res : Apa yang dilakukan oleh rezim neo-Mojopahit terhadap ex serdadu ISIS yang 
kembali dari Timur  Tengah? Dipelihara dan biarkan merajalela untuk 
mengintimidasi penduduk Minoritas? 

http://sp.beritasatu.com/home/ancaman-is-di-asia-tenggara-meningkat/117306

Ancaman IS di Asia Tenggara Meningkat
C-5 | Rabu, 26 Oktober 2016 | 16:36
 Ilustrasi kelompok ISIS [Istimewa] [JAKARTA] Asia Tenggara kini menghadapi 
peningkatan ancaman dari ekstrimis seperti kelompok pendukung Negara Islam 
(IS), tapi sayangnya penegak hukum belum siap menghadapi risiko tersebut. 
Bahaya utama datang dari wilayah Filipina Selatan dimana kelompok ekstrimis Abu 
Sayyaf telah bersumpah setia kepada IS.

Laporan itu disampaikan oleh Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) 
yang dipimpin oleh pengamat terorisme internasional, Sidney Jones. Disebutkan, 
kelompok teroris di Filipina Selatan memiliki kaitan ke wilayah lain di 
kawasan, khususnya Indonesia dan Malaysia. IS juga telah mendorong militan yang 
berbasis di Filipina sebagai “amir” atau pemimpin untuk kawasan Asia Tenggara.

“IS telah memperdalam kerja sama diantara kelompok-kelompok ekstrimis di Asia 
Tenggara,” sebut laporan IPAC hari Selasa (25/10).

Selain itu, tren terbaru yang berkembang adalah munculnya pangkalan rekrutmen 
ekstremis serta pembukaan jaringan baru untuk pendanaan internasional dan 
komunikasi. “Peningkatan kekerasan mematikan di Filipina yang melibatkan 
aliansi-aliansi kelompok pro-IS hanya persoalan kapan, bukan jika lagi. Itu 
bisa juga meningkatkan kemungkinan operasi-operasi ekstrimis lintas batas,” 
tambah laporan IPAC.

Kebanyakan lembaga penegak hukum di Asia Tenggara masih mempertahankan kekuatan 
orientasi nasional, tanpa dilengkapi keahlian untuk menangani kelompok-kelompok 
di luar perbatasan mereka. IS saat ini terus kehilangan wilayah kekuasannya di 
Irak dan Suriah, sehingga berdampak kepada meningkatnya resiko serangan balas 
dendam di Asia Tenggara.

Ancaman itu semakin jelas setelah Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk 
Filipina, Philip Goldberg, menyatakan Amerika tetap ingin terlibat dalam 
kampanye untuk menumpas militan Islam di Filipina Selatan, meskipun Presiden 
Filipina Rodrigo Duterte mengancam untuk menendang keluar pasukan AS dari 
wilayah itu.

Sebagian wilayah Asia Tenggara juga berjuang mengatasi militan IS serta ratusan 
kelompok radikal lain yang ingin bergabung dengan IS. Misalnya saja, salah satu 
kelompok militan di Timur Tengah yang menamakan dirinya sebagai Katibah 
Nusantara, diyakini tetap berhubungan rutin dengan militan dari negara asal 
mereka. [AFP/Reuters/C-5]

Kirim email ke