*Revolusi Méntal  ( terlepas dari Arti dan Maksud yang sesungguhnya ) dalam
prakteiknya memang sering dijadikan Pengalas Lidah Politik oleh Para
Poli-"Tikus2**"** yang *MENTAL* kedalam putaran Orbit Kehidupan Politik
Indonesia ... sebagai suatu ELEMENT yang Tidak diinginkan , karena Tidak
lebih mengakibatkan POLUSI kehidupan menjadi ZON (E) yang Tidak sehat
disamping " NOVO (TO) " Planet  yang sangat diragukan Peranan dan
charakternya ......*

2016-10-22 13:48 GMT+02:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> *Revolusi mental adalah omong kosong, karena  dipakai  sebagai pengalas
> lidah politikus, jadi jangan dianggap serius!*
>
> *From:* mailto:[email protected] <[email protected]>
> *Sent:* Saturday, October 22, 2016 10:18 AM
> *To:* GELORA_In <[email protected]>
> *Subject:* [GELORA45] Birokrat Belum Mampu Wujudkan Revolusi Mental ;
> Kepala Daerah Berkomitmen Berantas Pungli ; Warga Ingin Pemimpin Jujur dan
> Bersih
>
>
>
> *Birokrat Belum Mampu Wujudkan Revolusi Mental*
>
> [YOGYAKARTA] Birokrasi yang menjadi garda terdepan pelayanan publik belum
> mampu mewujudkan Gerakan Revolusi Mental yang dicanangkan pemerintahan
> Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masih maraknya praktik pungli dan korupsi
> menunjukkan reformasi birokrasi sebagai wujud revolusi mental belum
> berjalan dengan baik.
>
> Hal itu dikatakan pengamat hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada
> Yogyakarta (UGM) Zainal Arifin Mochtar kepada SP di Jakarta, Kamis (20/1).
> Dikatakan, persoalan pungli yang dilakukan aparat negara menandakan bahwa
> kebijakan hukum terkait birokrasi belum mampu memotong rantai korupsi.
>
> Zainal mengatakan, praktik pungli jangan dilihat dari jumlah uang yang
> disetorkan kepada aparat negara, tetapi kepada niat untuk menyogok dan
> penyuburan tindak korupsi. “Uangnya memang kecil, sekilas sepele, tetapi
> ini menunjukkan betapa rusaknya kinerja birokrasi, baik di pusat maupun
> daerah,” ujarnya.
>
> Dikatakan, perlu upaya yang masif untuk memotong rantai pungli tersebut.
> Sebab, seberapa pun jumlah uang pungli tersebut sudah masuk kategori
> gratifikasi. Di sisi lain, persoalan pungli tidak hanya melibatkan aparatur
> negara, tetapi juga pemberi. Warga negara yang memberikan uang pungli perlu
> mendapat perhatian agar persoalan ini bisa dituntaskan.
>
> Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan,
> Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli yang dibentuk pemerintah tidak akan berjalan
> efektif jika kapasitas dan pengawasan yang diterapkan sangat minim.
>
> Menurutnya, satu-satunya cara efektif dalam memberangus pungli adalah
> dengan menyederhanakan birokrasi.
>
> Selanjutnya klik link: *http://www.gelora45.com/news/SP2016102103.pdf*
> <http://www.gelora45.com/news/SP2016102103.pdf>
>
>
> *Kepala Daerah Berkomitmen Berantas Pungli*
>
> [JAKARTA] Kepala daerah di seluruh Indonesia berkomitmen untuk memberantas
> praktik pungutan liar (pungli) oleh aparat birokrasi. Para gubernur pun
> sepakat untuk membentuk satuan tugas pemberantasan pungli di wilayahnya
> masing-masing.
>
> Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh
> Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo,
> di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (20/10). Menurutnya, pungli telah
> menjadi permasalahan laten yang sudah saatnya harus dihilangkan.
>
> “Kami sepakat untuk menjabarkan lebih serius lagi apa perintah dari Bapak
> Presiden. Memang, ini sudah lama, jadi sama-sama harus kita lakukan
> pemberantasan,” tandasnya. Menurutnya, penerapan pengelolaan
> pemerintahan berbasis elektronik (e-government) harus dimatangkan. Langkah
> ini merupakan salah satu cara menghapus pungli di birokrasi. “Agar tidak
> perlu lagi komunikasi person to person (orang per orang), kalau ini
> (e-government) bisa dilakukan,” jelasnya.
>
> Senada dengan itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo
> mengungkapkan, pihaknya kerap mendapat laporan dari warga mengenai praktik
> pungli. Beberapa praktik pungli yang belakangan terungkap, antara lain
> warga masyarakat yang dipungut Rp 10.000 saat membayar pajak, serta
> penggerebekan calo di birokrasi oleh aparat Kepolisian di Solo.
>
> Sedangkan, di Wonogiri, kepolisian setempat membuat aplikasi pengaduan
> pungli yang bisa diakses secara mudah oleh warga. “Jadi, maksud saya
> ternyata semuanya bergerak bagus. Ada harapan besar. Kemarin, saya
> menemukan di Kota Magelang, tindakan kepolisian sangat cepat sekali dan ini
> sekarang menular ke tempat lain. Ini bagus dan sudah berjalan,” kata
> Ganjar, yang juga ditemui di Istana Kepresidenan.
>
> Selanjutnya klik link: *http://www.gelora45.com/news/SP2016102102.pdf*
> <http://www.gelora45.com/news/SP2016102102.pdf>
>
>
> *Warga Ingin Pemimpin Jujur dan Bersih*
>
> [JAKARTA] Masyarakat DKI Jakarta menginginkan sosok pemimpin yang jujur,
> bisa dipercaya, dan bersih dari korupsi. Pernyataan tersebut menjadi survei
> tertinggi dalam hal sifat kepemimpinan di sektor kualitas personal dan
> elektabilitas calon gubernur, yang diselenggarakan oleh Saiful Mujani
> Research and Consulting (SMRC) tentang Kinerja Petahana dan Peluang Para
> Penantang dalam Pilgub DKI Jakarta, Kamis (20/10).
> Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas mengatakan, sifat tersebut mendapat
> jumlah sebesar 44,7% dari responden survei. Hal tersebut memiliki jumlah
> angka yang tinggi karena jujur dan bersih dari korupsi merupakan syarat
> utama sebagai calon gubernur.
>
> “Sifat tersebut cukup jauh dari sifat-sifat lainnya seperti mampu memimpin
> DKI yang hanya 17,2%, perhatian pada rakyat 16,2%, ataupun tegas dan
> berwibawa 14,5%,” katanya.
>
> Selanjutnya klik link: *http://www.gelora45.com/news/SP20161021027.pdf*
> <http://www.gelora45.com/news/SP20161021027.pdf>
>
> 
>

Kirim email ke