Cara yang tak jauh bedanya ketika AD, AS dan sekutunya mendongkel Bung
Karno tahun 1965.
Dengan memfitnah dan memanipulasi kebenaran, gerakan kiri diobrak abrik
dan selanjutnya
pembantaian massalpun dilakukan . Akhirnya tinggal mendepak Bung
Karno. 411 targetnya
juga seperti itu dan apa yang dikemukakan Djarot ada benarnya.
AA
http://www.antaranews.com/berita/594399/djarot-nilai-demo-4-november-ingin-jatuhkan-jokowi-jk?
utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
*Djarot nilai Demo 4 November ingin jatuhkan
*
*Jokowi-JK*
Sabtu, 5 November 2016 20:43 WIB | 6.539 Views
Pewarta: Afut Syafril
Djarot nilai Demo 4 November ingin jatuhkan Jokowi-JK
Petahana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. (ANTARA
News/Gilang Galiartha)
Dari statement-statement elite politik, ini tidak hanya mengarah
pada Pak Ahok, tetapi juga untuk pemerintahan yang sah sekarang,
Jokowi-JK
Jakarta (ANTARA News) - Petahana Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot
Saiful Hidayat menilai demonstrasi 4 November tidak hanya ditujukan
untuk menjatuhkan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
namun juga berusaha menjatuhkan pemerintahan Jokowi-JK.
"Hati-hati adanya kemungkinan penumpang gelap, kemungkinan misi itu
bukan hanya untuk sasaran pribadi, tapi untuk kepentingan personal dan
politiknya," kata Djarot di Jakarta, Sabtu, saat sebuah acara blusukan.
"Dari /statement-statement /elite politik, ini tidak hanya mengarah pada
Pak Ahok, tetapi juga untuk pemerintahan yang sah sekarang, Jokowi-JK,"
tuduh Djarot.
Dia kemudian mengajak semua calon pasangan Gubernur DKI Jakarta yang
maju pada Pilkada 2017 agar bersaing secara adil dan jujur dengan tidak
menjatuhkan pasangan lain dengan cara-cara provokatif.
Kemarin, perwakilan demonstran berkeras ingin menemui Presiden Joko
Widodo setelah diberi kesempatan bertemu dengan sejumlah menteri yang
telah ditugaskan menerima mereka oleh Presiden, namun menurut Menteri
Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto demonstran
bersikukuh ingin bertemu Presiden.
Presiden Joko Widodo sendiri mengungkapkan sesalnya atas kericuhan yang
terjadi seusai unjuk rasa yang mulai berangsur bubar sekitar pukul 19.00
WIB.
"Kita menyesalkan kejadian bada Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi
menjadi rusuh dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor
politik yang memanfaatkan situasi," ujar Jokowi.
Kericuhan itu terjadi di depan Istana Merdeka tepatnya di Jalan Medan
Merdeka Utara dan Medan Merdeka Barat seusai massa mulai diminta
membubarkan diri oleh koordinator lapangan.
Jokowi juga menyampaikan apresiasi kepada ulama, habib dan tokoh muslim
yang telah menjaga unjuk rasa berlangsung tertib dan sesuai aturan.
Kepala Negara mengatakan pertemuan dengan perwakilan pengunjuk rasa
menyepakati proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama tetap dilakukan secara tegas, cepat, dan transparan.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016