Jawabannya teroris tak pernah habis.
Info yang beredar sekarang jumlah is…. 10 juta lebih
Apa mau ada bom bali I, II, III, IV…. , bom kuningan dll

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, November 09, 2016 9:34 AM
To: [email protected]; DR. Alexander Tjaniago
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Jokowi: Negara Harus Kuat, Tidak Boleh 
Polri Kalah dengan Kelompok Perusak!


Densus 88 dibentuk pada masa pemerintahan Megawati sebagai
unsur kepolisian untuk menanggulangi teror. Ini menimbulkan

pertanyaan di masyarakat, kenapa pemerintah harus membentuk

satuan baru antiteror di kepolisian yang tugas utamanya adalah

masalah keamanan. Sedangkan, terorisme di Indonesia yang terjadi

sejak bom Bali jelas-jelas didalangi duo teroris asal Malaysia,

yang harusnya ditanggapi sebagai serangan dari luar, sebagai urusan

pertahanan.



Seperti biasa, jawaban pemerintah cuma putar-puter. Tetapi dari

sumber-sumber asing merembes informasi yang memberi sinyal
bahwa Indonesia mendapat tekanan "internasional" untuk mengekang

militer dan memperkuat kepolisian dengan imbalan utang.



Lalu sekarang, dengan pemberitaan heboh yang menyebut polisi

"menumpas" demonstran maupun seperti judul berita di atas,

Jokowi seolah sedang unjuk kesiapan menyambut kemenangan si

koboi Trump.

--- yskp45@... wrote:

Jang ragu Mr.JOKOWI, Delta 88 Polri sama halnya dengan semua Pasukan Khusus TNI 
dilatih oleh CIA dan semua aparat Rahasia USAmerika dan dibiayai dan 
dipersenjatai oleh Washington-Administration untuk membela dan mempertahankan 
hegemony USA di Republik Indonesia. Sama halnya dengan IS (Negara Islam) yang 
melakukan Teror disepanjang Bola Bumi,juga didirikan oleh USAmerika, setelah 
Saddam Husein diteror habis dengan 140 Ribu pasukan USA yang menyerang Iraq dan 
menduduki Iraq sebagai kekuasaan Kolonial. Permainan USA di Republik Indonesia 
juga sama seperti yang sudah berjalan selama lebihdari 25 Tahun sampai kini di 
Afghaniustan, di Iraq, di Libya, di Suriah dan di Ukraina, yaitu menyadakan dan 
mempertajam Kontradiksi yang antagonistis diantara Group-Group Sosial dalam 
Masyarakat Indonesia, sampai kepada puncaknya,yaitu terjadinya konflik 
bersenjata dalam Negeri (semua melawan semua) dan Anda Mr.Presiden JOKOWI 
taklebihdari Idiot yang berguna untuk satu Periode yang dibutuhkan oleh 
USAmerika,
--------------------------------------------
Pada Sel, 8/11/16, SADAR@ menulis:

Jokowi: Negara
Harus Kuat, Tidak Boleh Polri Kalah dengan
Kelompok Perusak!
Selasa, 8 November 2016 | 12:34
WIB
http://nasional.kompas.com/read/2016/11/08/12343801/jokowi.negara.harus.kuat.tidak.boleh.polri.kalah.dengan.kelompok.perusak.
Fabian
Januarius
Kuwado Presiden Joko
Widodo saat memimpin apel
militer di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat,
Senin
(7/11/2016).


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko
Widodo
meminta Polri
jangan kalah oleh kelompok-kelompok kecil yang ingin merusak
keberagaman dan
persatuan di Indonesia.
Presiden juga minta
Polri tidak ragu
menindak kelompok- kelompok seperti itu.
"Jangan ragu
dalam bertindak untuk penegakkan hukum yang
tegas. Tidak boleh institusi sebesar Polri, ragu, kalah
apalagi, terhadap kelompok, organisasi atau tokoh
siapapun," ujar Jokowi dalam
acara pengarahan kepada jajaran Polri di Aula PTIK,
Jakarta, Selasa (8/11/2016).
(baca: Saat Jokowi dan Polisi
Makan Nasi Kotak dengan Menu
Sama)
Hadir dalam
pengarahan itu, 602 personel Polri. Mereka terdiri
dari bintara serta perwira komandan grup dan komandan pleton
yang menjaga unjuk
rasa 4
November
lalu.
Kapolda seluruh
Indonesia, perwira menengah, perwira tinggi
serta pejabat utama di lingkungan Mabes Polri juga hadir
dalam pengarahan itu.
Jokowi melanjutkan,
hanya dengan penegakkan hukum atas para
perusak keberagaman dan persatuan itulah, negara Indonesia
akan kuat dan berjaya
di mata dunia internasional.
(baca: Jokowi: Saya Tidak Akan
Lindungi Basuki Tjahaja
Purnama)
"Dan itu
terletak di tangan saudara-saudara semuanya.
Negara harus kuat. Marwah institusi Polri harus tetap
dijaga. Sekali lagi, saya mengingatkan, penegakkan hukum
yang jelas dan tegas
harus dilakukan," ujar Jokowi.
Kepala Negara kini
tengah melakukan
konsolidasi pascaaksi unjuk
rasa mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja
Purnama alias
Ahok.
(baca: Jokowi Sebut Aktor
Politik 4 November Akan Diungkap dan Diproses
Hukum)
Jokowi sudah
bertemu pengurus PBNU dan Muhammadiyah serta
jajaran TNI dan Polri.
Pascakerusuhan pada
Jumat malam, Presiden menyebut adanya
aktor-aktor politik yang memanfaatkan
situasi.
Aksi unjuk rasa di
depan Istana pada Jumat siang hingga
petang, berjalan damai dan tertib. Namun pada Jumat malam,
kericuhan
terjadi.



Kirim email ke