http://www.antaranews.com/berita/591818/khilafatul-muslimin-tegaskan-tidak-tepat-paksakan-pemimpin-islam?
utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news
*Khilafatul Muslimin tegaskan tidak tepat
*
*paksakan pemimpin Islam*
Minggu, 23 Oktober 2016 18:12 WIB | 8.105 Views
Pewarta: Budisantoso B & Muklasin
Khilafatul Muslimin tegaskan tidak tepat paksakan pemimpin Islam
Lambang Garuda (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Lampung Timur (ANTARA News) - Pimpinan Khilafatul Muslimin Wilayah
Lampung Timur, Provinsi Lampung Fathul Inam menilai di negara Indonesia
yang menganut paham Pancasila tidaklah tepat memaksakan pemimpinnya
harus beragama Islam.
"Kalau di negara Islam, ya harus beragama Islam pemimpinya, tapi di
negara dengan sistem pemerintahan bukan Islam ya tidak harus, siapa saja
boleh memimpin," ujar Fathul Inam, saat dimintai pendapatnya terkait
polemik haruskah pemimpin di Indonesia beragama Islam, di Kecamatan Way
Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Minggu.
Hal itu, menurut dia lagi, karena negara Indonesia menganut paham
Pancasila dan sistem pemerintahannya demokrasi.
"Meskipun Islam menganjurkan pemimpin bagi umat Islam wajib beragama
Islam, tapi di negara Indonesia yang menganut Pancasila dan adalah
negara demokrasi, ya tidak harus beragama Islam, nanti umat agama
lainnya marah," ujarnya pula.
Ia menegaskan bahwa tidaklah tepat di negara yang menganut sistem
demokorasi dan bukan negara Islam, tapi memaksakan hukum Islam di dalamnya.
Dia menyoroti banyak umat Islam yang belum memahami pemimpin dalam
konsep Islam, pemimpin dalam konsep Islam, dia menyebutkan adalah
seorang khilafah atau pemimpin umat Islam dunia yang memimpin seluruh
umat dunia.
"Pemimpin dalam konsep Islam adalah sorang khilafah, jadi bukan pemimpin
seperti bupati, gubernur atau presiden, jadi masih banyak yang belum
paham konsep pemimpin dalam Islam," ujar dia lagi.
(B014/E001)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016