Angka Kemiskinan Indonesia Disebut Menurun, Ini Kata Indef
http://nasional.kompas.com/read/2016/10/22/17063451/angka.kemiskinan.indonesia.disebut.menurun.ini.kata.indef

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 17:06 WIB



KOMPAS/AGUS SUSANTOIlustrasi Kemiskinan di pinggiran Kota Jakarta

Terkait
·         Jokowi Ingin Angka Kemiskinan Berkurang Lebih Banyak Lagi
·         Mensos Nilai Luar Biasa Penurunan Angka Kemiskinan 500.000 Orang
·         Fadli Zon Pertanyakan Pidato Jokowi soal Penurunan Angka Kemiskinan
·         Soal Adik Prabowo, Basuki: Balas Budi Bagaimana?
·         Cruz Bertinju buat Hak Komunitas Gay
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik beberapa waktu lalu mengumumkan 
angka kemiskinan dan pengangguran terbuka di Indonesia menurun. Namun, apakah 
angka itu benar adanya?

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartarti mengatakan, penurunan angka 
kemiskinan dan pengangguran memang terjadi di tahun kedua pemerintahan Joko 
Widodo-Jusuf Kalla. Namun, angka itu tidak benar-benar turun.

"Walaupun penurunannya tipis, it’s okay memang menurun," kata Enny saat diskusi 
bertajuk “Kerja-Citra-Drama” di Jakarta, Sabtu (22/10/2016).

Ia pun memberikan sejumlah catatan. Informasi yang di-publishBPS memuat 
sejumlah data, di antaranya tingkat pendapatan buruh baik itu di sektor 
pertanian maupun bangunan yang mengalami penurunan. Besarnya penurunan mecapai 
4,35 persen untuk buruh tani, dan 2,28 persen untuk buruh bangunan.

Sementara, untuk tingkat pengangguran yang dianggap menurun, menurut Enny, 
pemerintah tidak bisa membandingkan apple to apple. Ia mencontohkan, penurunan 
upah buruh tani dan buruh bangunan, menyebabkan, seluruh anggota keluarga 
mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Makanya, istrinya, anaknya, harus bekerja. Tapi di sektor informal. Itu yang 
membuat angka pengangguran terbuka menurun," kata dia.

Di sisi lain, meski tingkat inflasi di masyarakat rendah, namun harga sejumlah 
barang kebutuhan bahan pokok justru naik. Hal itu-lah yang membuat inflasi di 
sektor bahan makanan mengalami kenaikan tinggi.

Sedangkan, bahan makanan hampir menguasai 70-80 persen porsi belanja rumah 
tangga.

"Padahal, harga komoditas dunia turun, tapi harga pangan kita sendiri yang 
naik. Padahal menteri sendiri yang bilang kita surplus," ujarnya. (Baca: Fadli 
Zon Pertanyakan Pidato Jokowi soal Penurunan Angka Kemiskinan)

Kompas TVInilah Potret Kemiskinan di Kampung Kumuh





      Penulis
     : Dani Prabowo
     
      Editor
     : Fidel Ali
     


Kirim email ke