Kalau saya tidak salah dengar kapal-kapal tsb tidak ambil bahan bakar di 
Spanyol.

Biasanya konvoi yang terdiri dari kapal induk selalu ada supply ship-nyai.  
Kapal induk selalu dikawal oleh beberapa kapal perang, destroyer, korvet, 
minesweeper, sekurang.kurangnya 1 kapal selam etc. Untuk bahan bakar dan makan 
(provian) didatangkan oleh supply ships. 

From: mailto:[email protected] 
Sent: Saturday, October 22, 2016 7:03 PM
To: Gelora45 
Subject: [GELORA45] Surat dari Brazil

  

Biasanya kalau kita tinggal disebuah negara, mau atau tidak mau kita 
terpengaruh oleh kebiasaan negara dan rakyatnya (sedikit atau banyak). Orang 
Brasil pada umumnya ramah dan mau membantu tanpa menantikan imbalan.
The Indonesian in Brasil biasanya juga ramah.
Kalau kita dengar ada orang2 berbahasa Indonesia di Brasil, biasanya lalu kita 
sapadari mana mereka. Saya tau kalau di Eropah dan USA tidaklah demikian.
Di Manaus (capital of state Amazon) saya kenal satu keluarga. Saya telah 2 x 
kesana.Biasanya perjalanan melalui udara dan dari São Paulo makan lk.k. 5 jam 
terbang.
Saya tinggal di Santo André yang adalah kota dalam metropolitan São Paulo 
(nempel).
Kota Manaus mempunyai sebuah gedung theater , salah satu yang terbaik/ indah 
didunia.
Gedung ini didirikan pada jaman kejayaannya karet (Hevea Brasilianses) yang 
hanya terdapat di Brasil pada waktu itu. Karena itu pemerintah Brasil melarang 
membawa keluar pohon, bibit atau cangkokan pohon karet keluar dari Brasil. Tapi 
Bealnda dan Inggris menyelundupkannya keluar Brasil dan menanamnya di Malaysaia 
dan Indonesia.
Waktu itu semua bahan2 untuk membangun theater itu didatangkan dari Eropah dari 
berbagai negri dan pelukisnya dari Italia. Pakaian pesta istri bangsawan karet 
untuk dicuci saja dikirim ke Inggris. Tapi setelah tanaman karet tumbuh di Asia 
Tenggara, Brasil kalah saingan.
Kenapa Brasil kalah saingan dalam hal karet tapi tidak dengan Kedelai , gula 
dan kopi, terutama achir2 ini?  Soalnya ongkos buruh di Asia lebih murah dan 
latex tidak bisa dipanen dengan mesin2 modern. Sebaliknya tebu, kedelai dan 
kopi dipanen dengan mesin2 modern (buatan brasil), sehingga meskipun buruh 
Brasil lebih mahal (dan kurang produktiv) tapi dengan bantuan mesin modern bisa 
menekan costprice.
Lain tujuan tourist adalah naik kapál di super River of Amazon dimana lebarnya 
mencapai 16 km (= 16.000 m), karenanya ada ombak seperti dilaut, melihat dua 
anak sungai amazon yg satu hitam tansparent dan lain coklat lumpur, waktu 
bertem,u tiodak bercampúr, dan mengunjungi aldeia (desa) orang pribumi 
(Brasilian indian).

Kirim email ke