http://internasional.kompas.com/read/2016/10/12/16033601

/hubungan.eropa.dan.china.sudah.terjalin.jauh.sebelum.marco.polo


   Hubungan Eropa dan China Sudah Terjalin Jauh


   Sebelum Marco Polo

Rabu, 12 Oktober 2016 | 16:03 WIB

 * <javascript:void(0);>
 * <javascript:void(0);>
 * <javascript:void(0);>
 * 
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/12/16033601/hubungan.eropa.dan.china.sudah.terjalin.jauh.sebelum.marco.polo#komentar>
 * 
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/12/16033601/hubungan.eropa.dan.china.sudah.terjalin.jauh.sebelum.marco.polo#>

2
Shares
KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Terracotta adalah tujuan wisata utama di Kota Xi'an, Tiongkok.


     Terkait

 * Ketika Jalur Sutra Bertemu Poros Maritim
   
<http://internasional.kompas.com/read/2015/02/08/15020071/Ketika.Jalur.Sutra.Bertemu.Poros.Maritim>

 * KA Barang China Tiba di Iran, Buka Kembali Jalur Sutra
   
<http://internasional.kompas.com/read/2016/02/15/18035241/KA.Barang.China.Tiba.di.Iran.Buka.Kembali.Jalur.Sutra>

 * Hakim Konstitusi Anwar Usman Klaim Tak Terima Suap
   
<http://internasional.kompas.com/read/2013/10/10/2237377/Hakim.Konstitusi.Anwar.Usman.Klaim.Tak.Terima.Suap>


*BEIJING, KOMPAS.com* - Selama ini banyak yang menganggap bahwa hubungan Eropa dan China pertama kali dilakukan petualang Italia, Marco Polo.

Namun, temuan baru menunjukkan bahwa hubungan antara Eropa dan China sudah terjalin hingga 1.500 tahun sebelum kedatangan Marco Polo di Negeri Tirai Bambu.

Para arkeolog mengatakan, inspirasi untuk membuat patung prajurit Terracotta yang ditemukan di makam Kaisar Pertama di dekat kota Xian berasal dari Yunani kuno.

Para arkeolog ini juga mengatakan orang-orang Yunani juga kemungkinan sudah mengajar berbagai hal untuk warga lokal di Xian pada abad ke-3 SM.

Namun, hingga kini banyak yang menganggap perjalanan ke China pada abad ke-13 menjadikan Marco Polo sebagai orang Eropa pertama yang tiba di negeri itu.

"Kami kini memiliki bukti bahwa hubungan antara Kaisar Pertama China dan dunia Barat sudah terjalin sebelum adanya Jalur Sutra," kata arkeolog senior dari Museum Kaisar Qin Shi Huang, Li Xiuzhen.

"Hubungan China dan Barat bahkan sudah terjalin jauh lebih lama dari yang kami perkirakan selama ini," tambah Xiuzhen.

Sementara itu, sebuah studi terpisah menunjukkan sampel DNA mitokondrial bangsa Eropa ditemukan di sebuah situs kuno di provinsi Xinjiang di wilayah paling barat China.

Temuan itu menunjukkan bangsa Barat kemungkinan pernah menetap di Xinjiang sebelum dan di masa pemerintahan Kaisar Pertama.

Para petani, pada 1974, adalah yang pertama menemukaan 8.000 patung prajurit Terracotta terkubur dalam jarak kurang dari satu kilometer dari makam Kaisar Qin Shi Huang.

Namun, tak ada tradisi membuat patung dengan ukuran seperti manusia di China sebelum makam itu dibuat. Patung-patung China di masa yang lebih awal jauh lebih sederhana dengan tinggi 20 cm.

Untuk menjelaskan munculnya perubahan besar dalam kemampuan dan gaya pembuatan patung itu, Xiuzhen yakin bahwa pengaruh tersebut berasal dari luar China.

"Kami kini berpikir, bahwa Prajurit Terracotta dan berbagai patung perunggu yang ditemukan di situs itu kemungkinan besar terpengaruh seni patung Yunani," kata dia.

Sedangkan, Profesor Lukas Nickel dari Universitas Vienna mengatakan, patung sirkus akrobat yang ditemukan belum lama ini di makam Kaisar Pertama juga mendukung teori Xizhuen.

Lukas percaya, Kaisar Pertama China dipengaruhi masuknya patung-patung Yunani dari Asia Tengah menyusul kematian Alexander Agung pada 323 SM.

"Saya bayangkan seorang pematung Yunani tiba di tempat itu untuk melatih warga setempat," kata Lukas.

Penemuan lain termasuk bukti baru bahwa komplek makam Kaisar Pertama jauh lebih besar yang diperkirakan dan 200 kali lebih besar dari Lembah Raja-raja di Mesir.

Di komplek makam itu ditemukan sisa-sisa tubuh perempuan, yang diyakini adalah selir kaisar dan tengkorak seorang pria yang menyandang busur dan panah.

Tengkorak itu diyakini merupakan milik putra sulung kaisar, yang tewas bersama anggota keluarga lainnya dalam sebuah perebutan kekuasaan setelah kematian sang kaisar.

Editor  : Ervan Hardoko
Sumber  : BBC <http://www.bbc.co.uk>,












Kirim email ke