anda itu kalau ngomong sok-nya bukan main kayak paling pintar sendiri, tetapi 
saya yakin dari ledekan anda ini anda tidak pernah lihat2 laporan keuangan di 
EDGAR. ini saya kasih contoh diambil dari EDGAR archives Shareholder Equity 
Statement di halaman 
5.https://www.sec.gov/Archives/edgar/data/1313275/000119312512428710/d425019dex991.htm

---Nesare: oh ada yg namanya shareholders equity ya dalam financial statements? 
Kaya’ apa ya bentuknya? Hehehehehe. Jelas2 sekali ente ini gak ngerti apa itu 
financial statement!!!!!! Jelas sekali ente gak ngerti apa itu balance sheet!!!!

---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Jonathan: Menurut saya sih makin banyak saham yang dilepas ke publik makin baik 
dan makin terbuka.Nesare: eh ceritain donk sama kita2 ini gimana semakin banyak 
saham yg dilepas ke public bisa semakin baik? Kenapa ada perusahaan public 
berubah jadi perusahaan privat? Tapi ngomong2 tahu ndak istilah2 ini? terus 
kalau perusahaan public ini yg mayoritas  dipegang oleh bbrp orang lalu 
likwidasi/bangkrut kan perusahaan public itu, siapa yang nanggung? Jonathan: 
Ada beberapa ketentuan yg bisa mencegah hal2 kayak anda sebutkan. Yg pertama 
dan utama saya rasa adalah financial disclosure (yang telah diaudit sebelumnya) 
baik annually ataupun quarterly, umumnya 4 financial statements seperti balance 
sheet, cash flow, income statements, dan shareholders equity.Nesare: oh ada yg 
namanya shareholders equity ya dalam financial statements? Kaya’ apa ya 
bentuknya? Hehehehehe. Jelas2 sekali ente ini gak ngerti apa itu financial 
statement!!!!!! Jelas sekali ente gak ngerti apa itu balance sheet!!!!Oh begitu 
ya dgn audit semua beres? Oh ente tahu ndak kasus Enron itu kenapa bisa 
terjadi? Ini yg ditakuti oleh bung Chan! Emangnya sebelum kasus enron gak ada 
audit??!!! Ngomong gede tapi isinya secuil doank!!!! Jonathan: Kedua, regulator 
seperti SEC (di Amrik) ataupun Bapepam (di Indonesia) bisa men-suspend saham2 
tertentu untuk melindungi publik dan investor.Nesare: koq suspend oleh bursa 
bisa nolong rakyat itu ceriteranya gimana? Wong sahamnya sudah babak belur 
jatuh berantakan, terus di suspend sahamnya gak boleh diperdagangkan lagi bisa 
balikin harga saham utk naik lagi? Hebat ya teori ente ini ya?!!! Kalau begitu 
mari ikutin petunjuk engkong jonathan kalau ada suspense saham oleh otoritas 
bursa, beli sahamnya krn pasti akan naik setelah dibuka lagi perdagangannya. 
Mari keuntungannya dipakai rame2 buat kasih mereka yg digusur!!! Mari…..mari….. 
Jonathan: Ketiga, pasar saham seperti NYSE (di New York) ataupun BEI (di 
Jakarta) juga bisa "halt" ataupun "delay" saham2 tertentu seandainya ada berita 
yg mengakibatkan perubahan harga.Nesare: orang ini gila atau apa ya berani2nya 
bilang otoritas bursa bisa halt dan delay perdagangan suatu saham krn ada 
berita yg mengakibatkan perubahan harga. Semua berita yg berkaitan dgn 
perusahaan selalu akan mengakibatkan perubahan harga. Ini teorinya orang 
belajar bisnis. Jadi kalau begitu setiap saat otoritas bursa itu kerjaannya 
halt dan delay perdagangan saham ya???!!! Wah ini bakalan kerjaan utamanya 
donk!!!! Hehehehehe. Gak keruan2 orang satu ini!!! Jonathan: Selain itu dalam 
perdagangan ada mekanisme2 tertentu yg bisa digunakan investor agar tidak 
terjerembab terlalu jauh seperti misalnya stop-limit order.Nesare: kumur2 lagi. 
Stop limit order adalah teknik cari duit dan termasuk ngurangin rugi. Yg 
ditanya chan adalah gimana kalau mayoritas pemilik tidak bertanggung jawab dan 
kaburin duit rakyat banyak yg beli sahamnya setelah go public! Terus chan tanya 
gimana ceriteranya pemberian kredit itu apa bisa sama dgn masalah saham2 yg 
dikaburin oleh pemilik yg tidak bertanggung jawab. Orang ini sudah gila!!!! 
Pasti!!!! Nesare   From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 26, 2016 10:48 AM
To: Chan CT <sadar@...>; [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan  Menurut saya sih 
makin banyak saham yang dilepas ke publik makin baik dan makin terbuka. Ada 
beberapa ketentuan yg bisa mencegah hal2 kayak anda sebutkan. Yg pertama dan 
utama saya rasa adalah financial disclosure (yang telah diaudit sebelumnya) 
baik annually ataupun quarterly, umumnya 4 financial statements seperti balance 
sheet, cash flow, income statements, dan shareholders equity. Kedua, regulator 
seperti SEC (di Amrik) ataupun Bapepam (di Indonesia) bisa men-suspend saham2 
tertentu untuk melindungi publik dan investor. Ketiga, pasar saham seperti NYSE 
(di New York) ataupun BEI (di Jakarta) juga bisa "halt" ataupun "delay" saham2 
tertentu seandainya ada berita yg mengakibatkan perubahan harga. Selain itu 
dalam perdagangan ada mekanisme2 tertentu yg bisa digunakan investor agar tidak 
terjerembab terlalu jauh seperti misalnya stop-limit order.On Tuesday, October 
25, 2016 10:50 PM, Chan CT <sadar@...> wrote: Lho, ... yang saya persoalkan 
dipasar bursa saham bisa terjadi perusahaan yang nyaris bangkrut justru bisa 
menaikkan nilai saham nya. Apalagi kalau diperboleh lebih 80% saham perusahaan 
dilepas kepublik, kan kasihan publik, begitu banyak pembeli saham bodong jadi 
dirugikan, ...! Entah bagaimana cara atau ada ketentuan yang bisa menghadang 
kenakalan sementara kapitalis ngakali pembeli saham perusahaannya, ...??? 
Salam,ChanCT   From: jonathangoeij@... [GELORA45]Sent: Wednesday, October 26, 
2016 10:23 AMTo: [email protected]: Re: [GELORA45] Perusahaan 
Publik dan Penghisapan  bung Chan, yg ditanyakan apa?

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :Eeeii, ... kok diskusinya 
jadi nyelonong ke pemberian kredit perusahaan? Kalau masalah ini jelas terjadi 
KECURANGAN antara pemberi-penerima kredit? Misalnya saja yang pernah saya 
ikuti, kasus pembelian tanah Bank Of China di AS, itu yang bongkar justru pihak 
AS, kenapa harga tanah bisa dimark-up lebih 3 X lipat harga pasar, ... 
diusutlah GM BOC di HK itu dan ditangkp ksus korupsi. Tapi yang saya persoalkan 
masalah nilai SAHAM perusahaan apa juga bisa terjadi dengan pemberian kredit 
begitu? Hehehee, ... menarik juga lika-liku dunia bisnis! Salam,ChanCT  From: 
nesare1@... [GELORA45]Sent: Wednesday, October 26, 2016 4:41 AMTo: 
[email protected]: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik dan 
Penghisapan  Ngapain ane kasih advise segala?Wong sudah dijalankan diindonesia 
sejak dulu kala. Emangnya ente buta tuli atau sudah gila?Ente pernah tinggal 
diindonesia enggak?Jangankan kasih kredit.Diindonesia itu orang kasih kredit 
malahan gak ada jaminan. Tahu ndak?????Pernah denger namanya bank garansi 
ndak?Katanya ngerti bisnis. Yg gini2 saja gak ngerti.Sok sokan mau ngomongin 
USA. Ente tinggal disitu moso’ gak ngerti illegal immigrant dikasih kredit 
tanpa ada data malahan.Emangnya ente pikir skrg sudah tidak ada lagi praktik 
ini?Ngaco aja. Sok tahu. Gak ngerti sok cuap2 gak keruan2.Kenapa gak bilang ane 
kasih advice ke Fed supaya ngurusin illegal immigrant ini?Seharusnya ente tuh 
yg ngurus. Partai ente kan perlu suara mereka2 ini.Jangan dikait2kan ke 
Indonesia akh…..ngaco aja.Dari dulu Indonesia gak pernah ada aturan2 sehebat 
negara ente. Tetap saja tuh Indonesia masih berdiri!!!!Sok baek nih yeah. 
Seakan2 baik sama Indonesia, bentar lagi bashing lagi.NesareFrom: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 4:13 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan Penghisapan Yg anda sebut dibawah 
ini yg bikin financial crisis th 2008 yg lalu, lebih parah dari yg anda katakan 
dibikin creative financing yg dalam beberapa th pertama debt payments sangat 
kecil sekali bahkan jauh lebih kecil dari bunga dan cilakaknya selisihnya 
dimasukkan ke pokok. Sekarang sudah dibikin regulasi yg melarang praktek 
seperti ini juga dibentuk Consumer Financial Protection Bureau, sayangnya calon 
presiden Donald Trump bermaksud menghilangkan regulasi2 itu dan mengeliminasi 
bureau itu.Apa anda memberi advise agar Indonesia juga mengalami financial 
crisis?---In [email protected], <nesare1@...> wrote :Yang ngaco yang 
mana?Diindonesia itu malah bisa lebih dari 70% kalau lendernya tahu siapa 
bapaknya, kakeknya, neneknya, pembantunya.Koq ngaco?Di USA itu standar nya 35% 
- 40% dari pretax income. Jadi lebih besar lagi dari gross income dan bisa 
sampai 50%.Kalau credit rating nya bagus, bisa saja dikasih sampai 70%.Ini yg 
terjadi waktu dulu yg terkenal dgn istilah subprime mortgage.Malahan 
pengeluaran loan sub prime mortgage ini bisa dikeluarkan dengan memasukkan data 
palsu dari undocumented artinya imigran gelap bisa dikasih mortgage krn 
pekerjaannya tidak tertera dalam IRS krn gak bayar pajak. Oleh lender dikasih 
krn mereka menganggap illegal immigrant ini punya duit walaupun tidak bayar 
pajak.Apanya yg ngaco??Ente itu pengetahuannya kecil!!!Teriak2 tapi ngaco 
terus!!!NesareFrom: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 3:32 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan PenghisapanOmongan ngaco, buat 
orang kebanyakan mana ada debt payment dibanding penghasilan (DSR) mencapai 70% 
itu. ha ha ha. Sebentar saja sudah ngajuin bangkrut.Biasanya sih berkisar 
30%-an, di US umumnya 28% front-end ratio dan 36% back-end ratio. Ada 
perkecualian memang utk mereka yg high-income.---Begitu juga kalau orang ambil 
kredit rumah atau mortgage atau hipotek, itu ada batasnya dan biasanya batas 
ini sekian persen dari penghasilannya.Umumnya 70% adalah standard umumnya.---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :

Hutang itu diberikan krn ada jaminan/collateral.Kalau hutang gak bisa dibayar 
itu bukan peminjam saja. itu resiko yg memberikan pinjaman. Kenapa kasih 
pinjaman diatas asset?Ini gak mungkin dalam bank. Bank ada istilah legal 
lending limit. Pinjaman dipatok sekian persen dari agunan/jaminan yg ada.Begitu 
juga kalau orang ambil kredit rumah atau mortgage atau hipotek, itu ada 
batasnya dan biasanya batas ini sekian persen dari penghasilannya.Umumnya 70% 
adalah standard umumnya.Seperti yg telah saya tulis sebelumnya PT di Indonesia 
= corp di USA itu membatasi liability terbatas dalam asset saja. dalam balance 
sheet/neraca itu tertera kesehatan suatu perusahaan. Kelihatan assetnya, 
hutangnya dan sahamnya. Gak aneh ada perusahaan yg hutangnya melebihi asset 
tapi dikasih pinjaman. Kreditur yg ngasih hutang dalam situasi ini biasanya 
adalah venture capitalist dimana mengharapkan produk baru yg dihasilkan akan 
terbang. Ini misalnya facebook yg tadinya gak ada penghasilan tetapi orang2 
tahu bakalan hebat yg dikasih pinjaman. Jadi hutang sudah ada sebelum ada 
penerimaan yg artinya hutang lebih besar dari penerimaan.SalamNesareFrom: 
[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 10:55 AM
To: [email protected]; nesare1@...
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan PenghisapanOoouh, tentu saja 
tidak ada yang bisa menjamin satu perusahaan itu beruntung atau jatuh pailit, 
... dalam bisnisnya. Yang jadi masalah dalam bursa saham terjadi gerak semu, 
seperti perusahaan itu sedang maju beruntung dan menaikkan nilai sahamnya, tapi 
sesungguhnya sedang dalam krisis. Bukankah gejala-gejala macam ini yang 
mestinya dicegah, ...Yaa, ... kapitalis yang kabur itu bukan dipasar bursa 
saham tentunya, tapi dalam pengertian meninggalkan perusahaannya dengan 
segunung hutang-hutangnya, termasuk upah karyuawan/buruh nya, ... itu yang 
ternyata buuaanyak terjadi di Tiongkok, khususnya saat diterpa krismon 
2008.Salam,ChanCTFrom: nesare1@... [GELORA45]Sent: Tuesday, October 25, 2016 
9:49 PMTo: [email protected]: RE: [GELORA45] Perusahaan Publik 
dan Penghisapan



Chan: Kalau ternyata perusahaan itu sudah dalam keadaan kritis dan sahamnya 
harusnya sudah JATUH drastis, kan yang dirugikan publik? Sedang si kapitalis 
bisa saja kabur setelah penjualan saham masuk kantongnya, ...Nesare: sori yg 
ini ketinggalan dan pertanyaan ini penting sekali. Kalau bisnis/perusahaan 
jatuh, untung, setengah mati, setengah hidup itu normal. Begitulah memang 
jalannya suatu perusahaan. Sebagai suatu badan hokum, perusahaan ini sesuai dan 
mentaati hokum dagang dinegaranya. Kalau pailit misalnya ya semua harus ikut 
hokum pailit/bankruptcy law negara masing2. Di inodnesia PT itu = Corp di USA 
artinya liabilities dibatasi dalam perusahaan artinya hutang2 perusahaan tidak 
dapat ditransfer ke harta pribadi pemilik. Berbeda dgn Firma, CV dan tanpa 
bentuk yg adalah peninggalan belanda yg harta individu bisa dilibatkan dalam 
likwidasi/pailit itu. Makanya jangan heran diindonesia banyak orang ribut 
sampai bunuh2an krn masalah hutang perusahaan/bisnis. Pelaksanaan hokum dagang 
di Indonesia belum kuat. Begitu juga bankruptcy law itu baru merangkak sekarang 
ini. lawyer yg berkecimpung dalam bidang ini miskin biasanyaL. Kalau dinegara 
maju wah kaya2.Tentang kapitalis yg bisa kabur itu, ya semua pemiliknya 
kapitalis. Si Amir yg hanya punya 1 saham PT. Bank Mandiri Tbk misalnya itu 
artinya si Amir adalah kapitalis krn menggunakan duitnya sbg kapit utk beli 
saham. Begitu juga mereka yg punya saham2 yg banyak termasuk pemerintah itu 
semuanya adalah kapitalis krn sdh menimbung duit.Jadi gak ada yg bisa menjamin 
suatu perusahaan untung, rugi dll termasuk pemerintah. Begitu juga saham mau 
jatuh, naik, stabil itu juga gak ada yg tahu….oh sori kalau ini hanya 1 orang 
yg tahu, namanya jonathan. Jadi bung boleh tanya dia gimana bikin suatu saham 
naik atau turun. Kalau saya tidak bisa. Kalau ada yg bisa wah….enak 
sekali….pasti semua orang kaya. Tapi kalau semua orang kaya, siapa yg 
miskin?!Istilah kapitalis kabur itu gak ada. Yg ada adalah para 
shareholders/pemegang saham itu bisa keluar dan masuk ke pasar mendapatkan 
keuntungan atau kerugian. Ini konteks public company. Kalau sikapitalis lari 
krn berbuat diluar hokum, itu urusannya hokum dan bukan persoalan kepemilikan 
saham lagi.SalamNesareFrom: [email protected] 
[mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:27 AM
To: [email protected]; nesare1@...
Subject: Re: [GELORA45] Perusahaan Publik dan PenghisapanOK, sementara sekian 
saja dahulu, ... biar saya bisa cernakan pengertian-pengertian yang telah 
diberikan ini.Sekali lagi banyak terimakasih, ...!Salam,ChanCTFrom: nesare1@... 
[GELORA45]Sent: Tuesday, October 25, 2016 9:15 PMTo: [email protected]


Kirim email ke