Yang pertama-tama BODOH adalah KH Abdul RaSYID AS sendiri............
Buta tuli tidak bisa membaca dan mendengar rekaman yang asli.........!
------ Original Message ------
From: "'Sunny' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
To:
Sent: Thursday, 20 Oct, 2016 At 11:02 AM
Subject: [GELORA45] Ahok Hina Alquran, KH Abdul Rasyid AS: Sekaranglah
Kita Penuhi Panggilan Jihad + Ahok Memicu Kebencian Pribumi kepada Cina
http://www.suara-islam.com/read/index/20047/Ahok-Hina-Alquran--KH-Abdul-Rasyid-AS--Sekaranglah-Kita-Penuhi-Panggilan-Jihad
<http://www.suara-islam.com/read/index/20047/Ahok-Hina-Alquran--KH-Abdul-Rasyid-AS--Sekaranglah-Kita-Penuhi-Panggilan-Jihad>
Ahok Hina Alquran, KH Abdul Rasyid AS: Sekaranglah Kita Penuhi
Panggilan Jihad
Sabtu, 08/10/2016 09:11:22 | Dibaca : 159670
Facebook Twitter Gplus
KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie (kiri) didampingi oleh Ketua
Aliansi Pergerakan Islam (API) Ustaz Asep Syarifudin usai melaporkan
Ahok di Bareskrim Jakarta. (foto: suara islam)
Jakarta (SI Online) - Meski sudah sepuh, ulama kharismatik KH Abdul
Rasyid Abdullah Syafi'ie tetap semangat dalam membela Islam. Pada Jumat
(8/10/2016), ia datangi Bareskrim Mabes Polri di Jakarta untuk
melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dinilai telah
melakukan penistaan agama. Kiai Rasyid hadir bersama puluhan perwakilan
organisasi lainnya yang juga melakukan pelaporan.
"Saya melihat rekaman yang ditayangkan di media sosial, memang sangat
luar biasa. Ini menghina Alquran, menghina Allah dan menghina umat
Islam. Dia mengatakan firman Allah di surat Al Maidah membodohi umat
Islam," ujar Kiai Rasyid kepada Suara Islam Online usai pelaporan di
Bereskrim.
Pimpinan perguruan As Syafiiyah itu mengatakan, tidak hanya umat Islam
di DKI saja, tetapi umat Islam Indonesia bahkan seluruh dunia terhina
dengan ucapan Ahok.
"Oleh karena itu, umat Islam harus menuntut agar masalah ini diperiksa
dan diproses sebagaimana mestinya terkait penghinaan Ahok terhadap
Alquran, terhadap Allah, terhadap Islam," jelasnya.
"Dan kita tidak akan berhenti, sekaranglah kita memenuhi panggilan
jihad, Allahuakbar!" tegas Kiai Rasyid.
Namun, jika sekiranya tidak diproses oleh kepolisian, Kiai Rasyid
menilai ada pilih kasih dalam tindakan hukum.
Hingga saat ini, puluhan organisasi sudah melakukan pelaporan. Kata
Kiai Rasyid, para ahli hukum juga sudah siap, dari Muhammadiyah, MUI
dan kelompok lainnya.
"Jadi ini sudah termasuk sara, dan pokoknya kita tidak berhenti dalam
menegakkan keadilan bagi umat Islam," tandasnya.
+++++
http://www.suara-islam.com/read/index/19742/-Ahok-Memicu-Kebencian-Pribumi-kepada-Cina-
<http://www.suara-islam.com/read/index/19742/-Ahok-Memicu-Kebencian-Pribumi-kepada-Cina->
Ahok Memicu Kebencian Pribumi kepada Cina
Senin, 12/09/2016 19:19:24 | Dibaca : 13930
Facebook Twitter Gplus
Ilustrasi
HM Aru Syeiff Assadullah
Pemred Tabloid Suara Islam
Sepak terjang gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
sejak akhir 2014 ia menggantikan kedudukan gubernur DKI Joko
Widodo—yang naik menjadi presiden RI 2014-2019- sungguh luar biasa
negatif dan ekstrem dalam hal memperhinakan aspirasi orang Islam
sebagai penduduk mayoritas di Jakarta yang justru dipimpinnya. Ia
bertindak ‘gila-gilaan’ sehingga Habib Rizieq menuduh Ahok mengidap
penyakit jiwa psikhopat. Tuduhan ini tidak berlebih-lebihan karena
perilaku Ahok memang luar biasa sangat ekstrem negatif. Jika dirinci
sikap-sikap ekstrem itu dalam berbagai kasus niscaya akan menghabiskan
ratusan halaman menjadi sebuah buku.
Perilaku yang luar biasa ‘gila-gilaan dari Ahok ini bukan hanya membuat
umat Islam Jakarta bahkan di seluruh Indonesia, tidak nyaman dan
tersinggung, bahkan kalangan Cina dan minoritas sendiri menjadi ‘gerah’
dan geram oleh perilaku Ahok itu. Sebut saja tokoh Cina Lius
Sungkarisma acapkali tampil meledak-ledak mengkritik sikap Ahok itu.
Dengan gaya kritik yang lebih santun juga diberikan oleh Jaya Suprana
atau Kwiek Kian Gie, dua tokoh Cina yang dihormati bangsa Indonesia
secara umum.
Heboh Ahok dengan seluruh kontroversinya yang luar biasa ini menyita
perhatian mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen (Purn) Suryo Prabowo dan
menulis peringatan yang sangat keras di sejumlah media sosial, kita
kutip selengkapnya:
Refleksi Letjen (Purn) Suryo Prabowo
Rusaknya Harmoni dan Keberagaman. Ada rumus sederhana yang efektif
untuk membangun toleransi dalam masyarakat yang sangat beragam seperti
#Indonesia, Yaitu : “YangnKECIL TAU DIRI pasti yang BESAR MAU
MENGERTI. Dari ‘rumus’ ini terlihat bahwa mau atau tidak perilaku
kelompok minoritas sangat dominan dalam membangun keharmonisan dalam
kehidupan masyarakat yang beragam.
Dihadapkan pada ‘rumus toleransi’ ini, maka perilaku Ahok sebagai
gubernur yang berlaindung di balik presiden, TNI dan Polri, serta
bersikap sok suci dan sok jago, serta arogan pada rakyat kecil,
berpotensi MERUSAK KEHARMONISAN kehidupan masyarakat. Disadari atau
tidak, perilaku Ahok itu PASTI dipersepsikan MEWAKILI kelompok etnis
Cina dan Non-Muslim yang dua-duanya adalah MINORITAS di Indonesia.
Oleh sebab itu dikhawatirkan bila Ahok tetap BERKUASA dan bertindak
sebagai DIKTATOR MINORITAS, SEJARAH KELAM yang dialami oleh saudara
kita etnis Cina AKAN TERULANG. Geger Pecinan (1743-1749) yang
mengakibatkan 10.000 etnis Cina dibantai, Kerusuhan dan Penjarahan Etnis
Cina di tahun 1947-1949 (Poa An Tui) yang melahirkan PP No. 10/1959
yang mengakibatkan terjadinya eksodus (pengusiran Red) besar-besaran
warga Cina ke RRC. Tindakan diskriminatif dan pengusiran etnis Cina
pasca Pemberontakan G30S PKI (1965-1966) dan Kerusuhan Mei 1998 yang
mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa dan harta warga Cina,
SANGAT MUNGKIN TERULANG , bila perilaku Ahok TIDAK BERUBAH. Bukannya
tidak mungkin kerusuhan rasial yang dialami etnis Cina di Vietnam Mei
2014 dapat terjadi di Indonesia.
http://voa-islam.com/news/wrld-news/2014/05/24/30548/vietnam-mengusir-keturunan-cina
karena sudah mengancam kepentingan nasionalnya/;
Silakan berkompetisi memperebutkan posisi#Gubernur DKI#Jakarta di tahun
2017, tetapi JANGAN MERUSAK HARMONI DALAM KEBERAGAMAN yang selama ini
sedang diupayakan dan dibangun oleh segenap Bangsa Indonesia.
#temanahok dan#MudaMudiAhok,#Ahok boleh saja siap mati demi prinsipnya,
tetapi warga Cina lainnya dan warga non-Muslim yang BAIK-BAIK dan TAU
DIRI selama ini, apa dibiarkan ‘Menanggung dosa’ yang diperbuat Ahok
??? Maaf dari dulu sebagai warga minoritas, saya memang bisanya Cuma
mengingatkan (Suryo Prabowo, Maret 2016).
Membaca uneg-uneg jendral mantan Kepala Staf Umum TNI ini harus diakui
sangat mewakili kondisi obyektif di Indonesia, tapi rupanya
peringatannya yang sudah dilansir sejak Maret 2016 dan beredar sangat
luas di media sosial ini sedikit pun tidak digubris oleh Ahok. Dan
Ahok tetap tampil seperti biasanya : tetap arogan, tetap sok
jagoan—dengan selalu pamer tiap kali keluar masuk istana menemui
Presiden Joko—dan tetap selalu melecehkan aspirasi Islam, terakhir
dengan sombong hendak melarang anak-anak perempuan mengenakan jilbab ke
sekolah. Entah apa yang ‘menempel’ di benak seorang Ahok saat ini.
Prediksi banyak pihak, Ahok saat ini tengah mabok-kepayang di tengah
perilakunya yang ‘gila-gilaan’ itu justru dipuji-puji pers mainstream
sebagai seorang pemimpin yang tegas dan berwibawa, dan oleh lembaga
survei pun diumumkan sebagai pemenang Pilkada DKI 2017 dengan anngka
fantastis sampai di atas 60%, dan survei yang lain juga mengumumkan
bahwa Ahok adalah gubernur DKI yang paling dikehendaki rakyat
mayoritas di ibukota untuk terus memimpin Jakarta dan melanjutkan
program-programnya yang sudah terbukti berhasil-sukses dan dirasakan
manfaatnya. Karena puja-puji ini muncul pula dugaan Ahok pun telah
merancang hendak mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Presiden
mendampingi Joko Widodo pada 2019 dan pada 2024 dia yakin akan tampil
menjadi presiden RI penuh. Dipastikan apa yang diopinikan pers
mainstream dan lembaga survei itu jauh dari obyektif alias rekayasa
dipaksakan jauh dari fakta. Benarkah Ahok diharapkan rakyat ibukota ?
Faktanya tiap kali Ahok mencoba menghadiri acara di tengah masyarakat
apalagi di tengah acara keIslaman, pasti dicegah mati-matian bahkan
satu kejadian ditimpuki batu oleh masyarakat sehingga lari
terbirit-birit melintas kebon untuk menghindari amukan massa. Cerita
faktual seperti ini tidak secuil pun diberitakan pers mainstream
pendukung Ahok.
Pertengahan Agustus 2016 yang lalu terbetik kabar menggemparkan Letjen
(Purn) Suryo Prabowo yang akan masuk ke Singapura telah di cekal pihak
Imigrasi Bandara Changi. Dalam perdebatan yang panjang di mana petugas
imigrasi itu selalu keluar masuk ruangan melapor ke atasnya, akhirnya
dinyatakan alasan pencekalan itu karena Jendral Suryo masuk dalam
daftar black list.
Tentu saja jawaban itu membuat Suryo Prabowo sangat marah dan
menyatakan black-list itu dalam kaitan apa ? Apakah saya seorang
kriminal, seorang teroris atau justru saya orang yang ditandai sebagai
orang yang tidak memiliki dana/tabungan sepeserpun di Singapura ?
Petugas imigrasi itu makin gelagapan ketika Suryo Prabowo mencecar
sambil menunjuk ponsel di tangan petugas ituseraya berkata, kenapa kamu
tidak gunakan Ponsel di tanganmu itu untuk membuka Google, cari data
diri saya kata Suryo lengkap dan gamblang ada di sana. Kabarnya Suryo
Prabowo pun dilepas dan segera meluncur ke Kedubes RI di Singapura
menemui sang Dubes RI.
Tapi kejadian aneh itu justru direspons sang dubes I Gede Ngurah
Swajaya lebih aneh lagi, dimana dinyatakan kejadian seperti itu biasa
terjadi di Singapura dan peraturannya di sini memang seperti itu, jadi
harap dimaklumi saja. Tentu saja pernyataan itu membuat Suryo Prabowo
semakin marah. Seorang Dubes RI kok berperangai seperti itu. Tidak
melindungi kepentingan WNI di wilayah tugasnya, sungguh aneh, lalu apa
yang dikerjakan di tempat tugasnya? Dan belakangan terbongkar ratusan
orang WNI banyak dicekal di Bandara Changi dengan alasan yang
dicari-cari. Timbul pertanyaan apakah WNI keturunan Cina yang memiliki
dana sampai Rp4000 Trilyun juga dicekal saat masuk ke Singapura ?
Dipastikan justru sebaliknya mereka akan disambut dengan menggelar
karpet merah sebagai tamu kehormatan. Dalam diskusi di Jak-TV, 19
Agustus 2016 Suryo Prabowo bertekad akan membalas perilaku Singapura
itu jika Singapura tidak membuat pernyataan maaf secara resmi. Dan jika
sikap pemerintah Presiden Joko juga tidak merespons positif sebagaimana
Dubes orang Bali itu, maka Suryo Prabowo sebagai orang yang bebas tak
terkait dalam jajaran rejim, berjanji akan membalas dengan caranya
sendiri. Dia sudah mencatat orang Singapura di Jakarta lebih 3000 orang
akan menjadi sasarannya. Suryo juga mengecam sejumlah pejabat RI yang
serta-merta membebek kepada Singapura karena diberi gelar dan bintang
kehormatan oleh Negeri Kota itu. Indonesia kata Suryo negeri yang besar
sekali dengan penduduk lebih 250 juta jiwa dibandingkan Singapura yang
hanya sebesar wilayah DKI Jakarta dengan penduduk tak lebih 5 juta
jiwa. Dilupakan dalam diskusi di Jak-TV kemungkinan pihak Singapura
telah membaca tulisan Suryo Prabowo sebagaimana di kutip di atas
melalui Refleksinya berjudul Rusaknya Harmoni dan Keberagaman yang
isinya mengkritik tajam perilaku Ahok yang ekstrem menentang siapa
saja khususnya penduduk mayoritas Islam di Jakarta. Pihak Singapura
dengan membaca ini pihak Suryo Prabowo pun dianggap sebagai tokoh anti
Cina dan minoritas. Jika betul demikian alasan itu, niscaya sangat
serampangan, karena tulisan Suryo Prabowo bermuatan peringatan yang
obyektik dan bijak. Hanya saja perlu diingat Negeri Kota Singapura itu
juga biasa disebut sebagai Negeri Kota Cina yang dipimpin dan dihuni
oleh etnis Cina dan wajar jika mereka sangat sensitif terhadap ungkapan
anti Cina.
Apa yang diperingatkan Suryo Prabowo akan perangai ekstrem Ahok itu pun
mulai ‘memanen’ dampaknya di sisi lain. Selain warga keturunan Cina
yang melihat perangai Ahok yang over-dosis itu bisa memicu kebencian
pribumi, dan mereka menjadi ketakutan karenanya, sebaliknya ada warga
keturunan Cina yang bagai ikut ‘kesetanan melawan’ pribumi dan berani
menentanng aspirasi penduduk mayoritas khususnya umat Islam. Inilah
yang terjadi di Tanjungbalai Sumatera Utara, di mana seorang wanita
keturunan Cina dengan sangat kasar dan berani menentang suara azan dari
masjid di dekat rumahnya yang sudah puluhan tahun selalu dikumandangkan
melalui pengeras suara. Terjadilah kerusuhan hebat belasan klenteng
tempat pemujaan orang-orang Cina pun dibakar massa ludes. Peringatan
Suryo Prabowo mulai terbukti, sungguh mengerikan jika berlanjut.
Sejak peristiwa kerusuhan Mei 1998, saat rakyat menumbangkan rejim
Soeharto, eksesnya pun melebar menjadi amuk anti Cina, dimana asset
Cina pun dibakar di seluruh ibukota. Sejak peristiwa Mei 1998 itu
sebenarnya relatif lebih 18 tahun terakhir tidak terdengar gesekan anti
Cina di Indonesia, tapi dengan sikap dan gaya penampilan Ahok yang
ekstrem menentang mayoritas dikhawatirkan memicu kerusuhan sosial anti
Cina. Dan ekses peristiwa penjarahan asset Cina pada 1998 pun menjulur
kemana-mana sampai ke Amerika Serikat, dimanfaatkan warga Cina—termasuk
dari Cina Daratan—untuk mencari suaka di AS dengan memfitnah umat Islam
Indonesia. Hari-hari terakhir ini isu penyerbuan tenaga kerja dari Cina
ke Indonesia yang semula hanya bagai suara rumors belakangan terbukti
benar adanya. Diketahui tenaga kerja Cina benar-benar telah menyerbu
Indonesia. Konon mereka akan datanng ke Indonesia sampai 15 juta jiwa
targetnya. Sangat menyakitkan di mana bangsa Indonesia sendiri kini
kesulitan mencari lapangan kerja kini, dan PHK berlaku di mana-mana,
kini malah diserbu buruh-buruh rendahan kuli asal Cina. Gajinya pun
sang kuli Cina konon dibayar Rp15 juta perbulan dan buruh Indonesia
yang hanya dipekerjakan lebih sedikit, digajinyapun cuma Rp2
juta/bulan.
Kenyataan ini makin menjadi alat picu kerusuhan anti Cina seperti
terjadi di Vietnam seperti ditulis Suryo Prabowo. Semua orang khususnya
pemerintah rejim Presiden Joko harus waspada dengan kemungkinan
konsekuensi peristiwa mengerikan seperti itu. Tapi sungguh ironis
kondisi yang sangat membahayakan itu justru sengaja diciptakan oleh
rejim Presiden Joko dalam kerangka kerja sama ekonomi dengan pemerintah
Cina dan menyetujui pengiriman tenaga kerja Cina itu. Memang ironis!