Pernyataan Sikap AMCB dan JBMI
Menyongsong Hari Migran Internasional 18 Desember 2016“TETAPKAN PERATURAN 
LARANGAN MEMBERSIHKAN JENDELA, 
STANDAR JAM KERJA DAN CABUT BLACKLIST VISA BAGI PRT MIGRAN YANG BERGANTI 
MAJIKAN”Pekerja Rumah Tangga Migran (PRT migran) yang tergabung di bawah 
aliansi Badan Koordinasi Migran Asia (AMCB) akan mengintensifkan kampanye untuk 
menjawab persoalan-persoalan mendesak yang kami alami di Hong Kong. Kampanye 
ini kami beri nama 3W:• window cleaning (membersihkan jendela)
• working hours (jam kerja)
• working visa (visa kerja)Tuntutan ini berkaitan dengan persoalan keselamatan, 
kesejahteraan dan keamanan kerja PRT migran di Hong Kong. Kampanye akan 
melibatkan migran dari Filipina, Indonesia, Thailand, Sri Lanka dan Nepal dan 
aksi besar puncak akan terjadi pada tanggal 18 Desember 2016 memperingati Hari 
Migran Internasional yang ke-26.TERAPKAN PERATURAN KETAT TENTANg MEMBERSIHKAN 
JENDELA BAGI PRT MIGRANSerentetan kematian tragis beberapa PRT migran yang 
jatuh dari flat rumah majikan di gedung-gedung tingkat tinggi ketika 
membersihkan jendela menguak kerentanan yang menempatkan keselamatan kami dalam 
bahaya.Kematian ini seperti kecelakaan yang siap sedang menunggu PRT migran 
yang disuruh membersihkan jendela bagian luar - tanpa peralatan dan pecegahan 
yang tepat – karena dianggap bagian dari pekerjaan rumah tangga.Karena 
serangkaian kecelakaan yang sebenarnya bisa dihindari ini, maka organisasi 
migran dan para pendukungnya telah menyerukan kepada pemerintah Hong Kong untuk 
membuat aturan membersihkan jendela bagi PRT migran.Meski kami menghargai upaya 
Departemen Tenaga Kerja Hong Kong untuk memasukkan sebuah ketentuan resmi 
tentang membersihkan jendela – di sertai dengan pedoman panduan - ke dalam 
kontrak kerja PRT, akan tetapi peraturan resmi masih belum akan 
ditetapkan.Peraturan ini penting karena juga akan mengatur hukuman bagi majikan 
yang memaksa PRT migran untuk membersihkan jendela tanpa memenuhi syarat-syarat 
yang ditetapkan.Selain itu, kami pertegas bahwa ketentuan baru di kontrak kerja 
ini juga harus mencakup seluruh PRT migran di Hong Kong tanpa terkecuali yang 
kini berjumlah sekitar 350.000 orang.TETAPKAN STANDAR JAM KERJA BAGI PRT 
MIGRANFaktor lain dari masalah kesehatan PRT migran adalah jam kerja yang 
sangat panjang.Dalam survei baru-baru ini dan penelitian yang dilakukan oleh 
beberapa LSM, ditemukan bahwa rata-rata jam kerja PRT migran di Hong Kong 
berkisar dari 12 sampai 16 jam sehari yang diperburuk oleh aturan serumah 
dengan majikan (live-in) sehingga harus stand-by 24 jam siap panggil.Sejumlah 
penelitian yang dilakukan di banyak negara telah menunjukkan bahwa jam kerja 
yang berlebihan menyebabkan risiko stroke dan resiko lebih besar terkena 
penyakit jantung koroner.Meskipun saat ini pemerintah Hong Kong sedang membahas 
peraturan jam kerja, tetapi tidak ada indikasi positif bahwa PRT migran akan 
dimasukkan ke dalam peraturan tersebut.JANGAN MENGKRIMINALKAN PRT MIGRAN YANG 
BERGANTI MAJIKANPersoalan yang sangat mengkhawatirkan di kalangan PRT migran 
saat ini adalah meningkatnya jumlah mereka yang ditolak visa kerjanya oleh 
Departemen Imigrasi Hong Kong karena dituduh atau dicurigai "suka berpindah 
kerja".Alasan Departemen Imigrasi bahwa banyak PRT migran suka berganti-ganti 
majikan adalah tuduhan tanpa bukti dan dangkal dalam menilai kondisi PRT migran 
di Hong Kong. Tuduhan “suka berpindah kerja” yang tidak adil dan tidak masuk 
akal ini yang dijadikan dasar menolak visa kerja PRT migran. Ini sama artinya 
dengan menghukum tanpa proses dan mem-blacklist PRT migran yang kemungkinan 
pernah mengalami pelanggaran kontrak kerja atau hak asasi manusia 
lainnya.Kebijakan ini juga melanggengkan kondisi perbudakan modern, dimana PRT 
migran dipaksa bertahan meski harus diperlakukan kasar hanya demi 
mempertahankan pekerjaan karena takut dituduh “suka berpindah kerja” dan 
ditolak visa kerja barunya jika memilih untuk mencari majikan lain.JAMIN 
KESELAMATAN, KESEJAHTERAAN DAN KEAMANAN KERJAKeselamatan kerja PRT migran harus 
diprioritaskan dibanding kepentingan majikan untuk membersihkan jendela. 
Kesejahteraan PRT migran di tempat kerja harus dijadikan perhatian dan 
perlakuan yang layak harus diberikan.Ini adalah bagian dari hak-hak buruh 
migran yang sudah sepatutnya dipenuhi, dihormati dan dijunjung tinggi oleh 
pemerintah Hong Kong.Negara-negara pengirim PRT migran juga harus bertanggung 
jawab untuk memastikan bahwa hak-hak migran ada dan dihormati di Hong Kong dan 
di negara-negara lain di mana warga negara mereka bekerja.Pada minggu-minggu 
mendatang, AMCB-IMA-HK akan mengintensifkan pendidikan dan kampanye untuk 
mengatasi tiga persoalan ini yaitu 3W (window cleaning, working hours, working 
visa) yang berdampak serius pada hak-hak migran dan telah memakan korban 
sejumlah PRT migran sesama kami.Kami menyerukan kepada seluruh Pekerja Rumah 
Tangga Migran di Hong Kong untuk bergabung dengan demonstrasi besar pada hari 
Minggu, 18 Desember 2016, memperingati Hari Migran Internasional untuk 
menyuarakan tuntutan-tuntutan diatas.
6 November 2016

Kirim email ke