http://www.beritasatu.com/amerika/391630-debat-capres-as-diwarnai-serangan-personal-diakhiri-saling-puji.html http://www.beritasatu.com/amerika/391630-debat-capres-as-diwarnai-serangan-personal-diakhiri-saling-puji.html
Senin, 10 Oktober 2016 | 11:19 http://www.beritasatu.com/amerika/391630-debat-capres-as-diwarnai-serangan-personal-diakhiri-saling-puji.html# http://www.beritasatu.com/amerika/391630-debat-capres-as-diwarnai-serangan-personal-diakhiri-saling-puji.html# http://www.beritasatu.com/amerika/391630-debat-capres-as-diwarnai-serangan-personal-diakhiri-saling-puji.html# http://www.addthis.com/tellfriend.php Debat Capres AS Diwarnai Serangan Personal, Diakhiri Saling Puji Donald Trump dan Hillary Clinton. (AFP) St. Louis - Debat calon Presiden Amerika Serikat tahap kedua dari tiga tahap telah selesai. Dalam debat yang berlangsung di Washington University di Missouri tersebut, kedua kandidat saling menyerang dengan sengit tetapi berakhir dengan "damai". Dalam debat, Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Demokrat menjawab pertanyaan yang diajukan penonton dan pertanyaan yang diajukan lewat media sosial. Suasana debat berlangsung panas dan berulang kali diwarnai interupsi oleh Trump sementara Hillary terlihat lebih sabar menanggapi agresi Trump. Kedua kandidat menjawab pertanyaan dan mengomentari isu seperti rekaman video-audio pelecehan seks Trump, skandal email Clinton, Islamofobia, masalah Suriah, Obamacare (sistem jaminan kesehatan), isu pajak, isu lapangan kerja dan perdagangan bebas, dan komitmen para capres. Debat diawali dengan Trump membela diri terhadap skandal rekaman audio di mana Trump membanggakan dirinya sebagai seorang bintang yang bisa melecehkan perempuan sesukanya. "Bill Clinton (suami Hillary dan mantan Presiden AS) lebih buruk. Kalau dia benar-benar melakukan tindakan yang melecehkan sementara saya hanya mengucapkan kata-kata saja. Bill menyerang dan melakukan kekerasan dan Hillary juga menyerang perempuan," kata Trump. "Saya minta maaf atas ucapan saya dan saya tidak bangga atas ucapan saya tersebut," lanjut. Hillary mengatakan komentar derogatif Trump terhadap perempuan menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Trump lalu menyerang Hillary dengan skandal email. Hillary mengaku bertanggung jawab atas skandal tersebut tetapi masalah tersebut sudah selesai. Hillary menggunakan server surat elektronik pribadi oleh Clinton selama menjabat sebagai menlu. Diduga email tersebut diretas dan membahayakan keamanan negara. Diduga juga 33.000 email telah dihapus. Hillary mengatakan bahwa pria dengan temperamen seperti Trump tidak pantas menjadi Presiden AS. Trump membalas, "Kalau saya presiden, Anda akan dipenjara". Trump juga menyebut Hillary penuh dengan kebencian dan berulang kali menyebut kebijakan dan program-program yang didukung Hillary (Obamacare, Diplomasi Suriah, dan perdagangan bebas), tidak masuk akal dan bodoh. Hillary menyebut Trump sebagai penyebar kebencian dan memecah belah AS. Trump sendiri tidak menjabarkan secara konkret, program yang akan dia lakukan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Contohnya, Trump mengatakan Obamacare adalah program yang menghambur-hamburkan uang negara. Solusi Trump atas masalah jaminan kesehatan warga negara AS adalah memperbanyak persaingan perusahaan asuransi. Bagi Hillary, kebijakan Trump adalah langkah mundur karena Obamacare dibuat untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi warga AS yang tidak dilindungi asuransi. Terkait masalah pajak, Trump sesumbar akan menurunkan pajak di AS. Trump menuding Hillary tidak akan berani mengutak-atik isu pajak karena donor kampanye Hillary adalah wajib pajak kakap yang tidak ingin pajak naik. Hillary berbalik menyerang bahwa Trump tidak membayar pajak selama 18 tahun sebagaimana dilaporkan New York Times. Trump tidak pernah menyangkal laporan tersebut dan mengatakan laporan pajaknya masih diaudit. Terkait masalah Islamofobia dan terorisme, Trump mengatakan akan tetap mempertahankan kebijakan mengawasi masuknya Muslim ke AS secara ketat. Dia juga mengatakan bahwa AS telah salah dalam menangani masalah Suriah. Cawapres pasangan Trump, Mike Pence, mengatakan bahwa AS perlu melakukan intervensi di Aleppo. Secara mengejutkan, ternyata Trump tidak setuju dengan pandangan pasangannya sendiri. "Saya tidak setuju (dengan Pence). Saya dan dia belum berbicara. Aleppo pada dasarnya sudah jatuh," kata Trump. Sementara Hillary mengatakan bahwa AS tidak akan mengirim pasukan ke Suriah. Tetapi, AS mempertimbangkan diplomasi damai, melatih pemberontak, dan menyerang Abu Bakar Al Baghdadi (Pemimpin ISIS) sebagai solusi atas krisis Suriah. Meski debat berlangsung sengit, tetapi di akhir acara kedua capres saling memuji. Hillary memuji Trump sebagai figur ayah yang berhasil membesarkan anak-anaknya. "Sebagai seorang ibu dan nenek, saya menghormati itu". Sementara Trump memuji Hillary sebagai figur yang pantang menyerah, "meski apa yang dia perjuangkan tidak sama dengan apa yang saya perjuangkan". Debat ketiga dan terakhir akan dilakukan di Las Vegas pada 19 Oktober.
