Peleburan PGN-Pertamina Tidak Efisien 
http://www.jurnas.com/artikel/8302/Peleburan-PGN-Pertamina-Tidak-Efisien/

 
 
 http://www.jurnas.com/artikel/8302/Peleburan-PGN-Pertamina-Tidak-Efisien/ 
 
 Peleburan PGN-Pertamina Tidak Efisien 
http://www.jurnas.com/artikel/8302/Peleburan-PGN-Pertamina-Tidak-Efisien/ 
Kepala Pusat Kajian Energi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. 
 
 
 
 View on www.jurnas.com 
http://www.jurnas.com/artikel/8302/Peleburan-PGN-Pertamina-Tidak-Efisien/ 
 Preview by Yahoo 
 
 
  
 Peleburan PGN-Pertamina Tidak Efisien Ahmad Diriyat | 11 Okt 2016 | 21:36 WIB


 Diskusi Migas (Ahmad Diriyat)
 
 Kepala Pusat Kajian Energi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Iwa 
Garniwa menentang usulan pembentukan holding BUMN sektor Migas, khususnya 
rencana penggabungan antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan PT 
Pertamina (Persero).
 Menurut Iwa, penggabungan PGN dan Pertamina hanya akan menyebabkan 
pembengkakan biaya di masing-masing managemen. Dari pada menggabungkan, lebih 
baik pemerintah fokus membesarkan dua BUMN ini di bidang usahanya masing-masing.
 "Misalnya, Pertamina fokus di BBM, Pertagas dan PGN dilebur khusus mengenai 
gas, listrik ya fokusnya di PLN, karena itu semua kan fundamental menyangkut 
hajat hidup orang banyak. Fokus saja terhadap masing-masing itu, efisiensienkan 
masing-masing itu," kata Iwa dalam diskusi 'Revisi UU Migas untuk Kedaulatan 
Energi demi terbentuknya Holding Energy Nasional' yang digelar PB HMI di 
Cikini, Jakarta, Selasa (12/10).
 Iwa melanjutkan, pemerintah sebaiknya merubah aturan yang tidak pro terhadap 
hajat hidup orang banyak. Perusahaan BUMN semestinya menjalankan dua fungsi, 
yakni mengejar profit sekaligus menangani wilayah sosial.
 "Perusahaan BUMN, seperti Pertamina sebaiknya dibagi, ada yang khusus profit 
center yang dibutuhkan untuk pendapatan negara, kemudian dibuatkan juga 
Pertamina yang menangani wilayah sosial," tuntas Iwa.

 

 

Kirim email ke