.net/wp-content/uploads/2016/10/trump.jpg?e6e6d7 Ilustrasi 
Donald Trump (internet)
 Oleh: Zang Shan
 Sekitar 4 – 5 bulan lalu, penulis baru saja kembali dari Amerika Serikat ke 
Hongkong, segera ada teman bertanya tentang prakiraan hasil pilpres AS pada 
tahun ini. Meskipun menurut hasil survey dukungan Trump begitu tinggi, tapi 
saya tetap berpendirian lugas, sangat mungkin Hillary yang akan menang.
 Ini bukan karena saya menyukai Hillary, melainkan banyak warga pemilih AS 
sangat antusias akan seorang “tokoh di luar kancah politik Washington” terpilih 
sebagai calon, tapi belum tentu akan memilihnya sebagai presiden, terutama jika 
capres itu ketika berbicara terdapat konten yang mengkhawatirkan.
 Ada warga AS menilai, dalam pilpres kali ini, sebenarnya telah terjadi dua 
kali “revolusi”. Yakni revolusi pada Partai Demokrat, yang dikobarkan sendiri 
oleh Sanders, yang secara langsung mengakui dirinya seorang penganut “paham 
sosialis”, yang condong kepada kalangan bawah dan menengah dalam hal kebijakan 
ekonomi dan sosialnya, dan menaikkan pajak bagi kaum kaya, menghapus biaya 
kuliah, meningkatkan jaminan sosial dan lain-lain.
 Sanders pun kemudian gagal, tapi sebenarnya ia mendapatkan dukungan dari 
banyak warga AS, terutama kaum minoritas, kawula muda dan kalangan 
berpendapatan rendah sangat mendukungnya. Dan revolusi lainnya dikobarkan oleh 
Trump dari Partai Republik, akhirnya Trump berhasil menumbangkan halangan dari 
banyak sesepuh internal partai, dan meraih kriteria capres AS dari Partai 
Republik.
 Ada yang mengibaratkan Partai Republik dan Partai Demokrat sebagai ayah dan 
ibu AS. Partai Republik lebih seperti ayah yang mendorong anak-anaknya 
melanglang buana, suka akan generasi penerus yang lebih mandiri dan kuat, 
mencemooh anak-anak yang lemah dan tidak mampu. Sedangkan Partai Demokrat 
seperti ibu, yang memanjakan anak bungsunya, juga kerap memberikan bantuan 
ekonomi bagi generasi muda yang lemah, sekaligus meminta para kakaknya yang 
mampu untuk membantu adik-adik yang kurang mampu itu.
 Perkembangan kemajuan sosial dicapai dengan dua kaki yakni efektivitas sosial 
dan keadilan sosial. Di dalam politik AS, Partai Republik kebetulan secara pas 
mewakili efektivitas sosial, mengurangi pajak dan mendorong pemilik modal untuk 
menciptakan usaha dan mendorong persaingan. Sedangkan Partai Demokrat mewakili 
keadilan sosial, menuntut agar memperhatikan yang lemah, meningkatkan pungutan 
pajak untuk memperbesar anggaran pemerintah, memeratakan kembali kekayaan 
masyarakat. Selama puluhan tahun terakhir, AS pada dasarnya melangkah maju 
dengan kedua kaki ini silih berganti, lalu beberapa kali mencapai kesimbangan 
dan kemajuan.
 Dua ribu tahun terakhir, orang Tiongkok selalu menggunakan cara lain untuk 
menyelesaikan masalah ini. Umumnya orang Tiongkok membutuhkan waktu lebih dari 
dua ratus tahun, sebuah dinasti baru awalnya relatif adil terhadap 
masyarakatnya, lalu mendorong produktivitas, akhirnya memasuki “masa kejayaan.”
 Kemudian kesenjangan kaya dan miskin semakin melebar, pada masa pertengahan 
dinasti tingkatan di tengah masyarakat semakin kaku. Kerajaan mulai melakukan 
reformasi, karena mendapat halangan dari para pejabat daerah dan desa, 
reformasi pun gagal, separasi sosial sangat serius kemudian timbul chaos 
(kekacauan), dan akhirnya masyarakat runtuh, maka terjadilah reshuffle 
(dinasti).
 Kini baik Tiongkok maupun Hongkong menghadapi masalah yang sama, termasuk 
kesenjangan kaya dan miskin, separasi sosial, makin terbentuknya tingkatan 
sosial secara kaku, tidak puasnya kalangan menengah dan kalangan bawah semakin 
parah.
 Pemerintahan RRT bukannya tidak memahami hal ini, sebenarnya di tahun 2006 
pemerintah telah menyadari adanya masalah ini, jadi sejak saat itu dimulailah 
“reformasi sistem pemerataan sosial”. Akan tetapi sistem politik di RRT sangat 
minim akan mekanisme penyelarasan, kalangan konglomerat di Tiongkok terbentuk 
oleh kaum pejabat dan pengusaha, membuat mereka merampas kepentingannya sendiri 
adalah semacam cara yang bertentangan dengan hakikat manusia. Jadi selama 8 
tahun ini, kesenjangan kaya dan miskin di Tiongkok kian hari kian menganga 
lebar, mungkin kecepatannya agak berkurang, tapi trennya tidak berubah.
 Bicara kembali soal AS. Meskipun Trump tampil dengan citra tipikal Partai 
Republik, tapi di berbagai hal ia menonjolkan aura “kuat di luar keropos di 
dalam”, seperti ketika mengkritik sistem perdagangan bebas internasional yang 
dulunya dipertahankan oleh warga AS, seperti rencana kebijakan keimigrasian dan 
pungutan pajaknya dan lain-lain.
 Walaupun memang telah mengutarakan kekhawatiran banyak warga AS yang 
sebenarnya, namun ia juga tidak memiliki cara penanggulangan yang benar-benar 
tepat. Jika tidak ada kejadian yang menyulut emosi, maka dikhawatirkan 
masyarakat AS hanya berharap adanya perubahan kecil saja, dan bukan perombakan 
struktural besar-besaran. (sud/whs/rmat)

 

Kirim email ke