http://kabar24.bisnis.com/read/20161018/78/593661/wali-kota-risma-raih-penghargaan-utama-dari-ihs

Wali Kota Risma Raih Penghargaan Utama Dari IHS
 Newswire  Selasa, 18/10/2016 19:17 WIBWali Kota Surabaya Tri 
Rismamaharini.Bisnis.comKabar24.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri 
Rismaharini menerima penghargaan utama dari Institute for Housing and Urban 
Development Studies (IHS) Alumni International Awards atas prestasinya membawa 
perubaan positif di lingkungannya.

"Perjuangan menjadi wali kota tidak mudah. Banyak hambatan dan tanggung jawab 
yang harus dipikul sangat berat," ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam 
siaran persnya melalui Humas Pemkot Surabaya di Surabaya, Selasa (18/10/2016).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Utusan Khusus Perwakilan Kerajaan Belanda 
Henk Ovink di sela-sela rangkaian forum Habitat III di Quito, Ekuador, Senin 
(17/10) malam waktu setempat.

IHS Alumni International Awards diberikan kepada para jebolan IHS yang dinilai 
berprestasi dan mampu membawa perubahan positif di lingkup tempat kerjanya. 
Tahun ini, Risma dinobatkan menjadi pemenang utama IHS Alumni Internasional 
Awards. Pada posisi runner up ditempati Profesor Alfredo Garay dari Argentina 
dan Chief Willie Abiano asal Nigeria.

Awalnya, Risma tampak semringah menerima penghargaan tersebut. Namun, saat 
diberi kesempatan menyampaikan sepatah-dua kata, raut wajah orang nomor satu di 
Pemkot Surabaya itu mulai berubah. Tetes air mata haru mulai membasahi pipi 
Risma.Dia terkenang perjuangannya saat menempuh pendidikan jurusan Urban 
Development di IHS, Rotterdam, Belanda hingga menjadi Wali Kota Surabaya.

Tak terkecuali, lanjut dia, saat menggagas e-procurement atau sistem lelang 
berbasis elektronik dan sistem e-government untuk mempermudah kinerja manajemen 
pemerintahan. 

Saat itu, Risma merasakan tekanan sangat berat. Bahkan, dia sempat mengalami 
intimidasi dan ancaman-ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepada keluarganya.

Namun, seiring berjalannya waktu, sistem yang digagas dengan penuh perjuangan 
itu terbukti membawa manfaat riil bagi pemkot. Dengan sistem elektronik, pemkot 
mampu menekan angka pengeluaran, sehingga anggaran pun dapat dimanfaatkan 
secara efektif dan efisien.Kenangan

Suasana haru berubah menjadi ceria manakala Risma menceritakan 
kenangan-kenangan semasa menimba ilmu di IHS pada 1996. Saking tingginya minat 
mantan Kepala Bappeko Surabaya itu akan dunia manajemen perkotaan, dia sampai 
mengisi setiap waktu luangnya dengan hal-hal yang berbau tata kota.

"Saat itu konsentrasi saya hanya pada pengelolaan suatu kota. Sampai-sampai, di 
waktu senggang saya bermain game 'Sims City' (permainan membangun kota). Jadi, 
saya tetap belajar dan berlatih tentang tata kota melalui game itu," katanya.

Intinya, Risma menyebut ilmu yang didapat dari IHS sangat berguna bagi 
masyarakat Surabaya. Dia berharap, ke depan makin banyak anak-anak Surabaya 
yang belajar di luar negeri lalu kembali untuk membangun tanah airnya. 

"Kalau selama saya menjabat wali kota pendapatan asli daerah (PAD) Surabaya 
naik 300 persen, itu sedikit-banyak juga karena penerapan ilmu-ilmu yang saya 
peroleh dari IHS," katanya.

Utusan Khusus Perwakilan Kerajaan Belanda Henk Ovink mengatakan, Wali Kota 
Surabaya Tri Rismaharini memang layak menyandang pemenang IHS Alumni 
International Awards 2016 karena dipandang mampu menyeimbangkan antara pikiran 
dan hati. 

"Artinya, yang dipikirkan bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi juga 
perhatian sangat besar pada sisi manusianya," katanya.

Sementara itu, Presiden IHS-Alumni International Board, Mansi Jasuja 
menjelaskan, IHS Alumni International Awards diselenggarakan setiap dua tahun 
sekali. Penghargaan ini pertama kali digelar pada 2012. 

"Jadi, Ibu Tri Rismaharini ini merupakan pemenang edisi ketiga IHS Alumni 
International Awards," katanya.

Kirim email ke