Denonsdag, 2 november 2016 15:38 skrev May Swan <[email protected]>:
Myimpressions after watching Mata Najwa talk show: are as follows: 1. Mata Najwa is a verycompetent interviewer and very watchable talk show host. I've always enjoyedher programs. 2. The viewers were toldthe main purpose of the entire program was to raise public awareness of the 65historical event especially directed at the young generation who were not awareof what happened. So, it was meant to educate the public. 3. The talk show presenteda number of social activists, human rights lawyer, a historian, a film makerand a number of ex MAHID who formed the large number ofIndonesian exiles in present day Europe. Each offered their viewpointrelated to their personal experience. 4. But the program lackedthe most important single factor which brought up the question "Whyso many innocent people were killed?" 5. They all claimed theywere loyal followers of Soekarno. They claimed they were nationalists. Look ata snipped of the film, a character in the film said " Saya anti Soeharto. Tapi sayabukan KOMUNIS." That was the most important part of the entirefilm that the show wanted to project. 6. Thiswas interpreted as saying "Those people shouldn't be killed. And we(the exiles community) shouldn't be made to suffer, because we wereinnocent." By"Innocent" they meant "Saya bukan KOMUNIS". In other words,lain kalau saya KOMUNIS boleh dibunuh. 7. This is their interpretation of "Innocent". 8. I want to bring up asingle historical factor. Soekarno is the founder of NASAKOM. And,during his time Communist Party was LEGAL. They even haverepresentatives in Parliament. So, during that period being a member ofcommunist was completely LEGAL. 9. Therefore, to say thatthose victims should not be killed because they were all innocent, by"Innocent" meaning they were not members or followers of communistbut followers of Soekarno is in fact against the political and historicalreality of the time. This is the same as saying: If they were communists, then it would be different, thenit would be all right to kill them. 10. Is this the correctpolitical values or human rights values to be instilled to the younggeneration?? Tatiana: Kesan-kesan May Swan setelah nonton Mata Najwa talk show ini sangat menariksekali. Bukanpertama kalinya saya mendengar sejumlahorang yang terhalang pulang mengatakan bahwa mereka anti-Soeharto, tapi bukanKOMUNIS. Dan memang betul pernyataan itu dapat diinterpretasi, karena merekabukan KOMUNIS, maka mereka tidakbersalah dan oleh karena itu sama sekali tidak ada alasan bagi rejim Soehartountuk mengejar-ngejar, membuat mereka menderita, memenjarakan, menyiksa,apalagi membunuh. Dan untuk kasus MAHID, membuat mereka tidak dapat pulang ketanah airnya. Tapi mereka yang memang KOMUNIS, soalnya jadi lain. Yaitu rejimSoeharto bisa dan boleh membunuh mereka, karena mereka KOMUNIS. Kenyataanyang diungkap May bahwa sebelum kudeta merangkak Soeharto, PKI adalah sebuahpartai sepenuhnya LEGAL yang keberadaannya sudah tentu sesuai denganundang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku ketika itu. Namun rejimSoeharto dan pengikutnya jelas tidak mengakui kenyataan dan fakta sejarah ini. Tulisandan kesimpulan May Swan membuat saya teringat perdebatan dan perbedaan pendapatsaya dengan STDjin berkaitan dengan SGT. Masing-masing tetap mempertahankanpendapat dan keyakinannya sendiri. STDjinberpendapat SGT bukan KOMUNIS. SGT bahkan bertentangan pendapat dengan para pimpinan PKI menyangkut sikapterhadap KAPITALISME dan modal domestik. STDjin berusaha membuktikan SGT bukanKOMUNIS dengan mempertentangkan SGT dengan PKI dan menekankan serta menonjolkan KEDEKATAN SGT dengan MURBA dan parapemimpinnya, misalnya Sukarni, dan khususnya Adam Malik yang pernah menjabatWakil Presiden Soeharto. Dengan mendetail SGDjin menceritakan bagaimana baiknya hubunganantara Adam Malik dengan SGT. Sedangkan kita semua tahu MURBA adalah musuh PKI.Permusuhan yang berwatak kelas itu jelas tercermin dalam sikap rejim Suhartokepada kedua partai itu. PKI ditindas dan MURBA tidak. Sayaberpendapat, apakah SGT itu KOMUNIS atau bukan, anggota PKI atau bukan, hanya SGT lah yang tahu. Dan bagi saya,pembuktian SGT komunis atau bukan, sama sekali tidak penting. Saya menilai SGTmenurut sepak terjangnya sepanjang hidupnya dalam pergerakan revolusionerIndonesia dan pikiran yang tercermin dalam berbagai pidato dan tulisannya.Jelas bagi saya, SGT adalah seorang MARXIS, pendukung Sosialisme a la Indonesiayang MENENTANG penghisapan manusia olehmanusia dan sadar akan tahap revolusi ketika itu, yaitu Revolusi nasionaldemokratis di mana kaum borjuasi nasional bukan musuh, melainkan sekutu (baca :SGT,PKI dan SOSIALISME). Dan dalam masalahini SGT SEPENUHNYA sejalan dengan PKI.Perbedaan pendapat antara politikus PKI dan SGT dalam perdebatan di Parlemenyang diungkapkan STDjin adalah normal dalam rangka penerapan prinsip bersekutudengan borjuasi nasional dan mencerminkan atau menterjemahkannya dalamundang-undang atau peraturan yang berhubungan dengan para pemodal domestic dankegiatan ekonominya. UsahaSTDjin untuk membuktikan bahwa SGT bukan KOMUNIS dengan cara di satu pihak mempertentangkannyadengan PKI dan di pihak lain mendekat-kannya dengan MURBA mau tidak mau membuatorang berpikir. Pasti STDjin menganggap sangat tidak adil SGT ditangkap dandipenjara oleh Soeharto (karena SGT bukan KOMUNIS!). Tapi pemenjaraan dan pembantaian terhadaporang-orang KOMUNIS SAMA SEKALI tidak dia persoalkan atau pertanyakan, apalagidikutuk! Sudah tentu ini tidak diexpresikan dalam kata-kata, tapi logika logis(maaf, redundansi) membawa orang ke kesimpulan itu. Jadisaya lihat STDjin berusaha keras “membersihkan” nama SGT dari “noda” komunis.Karena memang sampai sekarang PKI dan komunis dianggap sebagai setan yang membahayakan.STDjin ingin supaya orang dan opini public tidak lagi menganggap SGT sebagaiKOMUNIS karena hubungan dekatnya dengan Adam Malik dan MURBA. Sayamelihat hubungan baik antara SGT dan tokoh-tokoh MURBA adalah normal karenasama-sama satu fraksi. Hubungan personal bisa saja baik. Tapi sayabertanya-tanya apakah SGT sendiri merasa secara ideology dan politik satu jalandengan MURBA? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh SGT sendiri. Tapi caraSTDjin “membersihkan” nama SGT dari “noda” komunis dan PKI cenderung memberikesan dia lebih senang kalau orang/opini public melihat SGT satu jalan denganMURBA, dan bertentangan dengan PKI. Masalahnyaadalah kalau kita mengakui SGT sebagai Marxis, maka tidak mungkin SGT satujalan dengan MURBA!!! Kalau SGT satu jalan dengan MURBA, maka SGT bukan Marxis! Karena orang tahu MURBA serta tokoh-tokohnya BUKAN orang-orang“kiri” atau revolusioner apalagi MARXIS! Kita lihat saja di mana Adam Malik berdiri dalam kaitannya dengan ORDE BARU. Apalagipernah diberitakan Adam Malik sebagai agen CIA. Sayasama sekali tidak heran seandainya betul Adam Malik agen CIA. Karenatokoh-tokoh utama dari grup-grup Trotsky di dunia, banyak yang ada dipihak imperialisme AS. Trotsky sendiri sertafaksinya dalam Partai Bolshevik, sejak tahun 1921, Lenin masih hidup, sudah bekerjasama dengan intelijens Jerman (baca penelitian Grover Furr). Kegiatananti-Partainya dibiayai oleh Jerman (pembayaran Jerman kepada faksi Trotskyatas informasi yang mereka serahkan). Jaditerus terang saya malah terkejut dan heran STDjin lebih senang kalau SGTdinyatakan BUKAN KOMUNIS dan DEKAT dengan MURBA dan BERTENTANGAN dengan PKI!!!Karena MURBA tidak ditindas ORBA, maka SGT serta Baperki juga tidak seharusnyaditindas! Sedangkan PKI dan orang-orang komunis yang ditindas dan dibantai…..,ah itu adalah soal lain dan STDjin tidak mau tahu!!! STDjin menganggap itu bukanurusan dia. Yang penting adalah “merehabilitasi” SGT dan Baperki yang lebihdekat ke MURBA! Titik. KalauMay Swan, dalam kasus sejumlah MAHID yang dengas tegas mengatakan dirinyaanti-Suharto tapi bukan KOMUNIS, jelas dan terus terang kesimpulannya. Yangbukan KOMUNIS adalah orang-orang yang tak bersalah (innocent) maka tidakseharusnya dibunuh , sedangkan orang KOMUNIS , lain lagi soalnya, pembantaian terhadap merekadapat dibenarkan! Dan ini senafas dengan tulisan STDjin yg berusaha membantah tuduhan "komunis" kepada SGT!
