Kelihatannya sekarang ini wanita jadi kepala negara sedang naik daun, 
Chancellor Germany Angela Merkel, Taiwan President Tsai Ing-Wen, South Korea 
President Park Geun-Hye,  sebentar lagi US President Hillary Clinton. Apakah 
Presiden Risma akan menyusul?
---
Dalam deklarasinya, Risma mengatakan sudah saatnya anggota PBB mengambil 
langkah untuk berpartisipasi penuh, termasuk dilibatkannya perempuan dalam 
memperoleh hak yang sama dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di setiap 
pemerintahan daerah. “Kesetaraan gender, pertama dan terutama merupakan hak 
asasi manusia dan keadilan sosial. Kesempatan perempuan untuk berpartisipasi 
seharusnya tidak boleh dibatasi hanya karena fakta bahwa mereka adalah wanita,” 
katanya.
...https://nasional.tempo.co/read/news/2016/10/17/078812691/di-forum-pbb-risma-kita-butuh-lebih-banyak-pemimpin-wanita

Di Forum PBB, Risma: Kita Butuh Lebih Banyak Pemimpin Wanita
SENIN, 17 OKTOBER 2016 | 10:37 WIB   
   - 
   - 
   - 
   - 
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan deklarasi di Konferensi UN 
Habitat di Quito, Equador, Minggu sore waktu setempat, 16 Oktober 
2016.TEMPO.CO, Jakarta – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membacakan 
deklarasi dalam acara Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Habitat (United 
Nation Habitat) di Quito, Ekuador, hari ini, Senin pagi, 17 Oktober, atau 
Minggu pagi waktu setempat. Acara bertema “Pembangunan Perumahan dan Tata Kota” 
itu diikuti 40 ribu orang, yang mewakili seluruh anggota PBB.

Dalam deklarasinya, Risma mengatakan sudah saatnya anggota PBB mengambil 
langkah untuk berpartisipasi penuh, termasuk dilibatkannya perempuan dalam 
memperoleh hak yang sama dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan di setiap 
pemerintahan daerah. “Kesetaraan gender, pertama dan terutama merupakan hak 
asasi manusia dan keadilan sosial. Kesempatan perempuan untuk berpartisipasi 
seharusnya tidak boleh dibatasi hanya karena fakta bahwa mereka adalah wanita,” 
katanya.

Menurut Risma, setiap perempuan harus mendapatkan hak, seperti pendidikan yang 
layak, berekspresi dalam budaya, serta berpartisipasi secara penuh dan aktif 
dalam bidang kehidupan ekonomi dan politik, setara dengan laki-laki. Risma 
menambahkan, adanya kesetaraan gender memberi kebaikan bagi semua lini 
kehidupan karena kesetaraan gender merupakan fondasi dari pembangunan 
berkelanjutan.

"Para wanita dalam sistem demokrasi lokal memegang peran penting. Kita 
membutuhkan lebih banyak kandidat wanita dalam pemilu lokal dalam wilayah kita, 
lebih banyak wali kota dan gubernur wanita yang menjadi pemimpin kota dan 
wilayah. Kita juga membutuhkan lebih banyak pemimpin lokal yang dapat menjadi 
wakil dalam forum, seperti habitat III,” ucapnya.

Selain Risma, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono 
hadir mewakili pemerintah Indonesia. Beberapa wali kota yang mewakili 
negara-negara anggota PBB juga ikut dalam membacakan deklarasi, seperti Wali 
Kota Istanbul, Dakar, Montreal, Barcelona, Pachincha, Teheran, Meksiko, dan 
Timphu.

Sebelum acara konferensi puncak diadakan di Quito, acara pre-konferensi telah 
diadakan tiga kali. Adapun Kota Surabaya pernah menjadi tuan rumah dalam 
penyelenggaraan konferensi ini pada Juli lalu.

DESTRIANITA

Kirim email ke