http://internasional.kompas.com/read/2016/10/10/18341921
/arkeolog.temukan.jasad.berusia.2.800.tahun.terbungkus.ganja.di.china
Arkeolog Temukan Jasad Berusia 2.800 Tahun
Terbungkus Ganja di China
Senin, 10 Oktober 2016 | 18:34 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/10/18341921/arkeolog.temukan.jasad.berusia.2.800.tahun.terbungkus.ganja.di.china#komentar>
*
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/10/18341921/arkeolog.temukan.jasad.berusia.2.800.tahun.terbungkus.ganja.di.china#>
37
Shares
Shutterstock Tanaman ganja
Terkait
* Polisi Tangkap Pemilik Tanaman Ganja di Karo
<http://internasional.kompas.com/read/2015/05/31/16200011/Polisi.Tangkap.Pemilik.Tanaman.Ganja.di.Karo>
* Tanaman Ganja yang Ditanam di Apartemen Berasal dari Vietnam
<http://internasional.kompas.com/read/2016/04/27/14284021/Tanaman.Ganja.yang.Ditanam.di.Apartemen.Berasal.dari.Vietnam>
* Ada Tanaman Ganja di Apartemen, Polisi Imbau Pengelola Lebih Waspada
<http://internasional.kompas.com/read/2016/04/27/19162491/Ada.Tanaman.Ganja.di.Apartemen.Polisi.Imbau.Pengelola.Lebih.Waspada>
*BEIJING, KOMPAS.com* - Saat ini ganja dianggap benda terlarang di
berbagai negara dan siapapun yang memilikinya bisa berurusan dengan hukum.
Namun, di masa lalu ganja kemungkinan besar memiliki fungsi lain,
setidaknya berdasarkan temuan para arkeolog di China.
Berdasarkan sebuah artikel yang dipublikasikan /Economic Botany,/ belum
lama ini para ilmuwan China menemukan sebuah makam kuno berisi 13 batang
pohon ganja yang disusun diagonal untuk menutup jasad seorang pria.
Menurut pemeriksaan karbon, jasad yang ditemukan di dalan makam kuno di
wilayah barat laut China itu berusia antara 2.400-2.800 tahun.
Makam itu hanya satu dari 240 makam yang terletak di cekungan Turpan,
sebuah oase penting di kawasan gurun di sepanjang Jalur Sutra.
Para ahli menduga jasad pria itu berusia 35 tahun saat dimakamkan dan
kemungkinan besar adalah etnis Kaukasia serta diyakini adalah seorang
dukun dari suku Subeixi.
Meski ini bukanlah kali pertama para ilmuwan menemukan tanaman ganja di
lokasi-lokasi bersejarah di barat laut China, tetapi cara menaruh
tanaman itu memberikan bukti baru.
Para ilmuwan menduga tanaman itu masih segar saat digunakan menutup
jasad pria itu dan kemungkinan besar tanaman ini dipakai untuk kegiatan
spiritual atau pengobatan.
"Ini adalah kali pertama para arkeolog menemukan beberapa batang tanaman
ganja dalam kondisi lengkap dan pertama kali juga menemukan tanaman ini
digunakan sebagai 'pembungkus' jasad yang dimakamkan," ujar pemimpin
penelitian, Hongen Jiang kepada /National Geographic/.
Tanaman ganja memang bisa digunakan untuk membuat pakaian dan bijinya
bisa dikonsumsi.
Namun, kata Jiang, di lokasi itu tak ditemukan pakaian dari bahan ganja
dan jumlah tanaman itu terlalu sedikit untuk dikonsumsi.
Di sisi lain, para ilmuwan menyimpulkan bahwa kegunaan ganja untuk
keperluan pengobatan dan spiritual sudah lazim di antara rakyat Eurasia
Tengah sepanjang milenium pertama sebelum kemunculan agama Kristen.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber : shanghaiist <http://www.shanghaiist.com>, National Geographic
<http://National%20Geographic>,