Diteror, Ratusan Petani Karawang Mengungsi ke Jakarta


SENIN, 17 OKTOBER 2016 | 23:54 WIB

https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/17/063812950/diteror-ratusan-petani-karawang-mengungsi-ke-jakarta



Ilustrasi anggota kepolisian. ANTARA/Noveradika



TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan petani dari Dusun Cisadang, Desa Wanajaya, 
Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, yang terlibat sengketa dengan 
PT Pertiwi Lestari memutuskan mengungsi ke Jakarta Mereka mengaku diburu dan 
diusir oleh Kepolisian Resor Karawang.

"Rumah saya digedor-gedor petugas PT Pertiwi Lestari dan polisi, suami saya 
diburu," kata petani Karawang, Awen, 64 tahun, saat ditemui Tempo di kantor 
Serikat Tani Nasional (STN), Tebet, jakarta Selatan, Senin, 17 Oktober 2016. 
Mereka semua kini berada di kantor itu.

Awen datang bersama ratusan petani Karawang lain secara bertahap. Awen datang 
petang ini bersama para tetangganya. Mereka meninggalkan rumah karena diancam 
dan diintimidasi oleh Polres Karawang. Saat ini kondisi desanya telah mencekam 
dan dikosongkan dari warga Dusun Cisadang.

Baca: 13 Petani Karawang Jadi Tersangka Setelah Bentrok dengan PT Pertiwi 
Lestari

Sukarsih, 45 tahun, petani lain di Karawang, membeberkan kondisi di desanya 
sangat mencekam. Polisi dan petugas PT Pertiwi Lestari melakukan sweeping di 
dalam kampung. Mereka menggedor setiap pintu rumah dan mengusir warga.

Warga diminta menerima uang tali asih, atau uang ganti rugi atas rumah mereka 
yang akan digusur PT Pertiwi Lestari. Mereka memutuskan untuk tidak menerima 
uang tersebut. Mereka kemudian lari dari rumahnya.

Awen dan Sukarsih pergi mengungsi ke Jakarta meninggalkan hewan peliharaan di 
rumah. Kata Awen, dia memelihar 70 ekor ayam dan bebek yang dibiarkan 
terbengkalai. Sementara Sukarsih mengaku memiliki puluhan ayam yang dibiarkan 
saja.

Mereka mengatakan, para suami dan laki-laki ditangkap polisi. Karena itu warga 
Cisadang memutuskan pergi dari desa. Bahkan ada beberapa warung sempat dijarah 
oleh orang tak dikenal, yang diduga dari PT Pertiwi Lestari. "Lurah kami justru 
mengusir kami dari desa, dia memiihak PT Pertiwi," ucap Awen.

Ketua Umum STN, Ahmad Rifai mengatakan sejak Kamis pekan lalu, para petani 
Karawang berdatangan ke kantornya. Mereka meminta perlindungan sekaligus 
mengungsi. Karena saat ini mereka tak punya tempat lain yang bisa ditinggali. 
Di Karawang pun, mereka diancam oleh polisi akan ditangkap dan dimasukkan 
penjara.

"Sampai saat ini ada sekitar 110 warga Cisadang yang mengungsi ke Jakarta 
meminta perlindungan," ujar dia. Di Karawang, masih ada sisa sekitar 100 warga 
yang akan menyusul ke Jakarta. Mereka tak tahan tinggal di desa, karena setiap 
hari rumahnya digedor-gedor polisi dan diintimidasi.

Hal ini menyusul bentrokan antara petani Karawang dengan petugas dari PT 
Pertiwi Lestari pada Selasa pekan lalu. Perusahaan itu mengerahkan ribuan 
personel polisi untuk memukul mundur petani. Kejadian ini mengakibatkan 
jatuhnya korban luka-luka di kedua belah pihak. 

Dalam peristiwa tersebut, ada 45 petani ditangkap. Kemudian dibebaskan. Sisanya 
ada 11 petani ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 170 tentang 
kekerasan terhadap orang. Ahmad mengaku heran dengan keputusan pihak 
kepolisian. “Polisi tak sedikit pun mengusut pihak PT Pertiwi Lestari yang 
sudah melukai petani,” katanya.

Kepala Polres Karawang Ajun Komisaris Besar Andi Herindra membenarkan 
penangkapan itu. "Saya menyatakan kejadian penganiayaan warga kepada petugas 
sekuriti Pertiwi Lestari. Seharusnya peristiwa tersebut tidak dengan cara main 
hakim sendiri dan bisa dimusyawarahkan. Namun mereka yang terlibat tetap 
diproses secara hukum," tuturnya Jumat pekan lalu.

AVIT HIDAYAT | HISYAM


Kirim email ke