Ada yg lagi kebelet. Apa mungkin bung Marco? ha ha ha (ini nggak serius kok).
---Penelpon yang mengaku bernama Helmi itu mengancam akan meledakkan tempat 
itu, apabila lokalisasi Dolly tidak dibuka kembali dalam waktu tiga hari sejak 
ancaman itu disampaikan.
...http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161022214756-20-167241/risma-desak-polisi-usut-teror-bom-di-balai-kota-surabaya/
Risma Desak Polisi Usut Teror Bom di Balai Kota Surabaya
Lesthia Kertopati, CNN IndonesiaSabtu, 22/10/2016 21:47 WIB   
   - Sebarkan:
    
   - 
    
   - 
    
   - 
Wali Kota Surabaya Tri Rismarini mendesak kepolisian mengusut teror bom di 
Balai Kota Surabaya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Jakarta, CNN Indonesia -- 
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta pihak kepolisian menelusuri ancaman 
bom dari orang tidak dikenal melalui telepon, yang ditujukan untuk rumah dinas 
wali kota dan Balai Kota Surabaya, beberapa hari lalu.

"Kami sudah minta Densus 88 untuk mengungkap teror bom itu," kata Risma, usai 
menerima tamu Word Bank di rumah dinasnya di Jalan Sedap Malam, Surabaya, Sabtu 
(22/10).Mengutip ANTARA, Risma menyebut penelepon gelap mengancam akan 
meledakkan rumah dinas wali kota dan balai kota Surabaya. Namun, dia mengaku 
tidak takut.

"Saya tidak takut dengan ancaman itu," katanya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) 
Pemkot Surabaya Soemarno mengatakan Rumah Dinas Wali Kota Surabaya dan gedung 
Pemkot Surabaya mendapat teror bom dari orang tidak dikenal melalui telepon 
pada Rabu (19/10) sore.

Ancaman bom tersebut diterima Riaman, petugas jaga di rumah dinas Wali Kota 
Surabaya.

Penelpon yang mengaku bernama Helmi itu mengancam akan meledakkan tempat itu, 
apabila lokalisasi Dolly tidak dibuka kembali dalam waktu tiga hari sejak 
ancaman itu disampaikan.

Berkaitan dengan hal itu, Risma menilai adanya keanehan.

"Kapan saya buka Dolly, kok sekarang diminta buka Dolly," kata Risma.

Risma menegaskan ditutupnya Dolly bukan untuk menyusahkan warga di sekitar 
tempat lokalisasi tersebut, melainkan guna membantu menyejahterakan masyarakat 
Dolly dalam segi prekonomian.

Terlebih, kata Risma, anak-anak yang berada di kawasan Dolly. Mereka jauh 
tertinggal dibanding anak-anak pada umumnya, khususnya dalam segi pendidikan.

"Yang paling saya perhatikan prekonomian mereka, nasib pendidikan anak-anak di 
sekitar. Makanya kita kasih beasiswa pada mereka, kita beri pelatihan wirausaha 
kepada warga setempat," katanya.

Penjagaan Diperketat

Pasca mendapatkan ancaman teror melalui telepon, penjagaan di lingkungan 
Pemerintah Kota Surabaya pun diperketat. Salah satunya, dengan memasang alat 
pendeteksi logam di pintu masuk menuju Balai Kota Surabaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fikser, mengatakan pemasangan sudah 
dilakukan sejak Kamis (20/10) lalu. Hanya ada satu pintu masuk ke Balai Kota 
Surabaya, sehingga setiap orang yang akan masuk harus melewati pemeriksaan itu.

(ANTARA/les)


Kirim email ke