Pada Jumat, 4 November 2016 12:05, Mohammad Kasim <[email protected]>
menulis:
Daftar detikconnect MasukDaftar detikconnect Masuk
-
- Home
-
- Berita
-
- Daerah
-
- Internasional
-
- Fokus
-
- Kolom
-
- Wawancara
-
- Tokoh
-
- Pro Kontra
-
- Infografis
-
- Foto
-
- Video
-
- Indeks
-
SolusiUKMNEW · Most Popular · Hoax or Not · Opini Anda · Suara Pembaca · Blog ·
Profil · Pilkada DKINEW · · ·detikNews / Berita / Detail BeritaFollow
detikcomJumat 04 Nov 2016, 15:43 WIB
Buni Yani Akui Salah Transkrip Ucapan Ahok Soal Surat Al Maidah Ayat 51
Herianto Batubara - detikNewsShare 0Tweet Share 0489 komentarFoto: Ilustrasi:
Andhika Akbaryansyah/detikcomJakarta - Demo massa 4 November ini tak terlepas
dari postingan tulisan Buni Yani di Facebook saat mengunggah video Ahok soal
Surat Al Maidah ayat 51. Buni Yani sendiri sebenarnya sudah mengakui bahwa
dirinya salah mengutip ucapan Ahok. Bagaimana ceritanya?
Masalah ini berawal saat Buni Yani memposting video Ahok yang tengah berbicara
di hadapan warga di Kepulauan Seribu. Di postingan video itu, dia juga
memasukkan tulisan bernada provokatif. Begini tulisan Buni Yani di video yang
diunggahnya tersebut:
"Penistaan terhadap agama?
"Bapak-ibu (pemilih muslim)...dibohongi Surat Al Maidah"...(dan) masuk neraka
(juga bapak-ibu) dibodohi,"
"Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini."
Demikianlah postingan tulisan Buni Yani yang diunggahnya ke Facebook pada Kamis
(6/10/2016) lalu. Postingan video dan tulisan Buni Yani itu pun langsung viral.
Terjadi pro dan kontra di kolom komentar postingannya itu.
Banyak umat Islam yang emosinya tersulut setelah melihat postingan Buni Yani
itu. Postingan itu pun jadi viral karena dishare netizen ke berbagai media
sosial lainnya.
Namun saat itu, sejumlah orang juga memprotes keras Buni Yani. Mereka keberatan
karena menilai Buni Yani 'memelintir' ucapan Ahok. Tulisan Buni Yani di
Facebook itu tidak sesuai dengan ucapan Ahok, apalagi videonya tidak dimuat
utuh.
detikcom sendiri telah melihat video Ahok di Kepulauan Seribu saat bicara soal
Surat Al Maidah ayat 51 itu secara utuh. Di video itu, Ahok memang tidak ada
menyebut 'dibohongi Surat Al Maidah', namun 'dibohongi pakai Surat Al Maidah'.
"Jadi enggak usah pikiran 'Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya
bubar'. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan
bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin
pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu
hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya
takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan
pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa
enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok
nih," demikian petikan ucapan Ahok saat itu.
Baca juga: Ini Video Utuh Ahok Pidato Singgung Surat Al Maidah 51 yang Jadi
Polemik
Di acara Indonesia Lawyers Club TVOne pada Selasa (11/10) lalu, Buni Yani sudah
bicara soal awal mula dirinya memposting video Ahok dan juga tulisannya di
video itu.
Di acara tersebut Buni Yani mengisahkan, saat pulang ke rumah dan hendak mandi
pada Kamis (5/10), dirinya membuka Facebook. Di timeline-nya muncul tautan dari
akun Media NKRI soal video Ahok di Kepulauan Seribu. Di video itu ada tulisan
pengantar 'Ahok mengatakan ada kebohongan pada Al Maidah Ayat 51, bagaimana
menurut Anda?'
"kemudian tertarik saya dengan pengantar ini. Lalu saya coba klik video
tersebut, setelah saya klik memang betul. Itu luar biasa menarik. saya
berulang-ulang dengar rupanya ada sesuatu yang sangat sensitif yang dikatakan
oleh sumber tersebut dan yang mengatakannya adalah pejabat tersebut (Ahok).
Sebagai seorang wartawan dan peneliti media, ini kelihatannya saya harus share
ke orang bahwa ada lho seorang pejabat publik yang kita gaji, kita ongkosi
program-programnya kemudian dia menyinggung sesuatu yang kelihatannya
kurang...dalam pandangan saya mestinya tidak dikatakan karena sensitif," kata
Buni Yani.
Meski menyatakan telah mendengar rekaman video Ahok berulang-ulang, Buni Yani
mengakui bahwa dirinya salah mentranskrip ucapan Ahok. Dia mengakui Ahok memang
tidak ada menyebut 'dibohongi Surat Al Maidah', namun 'dibohongi pakai Surat Al
Maidah'.
"Jadi karena saya tidak menggunakan earphone jadi itu enggak ketranskrip. Tapi
tadi saya lihat memang ada kata pakai, saya mengakui kesalahan saya sekarang,"
ucap Buni Yani.
"Tetapi, meskipun saya mengakui kesalahan saya persoalan kata pakai, secara
semantik bahwa tetap di sana ada unsur sensitif yang mestinya tak diucapkan
oleh pejabat publik," imbuhnya.
Baca juga: 'Apa yang Saya Lakukan Jika Agama Dihina' Viral di Medsos
(hri/tor)Baca Juga
Wapres JK Siap Temui Perwakilan Demonstran
Jebol Kawat Baja Berduri, Massa Pendemo Dorong-dorongan dengan Brimob
Kapolda dan Pangdam Ajak Habib Rizieq Bicara di Atas Mobil Komando
Massa Mulai Tinggalkan Jalan Medan Merdeka
Orasi Ahmad Dhani: Kenapa Jokowi Tak Mau Terima Habib dan Ulama?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.comNews Feed
BERITA TERBARU+
-
Wapres JK Siap Temui Perwakilan Demonstran Jumat 04 Nov 2016, 17:02 WIB
-
Jebol Kawat Baja Berduri, Massa Pendemo Dorong-dorongan dengan Brimob Jumat 04
Nov 2016, 17:02 WIB
-
Kapolda dan Pangdam Ajak Habib Rizieq Bicara di Atas Mobil Komando Jumat 04 Nov
2016, 17:02 WIB
-
Massa Mulai Tinggalkan Jalan Medan Merdeka Jumat 04 Nov 2016, 16:58 WIB
BLOGDETIK+
-
Jadikan Demo 4 November Sebagai Titik Balik Untuk Taat dalam Beragama Kamis,
03/11/2016 10:12 440175Posted By : aribicara
-
Pola Pengasuhan Orang Tua Yang Tepat Bagi Anak Jaman Kini Jumat, 04/11/2016
13:14 440301Posted By : dedelisnur
Most
PopularMost
Commented
- 1
Buni Yani Akui Salah Transkrip Ucapan Ahok Soal Surat Al Maidah Ayat 51
- 2
Massa Berbendera HMI Tarik Kawat Berduri dan Lempari Aparat di Depan Istana
- 3
Muncul Bendera Hitam Bergambar AK-47 Berkibar di Tengah Pendemo Menuju Istana
- 4
Habib Rizieq: Presiden Harus Instruksikan Ahok Ditangkap Sekarang Juga
- 5
Puluhan Perwakilan Pendemo Diterima Istana
- 6
Tenangkan Massa HMI, Habib Rizieq: Adik-adik Tenang, Kita Ingin Revolusi Damai
- 7
Kapolda dan Pangdam Boncengan ke Istana Wapres, JK: Jangan Ada yang Menembak
- 8
Tolak Ditemui Wiranto, Perwakilan Pendemo: Kami Hanya Mau Presiden
- 9
Naik Mobil ke Depan Istana, Habib Rizieq: Kita Mau Ketemu Presiden
- 10
Penampakan Bendera Merah Putih Raksasa di Patung Kuda
SELENGKAPNYA Copyright @ 2016 detikcom, All right reserved · Redaksi ·
Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Privacy Policy ·
Disclaimer--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.