rezim : Indonesia  menuju Suriah, bukan soal sulit sebab rezim neo-Mojopahit 
secara legal maupun ilegal mengiirim tenaga sukarelawan untuk bertempur bersama 
Mujahiddin di Afghanistan, Bosnia, Irak dan Suriah. jadi sudah ada banyak 
tenaga berpengalaman. Dalam negeri sudah juga dilatih dengan dikirim Laskar 
Jihad untuk membasmi kaum Nasrani di Sulawesi Tengah dan Maluku pada akhir abad 
lalu. Di Jawa Timur sesuai berita media bahwa disana ada kurang lebih 10 juta 
pengikut paham radikal. Jadi hanya tunggu tanggal main resminya saja untuk 
pulau Jawa merdeka dan berdaulat menjadi negara tersendiri. 

http://www.dennysiregar.com/2016/10/ketika-indonesia-menuju-suriah.html

Ketika Indonesia Menuju Suriah 
 Penulis Denny Siregar Diterbitkan Senin, Oktober 17, 2016 
Tags 
#DennySiregar 
Analisa 
     
      ISIS 

Seorang teman bertanya, "Ada grand design di balik peristiwa pilkada DKI?. 
"Ada", kata saya. Bismillah, coba pelajari analisa saya.
 
Sejak 2011 saya mengamati pola awal perang Suriah, bagaimana model mereka dalam 
memerangi pemerintahan yang sah dengan konsep pembentukan pemerintahan Islam 
atau khilafah.
 
Tujuan mereka tetap sama, hanya modelnya saja yang berbeda, disesuaikan dengan 
situasi dan kondisinya. Sebelum pilgub DKI, modelnya hampir sama dengan Suriah. 
Mereka membawa isu Syiah dengan membentuk jaringan aliansi nasional anti Syiah 
atau ANNAS dimana-mana. Kata "Syiah" dibangun sebagai stigma supaya mirip 
dengan stigma PKI, sebagai aliran yang berbahaya.
 
Dengan stigma syiah ini, mereka akan menghantam banyak ulama NU dengan tudingan 
Syiah, supaya bisa menguasainya. Dan ketika mereka menguasai NU, seperti mereka 
menguasai MUI, maka mereka akan membenturkannya kemana-mana.
 
Pola ini mirip dengan yang terjadi di Suriah, dimana Bashar Assad dituding 
Syiah dan para ulama terbagi 2, yang pro dan yang kontra pada Bashar. Syaikh 
Ramadhan Al Bouti adalah ulama sunni yang pro Bashar dan meninggal akibat bom 
bunuh diri saat beliau ceramah di masjid.
 
Pernah terjadi seorang yang dianggap ulama di Indonesia menyerukan kata "jihad" 
kepada Syiah. Tetapi karena terlalu prematur, maka seruan itu tidak berdampak 
apapun. Hanya saja sekarang isu Syiah kurang laku, maka mereka mencari model 
lain yang lebih memungkinkan. Yaitu, membenturkan Islam dan Kristen.
 
Mereka menemukan momennya saat Pilkada DKI. Kebencian terhadap Ahok sebenarnya 
lebih diarahkan pada kebencian sektarian, yaitu Cina dan Kristen. Sosok Ahok 
hanya sebagai model saja, bukan tujuan utama.

Momen utama mereka dapatkan ketika Ahok berbicara tentang Al Maidah. Penyebaran 
potongan video yang sudah diedit kemana-mana dengan narasi kebencian pada 
judulnya, adalah bagian dari strategi mereka. Ahok menjadi musuh utama, tapi 
sebenarnya yang ditarget adalah Cina dan Kristen.
 
Masalah ini menjadi lebar, dengan sebuah tuntutan bahwa Ahok harus mundur dari 
pencalonan Gubernur DKI. Mereka menyiapkan booby trap disana, sebuah jebakan 
yang -menurut mereka- pasti akan dimakan, apapun pilihannya.
 
Jika Ahok tetap mencalonkan diri menjadi Gubernur, maka mereka akan terus 
menekan dengan demo yang lebih besar dan serangan melalui media sosial yang 
lebih massif. Perhatikan saja, di beberapa daerah seperti Medan, ada tuntutan 
supaya Ahok mundur, padahal Medan tidak ada urusannya dengan Jakarta.
 
Mereka ini mempunyai jaringan "ulama internasional", yang tergabung dalam satu 
organisasi. Ulama-ulama internasional itu sudah mem-fatwakan bahwa Ahok harus 
diadili karena menghina Islam. Yang ini persis seperti Suriah, dimana Bashar 
Assad di-fatwakan harus diperangi oleh "ulama2 internasional" yang ditentang 
oleh ulama-ulama lokal yang pro pada pemerintahan yang sah.
 
Ulama lokal yang kontra pada pemerintah, sibuk berfatwa bahwa penduduk Suriah 
yang muslim harus mengikuti fatwa ulama mereka. Posisi ulama ditempatkan pada 
posisi tertinggi, dengan doktrin bahwa jika tidak mengikuti ulama versi mereka 
divonis kafir, anti Islam dan musuh bersama. Persis disini, dimana muslim 
moderat dihantam terus dengan tekanan dan ancaman, termasuk membunuh karakter 
mereka.

Isu-isu akan terus ditebar untuk menghabisi karakter Ahok dan memaksanya mundur 
dari pencalonan. Muslim yang awam akan termakan isu "dikuasai Cina", "Kristen 
akan mendominasi" dan sebagainya.
"Memang kalau Ahok mundur kenapa? Apakah berbahaya?"

Saya menghela nafas panjang.... Lebih baik saya lanjutkan nanti di bagian kedua.

http://www.dennysiregar.com/2016/10/ketika-indonesia-menuju-suriah-2.html

e #DennySiregar Analisa Ketika Indonesia Menuju Suriah 2 
Ketika Indonesia Menuju Suriah 2 
 Penulis Denny Siregar Diterbitkan Selasa, Oktober 18, 2016 
Tags 
#DennySiregar 

     
      Perang 
"Memang kalau Ahok mundur kenapa? Apakah berbahaya?". Kuseruput kopiku dan 
melanjutkan pembicaraan. Justru sangat berbahaya, dan disinilah sebenarnya 
titik pointnya.

Mundurnya Ahok dengan sadar atau karena tekanan, akan menimbulkan riak baru di 
daerah yang di dominasi agama Kristen. Mereka akan merasa terpinggirkan dan 
dianggap tidak memiliki Indonesia.
 
Wilayah Timur seperti Papua akan menuntut bahwa sudah terjadi diskriminasi 
dalam demokrasi Indonesia. Tekanan kepada muslim yang minoritas disana akan 
semakin besar dan tumbuhlah kebencian. Tekanan kepada mereka yang minoritas 
muslim, akan membawa kebencian baru kepada muslim mayoritas di seluruh 
nusantara.

Ada satu momen -mungkin- tempat ibadah akan di bom, pemuka agamanya meninggal, 
sebagai justifikasi bahwa kebencian antar 2 agama sudah menuncak. Dan 
diharapkan peristiwa Ambon dan Poso jilid 2 terulang.

Ingat kasus Santoso? Tiba-tiba dia yang sudah teridentifikasi teroris, diangkat 
dan dibangun citranya menjadi syuhada oleh media sosial. Mereka sedang menggali 
keluar kembali peristiwa Poso, supaya timbul kebencian pada 2 agama, Islam dan 
Kristen.

Dan ketika satu wilayah perang karena agama, wilayah lain diharapkan akan 
terdampak juga. Persis seperti Suriah, peristiwa ini di mulai dari daerah 
perbatasan yang jauh dari ibukota, meski pusat isu dari ibukota. Peristiwa yang 
mengancam disintegrasi ini juga akan menyeret ke pemerintahan Jokowi. Jokowi 
dianggap tidak siap dan lemah. Dan suara-suara lokal maupun internasional dari 
ormas-ormas dan LSM bayaran, akan bermunculan berteriak bahwa Jokowi dan aparat 
melanggar HAM.

Dan kembali "ulama internasional" itu bertindak dan memberi fatwa. Situasi 
buruk ini saja sudah memberi pengaruh pada ekonomi Indonesia. Investasi asing 
berhenti dan uang lari ke negara lain, menyebabkan rupiah jatuh. Ekonomi kita 
akan berada pada titik dasar, yang membuat rakyat susah.
 
Dan tebak apa yang akan terjadi?
Demonstrasi dimana-mana menyuruh Jokowi turun dari jabatan dan diharapkan akan 
terjadi peristiwa Mei 98. Elemen buruh akan turun dengan kekuatan besar karena 
pabrik-pabrik tutup tidak bisa membayar mereka sebab dollar sedang 
tinggi-tingginya, mereka tidak bisa membeli bahan yang harus di impor.
Selebihnya.. Kita bisa melihat nasib Suriah.
 
"Lalu mengapa aparat diam saja ketika ormas-ormas itu terlihat radikal?".
Jokowi tidak ingin mengulang apa yang dilakukan Bashar Assad dengan melakukan 
tindakan represif, karena memang itu yang diinginkan oleh kelompok-kelompok ini.
 
Ketika pemerintah bertindak keras, maka mereka akan bermain sebagai korban atau 
playing victim. Apalagi ketika terjadi bentrokan di daerah perbatasan dan ada 
pembunuhan dimana-mana, ketika aparat bertindak keras dengan menembaki pelaku 
kerusuhan, maka mereka akan dengan sangat mudah memutar-balik fakta bahwa 
Jokowi membunuh rakyat tidak berdosa melalui gambar dan youtube yang menjadi 
viral dunia.

Persis seperti situasi awal saat Bashar Assad di fatwa melakukan kejahatan 
kemanusiaan, dan masuknya pasukan internasional.
 
"Duh, apa mungkin bisa sebesar itu skalanya?".
Lihat Suriah.. Dulu mereka seperti kita. Sedang santai atau bekerja seperti 
biasa, dan -bummmm- semua berbalik arah. "Siapa kira-kira dibalik itu semua?".

Banyak. Mulai dari negara tetangga yang sedang gamang karena Indonesia 
berpotensi memimpin Asean dan kekuatan besar untuk mengambil alih sumber daya 
alam Indonesia dengan bersembunyi dibalik topeng mendirikan negara Islam.

Mereka akan memanfaatkan tenaga kita sendiri untuk bertarung sesama saudara. 
Dan mereka akan mempersiapkan seseorang yang bisa mereka kontrol sebagai boneka.

"Ah, kopiku udah dingin.."
Sama, kopiku juga. Tugas kita sekarang menjaga rapat barisan supaya tidak 
terprovokasi dengan isu-isu murahan. Perbanyak dialog dan pertemuan lintas 
agama, karena persatuan kita umat beragama akan sangat menyakitkan hati mereka.

Sebarkan pesan-pesan damai dan didiklah orang di sekitar kta untuk saling 
menghargai dan tidak radikal. Umat Kristen akan sangat dicoba disini, dengan 
tetap memperlihatkan bahwa ketika mereka mayoritas di wilayahnya, mereka akan 
menjaga muslim yang minoritas supaya tetap aman, seperti ketika NU dengan 
bansernya menjaga mereka.
 
Percayakan semua pada pemerintah, bahwa apa yang mereka lakukan adalah menjaga 
konstitusi tetap terjaga. Dan perusuh akan ditindak sebagai kriminal bukan 
karena masalah sektarian.

Semoga kita bisa terus ngopi dalam situasi damai yang kita pertahankan dan 
perjuangkan. Karena memperjuangkan situasi sekarang yang damai sama dengan 
membel negara dan disanalah hukum jihad terlaksana.

"Apakah analisamu valid?".
Semoga tidak, karena jika valid saya malah ngeri membayangkan apa yang terjadi 
nantinya.
Mending seruput kopi sambil mengamati situasi yang berkembang dan terus 
waspada..



Kirim email ke