JK Sebut Cicilan dan Pokok Utang yang 9Harus Dibayar di 2017 Capai Rp 500 Triliun ===================================================================================
*>>> BERAPA BANYAK* Cicilan dan Pokok Utang yang Harus Dibayar asejak ORBA dan GOLKAR BERKUASA dimana Jumblah UANG HUTANG TSB BANYAK DIkorupt Oleh PERWIRA SANAT TINGGI TNI, POLRI dan PARTAI2 POLITIK terutama seperti GOLKAR ......dll? *>> Mengapa JK sering berusaha tampil diMedia dng Pernyatan2 nya yg Controversi dng Apa yg telah dibuatnya disaat **GOLKAR berkuasa sbg Tangan Kanannya Kekuasaan Autoriter Militer dibawah Jendral Korupt Soeharto & Fam. ....?* *>> BAGAiMANA SEKARANG dng POLITIK BAIL OUT BANK CENTURY ? kEMANA ITU uANG YANG SEKIAN BANYAK DILARIKAN ?? KEMANA dan dimana sekerang itu BURONAN BANK CENTURY **yg setelah mendapatkan Jaminan Dari NEGARA melalui Bank Indonesia ( Mantan WaPres.Boediono ).....dan yang MENGHILANG TANPA JEJAK seperti Uang yg 6,7 TRILIUN Rp (USD $ ..? ) **yg hilang tanpa bekas...? * *>> Kampane Cuci Diri sebelum PEMILU 2019 ? dan Masih tetap Berambisi besar menjadi PRESIDEN .... ?? * *>> Setelah Politik Pahlwan DEVISA & Kawin Kontrak ... lalu Pahlwan dan Apa Lagi ...* ? ( Tidakkah sekalian Politik Kontrak Kawin Siri?.... Politik PAHLAWAN KORUPT ..?) Ada2 saja REPUBLIK INI MENCALONKKAN Presidennya ..yang tetap darI SATU ADONAN 2016-10-28 9:01 GMT+02:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > res : *Pembayaran hutang ini terdiri dari hutang dan bunga. Huntang NKRI > kurang lebih 300 miliar dollar, dari segi ini agaknya pembayaran bunga > lebih besar dari hutang yang jatuh tempo. * > > http://nasional.kompas.com/read/2016/10/27/22034631/jk. > sebut.cicilan.dan.pokok.utang.yang.harus.dibayar.di.2017. > capai.rp.500.triliun > > JK Sebut Cicilan dan Pokok Utang yang Harus Dibayar di 2017 Capai Rp 500 > Triliun > Kamis, 27 Oktober 2016 | 22:03 WIB > > Wapres Jusuf Kalla di lokasi proyek Hambalang > > > *JAKARTA, KOMPAS.com* – Pemerintah harus kembali mencicil bunga dan utang > pokok negara yang akan jatuh tempo pada tahun depan. > > Jumlah cicilan yang harus dibayarkan mencapai ratusan triliun. “Bayar > cicilan, bayar pokok tahun depan kira-kira hampir Rp 500 triliun,” kata > Wakil Presiden Jusuf Kalla <http://nasional.kompas.com/tag/Jusuf%20Kalla> > saat membuka Tempo Economic Briefing di Jakarta, Kamis (27/10/2016). > > Dengan besarnya utang yang harus dibayar, Kalla memastikan, akan berdampak > terhadap kondisi perekonomian Indonesia. > > Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang telah disahkan menjadi > Undang-Undang, kemarin, dianggap tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi > secara maksimal. > > “Itu keadaan yang kita hadapi hari ini,” ujarnya. > > Wapres pun meminta agar seluruh pihak dapat membantu pemerintah yang > rencananya kembali berhemat di tahun depan. Termasuk, pemerintah daerah > yang juga perlu berhemat. > > Sementara itu, kendati kebijakan penghematan kembali diterapkan, hal itu > tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan terhadap sejumlah program sosial > kepada masyarakat. > > “Hal yang naik subsidi masyarakat, biaya kesehatan, BPJS Kesehatan, > pendidikan gratis dan sebagainya. Itu menjadi bagian untuk menutup gap > keadilan. Di lain pihak tentu mengurangi anggaran untuk pembangunan,” kata > dia. > > Sebelumnya, anggaran belanja negara yang diputuskan di dalam Rapat > Paripurna DPR, Rabu (26/10/2016) sebesar Rp 2.080 triliun atau naik Rp 10 > triliun dari usulan semula, Rp 2.070 triliun. > > Anggaran belanja itu terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp > 1.315 triliun dan transfer daerah Rp 705 triliun, serta dana desa sebesar > Rp 60 triliun. > > (Baca: APBN 2017, Belanja Negara Ditetapkan Rp 2.080 Triliun) > > Khusus untuk belanja Pemerintah Pusat, terdiri dari belanja kementerian > dan lembaga sebesar Rp 763 triliun, program belanja non kementerian dan > lembaga sebesar Rp 552 triliun. > > Sementara itu target pendapatan negara dalam APBN 2017 sebesar Rp 1.750 > triliun. Terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp 1.748 triliun dan > penerimaan hibah Rp 1,3 triliun. > > Dengan begitu maka defisit APBN 2017 mencapai Rp 330 triliun, atau 2,41 > persen terhadap PDB. > Penulis : Dani Prabowo > > >
