Ane tambahin ya: minum darah orang, bikin proyek mercusuar, payung2in dan 
baik2in orang irian jaya, jalan2 lihat gunung meledak, ganti2 menteri, bikin 
semua harga naik, ngemis2 keluar negeri minta utang dan ini yg paling parah 
lari dari USA dan pindah ke RRT.

 

Semua ini salah ‘kan?

 

Yang benar kan seharusnya sebaliknya kan?

 

Jadi diotak ente, seorang presiden itu harus: jangan berutang, jangan bikin 
paket ekonomi berjilid2, jangan mengeruk duit dari tax amnesty, jangan 
menggusur orang tanpa ganti rugi, jangan minum darah orang, jangan bikin proyek 
mercusuar, jangan payung2in dan baik2in orang irian jaya, jangan jalan2 lihat 
gunung meledak, jangan ganti2 menteri, jangan bikin semua harga naik, jangan 
ngemis2 keluar negeri minta utang dan ini yg paling parah jangan lari dari USA 
dan pindah ke RRT.

 

Para pembaca milis ini: ini resep jonathan utk bikin Indonesia maju, kaya dan 
hebat plus dalam waktu yg sesingkat2nya…… 4 bulan????

Ngapaian pake’ demokrasi2an, pilih langsung jonathan jadi presiden Indonesia!!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, October 22, 2016 11:54 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Angka Kemiskinan Indonesia Disebut Menurun, Ini Kata 
Indef

 

  

 

Sudah utang LN pemerintah melonjak tinggi, bikin paket ekonomi ber-jilid2, 
ngeruk duit dari tax amnesty, terus masih gusur orang tanpa ganti rugi sama 
sekali. haiya.....



---In [email protected] <mailto:[email protected]> , <nesare1@... 
<mailto:nesare1@...> > wrote :

Loh ente saja yang katanya engkongnya kaya raya berdiam diri saja melihat 
penguasa menggusur orang miskin.

Gimana ente mau mempersalahkan Indonesia yang miskin suruh kasih rakyatnya 
pekerjaan, dirikan rumah, kasih kesehatan dan semua yang baik2 menurut ente?

Ente kan bilang Indonesia miskin, prihatin dll.

 

Aduuhhhh gimana sih ente ini sukanya nyalahin Indonesia melulu. Sedangkan apa 
yg bisa ente kerjakan selain bashing Indonesia?

Orang bikin jilid2an ekonomi setengah mati, ente ketawain.

Orang bikin hokum tegas buat narkoba supaya orang Indonesia bisa lebih aman 
keluar dari bahaya jadi zombie, ente maki2 vampire.

Orang bikin tax amnesty supaya narikin duit orang Indonesia dan beres2 masalah 
pajak diindonesia, ente cap nolong orang kaya dan bikin susah orang miskin.

Orang bikin prasarana, ente bilang silau dgn teknologi tinggi.

 

Yg belum ente bilang adalah: kalau orang Indonesia sedang maen gaplek, ente 
bilang malas dan tidak mau kerja.

Kalau ente bilang begini, wah bisa2 ane telanjangi ente yg sok mau jadi Yesus 
dan clinton junjungan ente.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
[mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, October 22, 2016 1:50 PM
To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
Subject: [GELORA45] Angka Kemiskinan Indonesia Disebut Menurun, Ini Kata Indef

 

 

Menarik melihat foto ilustrasi kemiskinan dibawah, dgn digusurnya rumah2 
dipinggir kali itu apakah kemudian akan dikatakan kemiskinan sudah diatasi?

---

Angka Kemiskinan Indonesia Disebut Menurun, Ini Kata Indef - Kompas.com 
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/22/17063451/angka.kemiskinan.indonesia.disebut.menurun.ini.kata.indef>
 

        
        
 
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/22/17063451/angka.kemiskinan.indonesia.disebut.menurun.ini.kata.indef>
 

         
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/22/17063451/angka.kemiskinan.indonesia.disebut.menurun.ini.kata.indef>
 Angka Kemiskinan Indonesia Disebut Menurun, Ini Kata I... 

Indef pun memberikan sejumlah catatan

        


 
<http://nasional.kompas.com/read/2016/10/22/17063451/angka.kemiskinan.indonesia.disebut.menurun.ini.kata.indef>
 View on nasional.kompas.com 

Preview by Yahoo 

        
                                                

 


Angka Kemiskinan Indonesia Disebut Menurun, Ini Kata Indef


Sabtu, 22 Oktober 2016 | 17:06 WIB

*        

 

*        

 

*        

 

*        

 

*        

539

Shares

  <http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/08/1837192780x390.jpg> 
KOMPAS/AGUS SUSANTOIlustrasi Kemiskinan di pinggiran Kota Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com

 – Badan Pusat Statistik beberapa waktu lalu mengumumkan angka kemiskinan dan 
pengangguran terbuka di Indonesia menurun. Namun, apakah angka itu benar adanya?

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartarti mengatakan, penurunan angka 
kemiskinan dan pengangguran memang terjadi di tahun kedua pemerintahan  
<http://nasional.kompas.com/tag/Jokowi> Joko Widodo- 
<http://nasional.kompas.com/tag/Jusuf%20Kalla> Jusuf Kalla. Namun, angka itu 
tidak benar-benar turun.

"Walaupun penurunannya tipis, it’s okay memang menurun," kata Enny saat diskusi 
bertajuk “Kerja-Citra-Drama” di Jakarta, Sabtu (22/10/2016).

Ia pun memberikan sejumlah catatan. Informasi yang di-publish BPS memuat 
sejumlah data, di antaranya tingkat pendapatan buruh baik itu di sektor 
pertanian maupun bangunan yang mengalami penurunan. Besarnya penurunan mecapai 
4,35 persen untuk buruh tani, dan 2,28 persen untuk buruh bangunan.

Sementara, untuk tingkat pengangguran yang dianggap menurun, menurut Enny, 
pemerintah tidak bisa membandingkan apple to apple. Ia mencontohkan, penurunan 
upah buruh tani dan buruh bangunan, menyebabkan, seluruh anggota keluarga 
mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Makanya, istrinya, anaknya, harus bekerja. Tapi di sektor informal. Itu yang 
membuat angka pengangguran terbuka menurun," kata dia.

Di sisi lain, meski tingkat inflasi di masyarakat rendah, namun harga sejumlah 
barang kebutuhan bahan pokok justru naik. Hal itu-lah yang membuat inflasi di 
sektor bahan makanan mengalami kenaikan tinggi.

Sedangkan, bahan makanan hampir menguasai 70-80 persen porsi belanja rumah 
tangga.

"Padahal, harga komoditas dunia turun, tapi harga pangan kita sendiri yang 
naik. Padahal menteri sendiri yang bilang kita surplus," ujarnya. (Baca: 
<http://nasional.kompas.com/read/xml/2016/08/16/18285801/fadli.zon.pertanyakan.pidato.jokowi.soal.penurunan.angka.kemiskinan>
 Fadli Zon Pertanyakan Pidato Jokowi soal Penurunan Angka Kemiskinan)

Kompas TVInilah Potret Kemiskinan di Kampung Kumuh

 


Penulis

: Dani Prabowo


Editor

: Fidel Ali

 

 

 



Kirim email ke