Buni Yani Akui Salah Transkrip Ucapan Ahok Soal Surat Al Maidah Ayat 51
Jumat 04 Nov 2016, 15:43 WIB

Herianto Batubara - detikNews

Foto: Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah/detikcom

Jakarta - Demo massa 4 November ini tak terlepas dari postingan tulisan Buni 
Yani di Facebook saat mengunggah video Ahok soal Surat Al Maidah ayat 51. Buni 
Yani sendiri sebenarnya sudah mengakui bahwa dirinya salah mengutip ucapan 
Ahok. Bagaimana ceritanya?

Masalah ini berawal saat Buni Yani memposting video Ahok yang tengah berbicara 
di hadapan warga di Kepulauan Seribu. Di postingan video itu, dia juga 
memasukkan tulisan bernada provokatif. Begini tulisan Buni Yani di video yang 
diunggahnya tersebut:

"Penistaan terhadap agama?

"Bapak-ibu (pemilih muslim)...dibohongi Surat Al Maidah"...(dan) masuk neraka 
(juga bapak-ibu) dibodohi,"

"Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini."

Demikianlah postingan tulisan Buni Yani yang diunggahnya ke Facebook pada Kamis 
(6/10/2016) lalu. Postingan video dan tulisan Buni Yani itu pun langsung viral. 
Terjadi pro dan kontra di kolom komentar postingannya itu.

Banyak umat Islam yang emosinya tersulut setelah melihat postingan Buni Yani 
itu. Postingan itu pun jadi viral karena dishare netizen ke berbagai media 
sosial lainnya.

Namun saat itu, sejumlah orang juga memprotes keras Buni Yani. Mereka keberatan 
karena menilai Buni Yani 'memelintir' ucapan Ahok. Tulisan Buni Yani di 
Facebook itu tidak sesuai dengan ucapan Ahok, apalagi videonya tidak dimuat 
utuh.

detikcom sendiri telah melihat video Ahok di Kepulauan Seribu saat bicara soal 
Surat Al Maidah ayat 51 itu secara utuh. Di video itu, Ahok memang tidak ada 
menyebut 'dibohongi Surat Al Maidah', namun 'dibohongi pakai Surat Al Maidah'. 

"Jadi enggak usah pikiran 'Ah nanti kalau enggak kepilih pasti Ahok programnya 
bubar'. Enggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang. Kan 
bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin 
pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa-red). Itu 
hak bapak ibu, ya. Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih, saya 
takut masuk neraka dibodohin gitu ya, enggak apa-apa, karena ini kan panggilan 
pribadi bapak ibu. Program ini jalan saja. Jadi bapak ibu enggak usah merasa 
enggak enak. Dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok, enggak suka sama Ahok 
nih," demikian petikan ucapan Ahok saat itu.

Baca juga: Ini Video Utuh Ahok Pidato Singgung Surat Al Maidah 51 yang Jadi 
Polemik

Di acara Indonesia Lawyers Club TVOne pada Selasa (11/10) lalu, Buni Yani sudah 
bicara soal awal mula dirinya memposting video Ahok dan juga tulisannya di 
video itu. 

Di acara tersebut Buni Yani mengisahkan, saat pulang ke rumah dan hendak mandi 
pada Kamis (5/10), dirinya membuka Facebook. Di timeline-nya muncul tautan dari 
akun Media NKRI soal video Ahok di Kepulauan Seribu. Di video itu ada tulisan 
pengantar 'Ahok mengatakan ada kebohongan pada Al Maidah Ayat 51, bagaimana 
menurut Anda?'

"kemudian tertarik saya dengan pengantar ini. Lalu saya coba klik video 
tersebut, setelah saya klik memang betul. Itu luar biasa menarik. saya 
berulang-ulang dengar rupanya ada sesuatu yang sangat sensitif yang dikatakan 
oleh sumber tersebut dan yang mengatakannya adalah pejabat tersebut (Ahok). 
Sebagai seorang wartawan dan peneliti media, ini kelihatannya saya harus share 
ke orang bahwa ada lho seorang pejabat publik yang kita gaji, kita ongkosi 
program-programnya kemudian dia menyinggung sesuatu yang kelihatannya 
kurang...dalam pandangan saya mestinya tidak dikatakan karena sensitif," kata 
Buni Yani.

Meski menyatakan telah mendengar rekaman video Ahok berulang-ulang, Buni Yani 
mengakui bahwa dirinya salah mentranskrip ucapan Ahok. Dia mengakui Ahok memang 
tidak ada menyebut 'dibohongi Surat Al Maidah', namun 'dibohongi pakai Surat Al 
Maidah'. 

"Jadi karena saya tidak menggunakan earphone jadi itu enggak ketranskrip. Tapi 
tadi saya lihat memang ada kata pakai, saya mengakui kesalahan saya sekarang," 
ucap Buni Yani.

"Tetapi, meskipun saya mengakui kesalahan saya persoalan kata pakai, secara 
semantik bahwa tetap di sana ada unsur sensitif yang mestinya tak diucapkan 
oleh pejabat publik," imbuhnya.

Baca juga: 'Apa yang Saya Lakukan Jika Agama Dihina' Viral di Medsos

 


(hri/tor) 

Baca Juga


Kirim email ke