http://internasional.kompas.com/read/2016/10/16/14595731
/gedung.putih.minta.cia.gelar.serangan.cyber.terhadap.rusia
Gedung Putih Minta CIA Gelar Serangan "Cyber"
terhadap Rusia
Minggu, 16 Oktober 2016 | 14:59 WIB
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
* <javascript:void(0);>
*
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/16/14595731/gedung.putih.minta.cia.gelar.serangan.cyber.terhadap.rusia#komentar>
*
<http://internasional.kompas.com/read/2016/10/16/14595731/gedung.putih.minta.cia.gelar.serangan.cyber.terhadap.rusia#>
9
Shares
AP Photo Lambang CIA.
Terkait
* Kremlin Sebut CIA Dalangi Bocornya "Panama Papers"
<http://internasional.kompas.com/read/2016/04/05/11040861/Kremlin.Sebut.CIA.Dalangi.Bocornya.Panama.Papers.>
* Senjata CIA untuk Oposisi Suriah Dijual di Pasar Gelap
<http://internasional.kompas.com/read/2016/06/27/19133661/senjata.cia.untuk.oposisi.suriah.dijual.di.pasar.gelap>
* CIA Pun Yakini Serangan di Ataturk Didalangi ISIS
<http://internasional.kompas.com/read/2016/06/30/10000011/CIA.Pun.Yakini.Serangan.di.Ataturk.Didalangi.ISIS.>
* Dituduh Jadi Mata-mata CIA, Ilmuwan Nuklir Iran Dieksekusi
<http://internasional.kompas.com/read/2016/08/08/11202951/dituduh.jadi.mata-mata.cia.ilmuwan.nuklir.iran.dieksekusi>
*WASHINGTON DC, KOMPAS.com* - Gedung Putih tengah mempertimbangkan
serangan siber terhadap Rusia sebagai bentuk balasan terhadap intervensi
negeri itu terhadap pemilihan presiden AS.
Para mantan pejabat dan mereka yang masih bekerja di CIA saat ini
mengatakan, pemerintah sudah menanyakan opsi seranan siber secara
klandestin untuk mempermalukan pemerintah Rusia.
Sejumlah pejabat yang tak mau disebutkan namanya kepada /NBC News/
mengatakan, CIA sudah membuat pintu-pintu operasio siber, memilih
sasaran dan membuat persiapan operasi.
Sumber itu mengatakan, CIA sudah mengumpulkan informasi yang berpotensi
untuk mengekspos kesalahan yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rencana ini menyusul upaya kelompok peretas yang didukung pemerintah
Rusia yang berujung bocornya ribuan surat elektronik yang dikirim
anggota senior Partai Republik.
Seorang peretas yang dikenal dengan nama Guccifer 2.0 merilis ribuan
email antara para anggota senior Komiter Nasional Demokratik (DNC)
beberapa hari sebelu konvensi digelar.
Dalam ribuan surat elektronik itu mereka mendiskusikan cara untuk
menggagalkan rencana Senator Bernie Sanders untuk mencalonkan diri
sebagai preside.
Pengungkapan ini berujung dengan pengunduran diri ketua DNC, Debbie
Wasserman Schultz.
Kelompok peretas lainnya, DC Leaks, diyakini mendalangi pembocoran
rincian paspor milik Michelle Obama. Kelompok ketiga, Fancy Bears,
diyakini mencoba mengganggu pemilihan umum Iggris pada 2015.
Saat itu, Fancy Bears berpura-pura menjadi kelompok militan Islam
meretas server milik sebuah stasiun televisi ternama.
Hubungan antara AS dan Rusia mencapai titik terburuk dalam beberapa
pekan terakhir. Kondisi ini membuat mantan kepala dinas intelijen
Inggris MI6 Sir John Sawers mengatakan, dunia tengah memasuki era baru
yang lebih berbahaya ketimbang Perang Dingin.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber : Independent <http://www.independent.co.uk>,
Apakah Anda ingin men-share artikel ini?