Kabar angin mengatakan ini Rizieg Arab jadi galak karena 'pendekingnya'
diangkat jadi Menteri ..........Benarkah ini?
------ Original Message ------
From: "kh djie [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To: "Gelora45" <[email protected]>; "S Manap" <[email protected]>
Sent: Saturday, 15 Oct, 2016 At 5:49 PM
Subject: Re: Trs: #sastra-pembebasan# Re: [GELORA45] Habib Rizieq ancam
kerahkan massa lebih banyak jika Ahok tak diperiksa
Satu teman berreaksi terhadap satu artikel : Orang Belanda bilang,
anjing menggonggong tidak akan menggigit.
Teman saya yang lain mendebat : Ya, kalau sedang menggonggong, ya tidak
bisa menggigit. Tetapi habis menggonggong, bisa menggigit.....
Saya jawab : Anjing bisa datang bersama sama. Anjing yang satu sukanya
menggonggong, anjing yang lainnya terpengaruh, jadi menggigit.....
Yang menggigit dihukum, yang gembar gembor selalu lolos......
On 15 October 2016 at 08:11, S Manap [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> > wrote:
Habib Rizieg dan pengiku-pengikutnya memang kelihatan galak.
Sepertinya dunia ini milik mereka, merekalah yang yang berhak menentukan
segala-galanya.
Tapi jangan lupa gerak gerik mereka sudah sejak lama selalu di
monitor olah polisi. Mereka tidak bisa berbuat semau mereka. Atas dasar
ini pula maka Ahok yang selalu diancam, di demo oleh FPI tidak pernah
merasa takut dan tidak ada kekuatiran.
Persetan FPI.
S.Manap
Den lördag, 15 oktober 2016 7:49 skrev "Chalik Hamid
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]"
<[email protected] <mailto:[email protected]> >:
Galak banget Habib ini. Kayaknya dia yang benar. Hati-hati lho, nanti
pihak kepolisian menangkan pak Habib karena dianggap memancing kekacauan
di Indonesia. Dan kenyataannya, dia yang bikin ribut.
Pada Jumat, 14 Oktober 2016 21:59, "Marco 45665 [email protected]
<mailto:[email protected]> [sastra-pembebasan]"
<[email protected]
<mailto:[email protected]> > menulis:
MENGANCAM SESEORANG melalui KEKERASAN yang bisa mengakibatkan dan atau
berakibat Ceder Fysik dan bahkan Kematian (kendatipun dalam benrtuk
Verbal ) dari segi HUKUM sudah bisa dikatagorikan sebagai Suatu
RENCANA TINDAK PELANGGARAN HUKUM KRIMINAL dan sudah bisa di Gugat Hukum
dan dijerat Hukum KUHP Pidana Kriminal..
2016-10-14 21:31 GMT+02:00 'Sunny' [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> >:
res : Mari ramai-ramai membebaskan pulau Jawa menjadi negara merdeka
dan berdaulat tanpa ada ikatan dengan pulau-pulau lain! hehehehehhe
http://www.antaranews.com/ berita/590219/habib-rizieq-
ancam-kerahkan-massa-lebih- banyak-jika-ahok-tak-
diperiksa?utm_source=fly&utm_ medium=related&utm_campaign= news
<http://www.antaranews.com/berita/590219/habib-rizieq-ancam-kerahkan-massa-lebih-banyak-jika-ahok-tak-diperiksa?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news>
Habib Rizieq ancam kerahkan massa lebih banyak jika Ahok tak
diperiksa
Jumat, 14 Oktober 2016 16:27 WIB | 16.491 Views
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Habib Rizieq ancam kerahkan massa lebih banyak jika Ahok tak diperiksa
Habib Rizieq. ((habibrizieq.com <http://habibrizieq.com/> ))
....kami akan datangkan 10 kali lipat dari ini"
Jakarta (ANTARA News) - Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad
Rizieq Shihab atau Habib Rizieq menegaskan pihaknya akan mendatangkan
massa 10 kali lipat lebih banyak jika dalam waktu satu pekan penegak
hukum tidak memproses hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
terkait dugaan penistaan agama.
"Kalau Ahok tidak diperiksa minggu depan, kami akan balik lagi ke Balai
Kota. Kalau perlu kami ke Istana," kata Habib Rizieq dalam orasinya di
depan Balai Kota DKI Jakarta, Jumat.
"Jika tidak diproses, atau sekali lagi kami dikhianati, kami akan
datangkan 10 kali lipat dari ini," lanjut Habib Rizieq.
"Mudah-mudahan Ahok diproses hukum. Hidup Islam, hidup Indonesia, hidup
umat," ucap dia dari atas mobil bak terbuka.
Kendati menyampaikan orasinya dengan emosional, namun Habib Rizieq
tidak lupa mengingatkan ribuan orang dari berbagai ormas agar
berdemonstrasi dengan tertib dan damai.
"Kami tadi sudah komitmen, siap tempur. Kami damai dengan aparat,
dengan tentara, tidak boleh ada anarkistis," katanya.
Saat ini kerumunan massa dari berbagai ormas bersiap untuk meninggalkan
Balai Kota DKI Jakarta usai menunaikan Shalat Ashar berjamaah.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016