Diunggah dari Facebook.= = = = = = = = = = = = = = Malang, 8 Oktober 2016Kepada YTH, Sahabat-Sahabat Munir di Seluruh Indonesia Salam keadilan, Salam sejahtera untuk kita semua.Perjuangan memang tidak semudah membalik telapak tangan. Tidak terasa, 12 tahun sudah saya lewati, berjuang untuk mendapatkan keadilan. Dalam rentang waktu 12 tahun ini, penuh sudah hati saya oleh janji-janji palsu serta kebohongan-kebohongan yang dibuat pemerintah. Bagaimana tidak, dalam rentang 12 tahun ini, dalang pembunuhan suami saya belum juga terungkap. Bahkan, laporan penyelidikan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir pun belum kunjung diumumkan kepada publik.Oleh TPF, hasil penyelidikan telah diserahkan kepada Presiden kala itu, yaitu SBY, pada tahun 2005. Hingga habis masanya menjadi presiden, SBY belum juga mengumumkan laporan TPF. Dan hari ini, Presiden Joko Widodo pun melakukan hal serupa, mendiamkan kasus kematian Munir. Sepertinya mereka (SBY dan Jokowi) berusaha mengubur kasus ini, seperti melindungi dalang pembunuh Munir agar kehidupannya berjalan baik-baik saja. Namun mereka lupa, saya dan para Sahabat Munir menolak lupa, kita terus merawat ingatan bahwa ada kebenaran yang harus dikabarkan melalui diungkap dan diumumkannya Laporan TPF Kasus Meninggalnya Munir.Untuk itu, saya sudah mengajukan gugatan ke Komisi Informasi Pusat untuk meminta agar negara mengumumkan laporan TPF Munir secara resmi kepada publik. Kenapa saya minta, saya khawatir jika dibiarkan kasus kematian Munir mangkrak seperti banyak kasus-kasus pelanggaran HAM lain yang walhasil akan semakin buruk citra Indonesia dalam penegakan hukum dan HAM.Sahabat Munir sekalian, dengan segala kerendahan hati, saya meminta dukungan para sahabat sekalian untuk mendesak negara dalam hal ini presiden, agar segera mengumumkan Laporan TPF Kasus Meninggalnya Munir. Saya yakin karena beberapa sahabat saya menjadi bagian dari TPF Munir dan telah menyerahkan seluruh hasilnya kepada Presiden kala itu, bahkan sempat diliput media.Dengan ini, saya mengharapkan kehadiran Sahabat Munir sekalian untuk hadir pada sidang putusan sengketa informasi publik atas Dokumen Laporan Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir, yang akan digelar pada hari Senin, 10 Oktober 2016, di Kantor Komisi Informasi Pusat, Graha Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Lantai 5, Jl Abdul Muis No. 8, DKI Jakarta.Kehadiran sahabat sekalian sangat saya harapkan, bukan untuk apa-apa, berada bersama Sahabat Munir sekalian membuat saya lebih percaya diri dalam memperjuangkan keadilan untuk suami saya, Munir. Berada ditengah para Sahabat Munir sekalian juga membuat saya berada dalam satu keyakinan, bahwa keadilan memang betul-betul harus direbut, harus diperjuangkan.Hormat Saya, Suciwati Munir
[GELORA45] Surat Suciwati kepada sahabat-sahabat Munir
Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] Sun, 09 Oct 2016 22:52:27 -0700
