ya memang seseorang sebagai guarantor ataupun sebagai co-signor harus direview keuangannya, credit history dlsb, apa salahnya disini lha wong memang harus begitu.
darimana anda tahu nggak ada data keuangan? aneh banget. apa memangnya anda loan officer-nya yg tutup mata ngasih loan begitu? bagaimana anda tahu sso bayar pajak atau nggak? pakai ayat itu saya cuman ngasih tahu betapa munafiknya anda, bantu orang terus di-koar2kan keseluruh dunia. ayat semacam itu ada di alkitab, koran, dlsb merupakan standar etika. anda sekarang balik seakan saya tahu orang2 yg anda bicarakan itu ilegal, aneh banget, justru saya mempertanyakan darimana anda tahu kalau ilegal? sso ilegal itu nggak bakalan teriak kasih tahu orang statusnya, kalau mereka percaya anda kemudian anda koar2kan jelas menunjukkan betapa munafiknya anda. saya tidak keberatan dan setuju saja Clinton menambah jumlah pengungsi Siria yg masuk ke US, pengungsi2 itu memang sudah sepatutnya ditampung dan diberi jalan hidup, saya bukan-nya paranoid seperti anda yg ketakutan adanya teroris yg menyusup diantara pengungsi. ketakutan akan teroris itu tidak membenarkan mengorbankan para pengungsi. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote : Susahnya apa omong sama ane? Hehehehehe. Jelas ente menyamakan guarantor dan co signor yang harus direview keuangan! Ngaco bisa baca tulisan ente sendiri ndak?!!! Ini tulisan ente: Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi. Gimana bisa diminta data keuangannya? Gimana bisa direview data keuangannya? Bayar pajak sudah ndak!!!! Goblok dipelihara! Ngomong sana sama Tuhan ente. Ane gak ikut2an. Ngaco aja! Bawa2 kitab suci segala! Dasar agamais tapi berkedok sok suci! Ketahuan sekarang belangnya! Hehehehehe. Emangnya ente mau ngomong ente sudah tahu orang2 indonesia yg illegal itu? Kalo sudah tahu orang2 indonesia illegal ini, koq bisa gak tahu gimana kehidupan mereka? Koq bisa gak tahu kalau mereka beli rumah ambil kredit gak usah kasih data keuangan yg mrk gak punya krn gak bayar pajak? Koq tahu ya ane anti pathway to citizenship? Dari mana wangsitnya? Dari dewa mana atau dewi mana? Sinterklas atau hantu halowen? Urus sana negara ente! Jangan suruh orang lain ngurusin negara ente!!!!! Ngaco aja!!!! Sono urus orang illegal yg puluhan juta dari amerika latin dan sebentar lagi kalau Clinton menang bakalan masuk tu orang2 timur tengah…biar tambah seru saja negara ente. Biar kita lihat rame2 gimana Obamacare yg sudah naik premi nya bakalan tambah babak belur enggak ditambah pengungsi2 ini. mari kita lihat rame2 gimana ekonomi USA nantinya. Kalau US dollar jatuh kita lihat gimana reaksinya si jonathan. Lucunya rupiah melemah langsung bashing. Kalau rupiah menguat diam saja. hehehehehe. Dasar orang kerdil hanya main data, serang dan kabur…..hehehehe. Jadi persoalan negara ente itu ya dinegara ente saja. Jangan ganggu negara2 lain termasuk Indonesia ya!!!!!! Indonesia gak pernah ganggu negara ente, jadi jangan ganggu RI!!!! Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, October 30, 2016 5:08 PM To: [email protected] Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan yg saya katakan "guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor." langsung diartikan guarantor sama dengan co-signor, berbicara dgn anda itu susah banget. anda teriak2 membantu orang tetapi anti memberikan pathway to citizenship itu sama saja dgn menikam dari belakang, pura2nya baik tapi orang disuruh jadi gelap terus tidak dikasih jalan jadi terang. tidak ada artinya. "Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Matius 6:2-4 ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Guarantor koq bisa sama dengan co signor? Teori dari mana lagi ini?!! Orang kasih garansi koq bisa sama dengan pembeli. Itu mah beda dul!!!!! Yg ane bilang praktis yg berjalan dinegara ente itu adalah co signor. Apanya yg mau diverifikasi, apa yg mau di review keuangannya? Bayar pajak juga enggak! Duit aja banyak yg dibawa bantal. Kalau gak ngerti, coba tanya2 orang2 indonesia dikota ente yg illegal. Bantu orang2 itu. Jangan hanya bisanya teriak2 doank ngomongin pathway to citizenship dll!!! Bagi ane teriakan2 ini bak kentut disiang bolong!!!! Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Sunday, October 30, 2016 11:50 AM To: [email protected] mailto:[email protected] Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan "tangan kanan memberi tangan kiri jangan sampai tahu" Yg anda katakan dibawah namanya guarantor yg memberi jaminan pribadi atau bisa juga co-signor. Para guarantor dan co-signor juga harus di-review keuangannya, credit history dlsb. Secara total DSR tetap memenuhi. --- Nesare: Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh peminta kredit. Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih. ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Orang satu ini gobloknya minta ampun dan celakanya dipelihara. Sudah ditulis sebelumnya yg diomongin adalah pemberian kredit bisa melebihi standard yg ditentukan oleh suatu perusahaan. Ane kasih tahu contoh praktik yg terjadi dinegara ente bahwa banyak pemberian kredit ke keluarga yg illegal immigrant melebihi standard DSR yg menjadi patokan perusahaan pemberi kredit. Eh ngelantur kemana2 bilang ane gak suka imigran gelap. Emangnya ente yg humanis ini pernah nolong illegal immigrant asal Indonesia? Aduhhhh…kalau ane sudah pernah loh!!!!!! Ya jelas loan officer gak akan nanya yg ambil kredit lah apakah mereka itu illegal atau tidak!!!! Gobloknya minta ampun!!!! Yg terjadi adalah: loan officer approve permintaan kredit yg diajukan oleh peminta kredit. Kalau income nya hanya sedikit misalnya 30%, loan officer approve ngasih 80% krn melihat ada bapak ibu nenek kakek ponakan dirumah itu dan juga mau ikut tanda tangan dalam ambil mortgage itu tetapi income nya gak bisa di verify krn mereka2 ini gak bayar pajak. Jadi DSR yg diikutin tidak bisa jadi patokan krn loan officer tahu bahwa keluarga ini bisa bayar lebih. Emangnya sipenerima kredit goblok mau default kalau gak bisa bayar mortgage nya itu dari bulan pertama? Ente kan bilang 80% dan hanya tersisa 20% buat makan, nonton dan bensin dll. Ini kan asumsi ente yg goblok itu. Ini yg ane bilang dari dulu ente itu cupat pikirannya! Lalu dari pihak pemberi kredit, emangnya mereka ini goblok kalau tidak tahu bahwa pasti ada income sampingan diluar si penanda tangan!!!! Moso’ loan officer nya mau dipecat krn ngasih kredit macet???!!! Ente jelas gak ngerti gimana orang ambil mortgage dinegara ente!!!! Lah gimana mau gaya2 menganalisa apalagi yg di RI….weleh weleh….??!!!! Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Friday, October 28, 2016 11:14 AM To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Anda mengedepankan imigran gelap dengan contoh orang Indonesia dan Latino hal itu jelas menunjukkan pandangan anda yg bigot, memangnya anda melihat dengan mata curiga setiap orang Indonesia dan Latino sebagai imigran gelap? Status keimigrasian seseorang itu tidak ditulis didahi kepala yang bisa dibaca semua orang, tidak ada ketentuan utk memerisa immigration document waktu seseorang mengajukan mortgage bahkan ada UU anti diskriminasi. Seandainya loan officer menanyakan status keimigrasian ke orang2 tertentu hanya karena aksen yg berat sementara pada orang lain tidak ditanyakan itu sudah terhitung diskriminasi karena national origin. Saya tidak tahu secara tepat kasus DSR 80% yang anda bicarakan, tetapi ada yang namanya stated income bagi mereka yang self employed atau usaha sendiri. Apa mungkin ini yang anda maksud? Tetapi tetap saja DSR yg diterapkan 43% untuk back-end ratio. ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Yang ngomong loan officer ngecek dokumen imigrasi itu siapa? Ente ini bisa baca ndak? Ane bilang loan officer memperhitungkan imigran gelap dalam memperhitungkan DSR suatu keluarga. Lah kalau dicek dokumen imigrasinya kan gak boleh dikasih loan nya? Ente kan bilang DSR 30% - 40%. Ane bilang lebih. Ane kasih contoh kasus imigran gelap. Sebetulnya keluarganya hanya punya DSR 80% tapi mortgage loan bisa dikasih karena dimasukkan factor imigran gelap ini yg belum tentu bayar pajak jadi gak bisa diverifikasi pendapatannya. Banyak orang Indonesia yang imigran gelap di USA punya rumah dengan cara ini. Kasihannya kalau mereka curiga ada polisi mau datang, mereka tinggalin saja semuanya termasuk perabot rumah yg baru dibeli. Ini salah satu contohnya. Kalau orang latino lebih seru lagi ceritanya. Minta ampun gobloknya! Orang ngomong apa eh ditanggapi gak keruan2! Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, October 26, 2016 11:21 AM To: Yahoogroups <[email protected] mailto:[email protected]> Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Loan officer sama sekali tidak mengecek immigration documents dan tidak boleh men-diskriminasi baik itu race, national origin, sex, sexual orientation, age, dlsb. Uraian anda dibawah mencerminkan pandangan bigot nan diskriminatory serta pengetahuan yang minim. Yg direview loan officer adalah acceptable proof of income. Setelah 2009 saya lihat acceptable proof of income utk individual tax return, dan ditambah bank statements utk menunjukkan ada duit bayar down payments dan closing cost. --- Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg minta mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain dari tempat lain misalnya bapak ibu yg minta kredit itu illegal tapi tidak bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!! ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Jonathan: saya baru saja check FHA requirements, DSR yg diminta 31% utk front-end dan 43% back-end. sementara yg non FHA biasanya mensyaratkan lebih berat antara 28%-36% front and back-end respectively. Nesare: Ya silahkan cek apa saja. ngapain ane bingung. Negara ente, Bolivia, Indonesia, Nigeria, yaman, afganistan berlainan cara ambil kredit. Apa yang ente mau katakan dgn FHA requirements itu? Jonathan: dalam pemberian loan tidak ada persyaratan ataupun pengecekan immigration document. apakah anda bigot thd undocumented immigrant? posisi saya setuju atas dibukanya path to citizenship. apa posisi anda? Nesare: orang mabuk dan gila ya kaya’ gini ini. Ane ngomong illegal immigrant termasuk undocumented immigrant bisa digunakan sbg factor dalam menentukan DSR artinya DSR yg diterima oleh kreditur bisa lebih tinggi, eh jebulnya ente bilang ane anti illegal immigrant. Minta ampun gobloknya! Orang ngomong apa, ente nangkepnya apa. makanya gak nyambung2 dan ane kerap kali goblok2in ente ya karena ini. Loan officer yg tahu ada illegal immigrant walaupun tahu DSR keluarga yg minta mortgage itu misalnya 80%, itu tetap dikasih. Kenapa dikasih? Karena loan officer itu tahu income yg tercatat tidak akurat dan dia tahu ada income lain dari tempat lain misalnya bapak ibu yg minta kredit itu illegal tapi tidak bayar pajak. Anaknya yg minta kredit itu walaupun illegal tetapi bayar pajak misalnya. Jadi data ini yg dipakai sbg DSR oleh loan officer. Ente ini gak ngerti! Terus cuap2 ke bigot undocumented immigrant lagi?!!! Minta ampun!!! https://gist.github.com/heiswayi/dca25e79011bc26d2b32 https://gist.github.com/heiswayi/dca25e79011bc26d2b32 ini di Malaysia bisa sampai 62.56% Koq tanya2 ane posisinya apa? emangnya kalau ane pro kenapa? Kalau anti kenapa? Sok2an lagi ya?!!! Kalau semua imigran masuk negara ente bisa tenggelam tu negara ente dan kalau gak ada rumah tinggal, ente sudah tahu belum pemerintah bisa menggusur imigran ini? emangnya ente mau jadi sinterklas? Kalau mau, ayo sekarang kerja! Bagi2 duit engkong lu!!! Ini melenceng sedikit krn hanya mau ngingetin orang pinter satu ini: Tempo hari bilang GDP growth Indonesia minus sudah didiamkan ya?!!!! Sampai ane gak mau kasih datanya lagi saking ente itu gobloknya! Ente tahu ndak Indonesia itu hanya sekali minus GDP growthnya sejak merdeka? Tahu kenapa alasannya? Di tahun 1964 krn dihajar sama negara ente!!!! Jonathan: tentang Indonesia saya nggak tahulah, mungkin anda benar DSR nggak dilihat atau nggak diambil pusing. Nesare: ya jelas diindonesia ente gak ngerti. Wong dinegara ente sendiri, ente gak ngerti. Tahunya hanya sikit sikit saja. Pesan sponsor: don’t ever call someone a bigot unless you know its meaning. If not and you still do it, means you resort to two tried-and-true tactics available to someone on the losing side of an argument: first is to silently abandon various critiqued claims, and pretend that you never made them; second is to redefine a key concept – entirely distorting it if necessary – such that one’s original claims are legitimated. You have done both of them. Hehehehe Nesare From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:[email protected] mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:09 PM To: [email protected] mailto:[email protected] Subject: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan saya baru saja check FHA requirements, DSR yg diminta 31% utk front-end dan 43% back-end. sementara yg non FHA biasanya mensyaratkan lebih berat antara 28%-36% front and back-end respectively. dalam pemberian loan tidak ada persyaratan ataupun pengecekan immigration document. apakah anda bigot thd undocumented immigrant? posisi saya setuju atas dibukanya path to citizenship. apa posisi anda? tentang Indonesia saya nggak tahulah, mungkin anda benar DSR nggak dilihat atau nggak diambil pusing. ---In [email protected] mailto:[email protected], <nesare1@... mailto:nesare1@...> wrote : Ngapain ane kasih advise segala? Wong sudah dijalankan diindonesia sejak dulu kala. Emangnya ente buta tuli atau sudah gila? Ente pernah tinggal diindonesia enggak? Jangankan kasih kredit. Diindonesia itu orang kasih kredit malahan gak ada jaminan. Tahu ndak????? Pernah denger namanya bank garansi ndak? Katanya ngerti bisnis. Yg gini2 saja gak ngerti. Sok sokan mau ngomongin USA. Ente tinggal disitu moso’ gak ngerti illegal immigrant dikasih kredit tanpa ada data malahan. Emangnya ente pikir skrg sudah tidak ada lagi praktik ini? Ngaco aja. Sok tahu. Gak ngerti sok cuap2 gak keruan2. Kenapa gak bilang ane kasih advice ke Fed supaya ngurusin illegal immigrant ini? Seharusnya ente tuh yg ngurus. Partai ente kan perlu suara mereka2 ini. Jangan dikait2kan ke Indonesia akh…..ngaco aja. Dari dulu Indonesia gak pernah ada aturan2 sehebat negara ente. Tetap saja tuh Indonesia masih berdiri!!!! Sok baek nih yeah. Seakan2 baik sama Indonesia, bentar lagi bashing lagi.
