Di Solo itu dulu golongan kirinya kuat, sampai walikotanya Utomo Ramelan
dari PKI (saudara dari Utami Suryadarma)yang terpilih. Islamnya juga kuat
di daerah2 Laweyan, Kauman, dan di luar kotanya di Sukoharjo daerahnya
Amien Rais dan Basyir. Golongan kirinya kuat di Boyolali(bupatinya dari
PKI) dan dan Klaten. Di Klaten, di daerah Pedan orang kirinya banyak yang
kaya2 punya pabrik tenun, sedang pabrik tenun orang Islam di laweyan Solo.

2016-11-09 12:16 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>  *Solo, kota dimana Jokowi pernah menjadi walikota  kaum radikal tumbuh
> subur, di Jawa Timur diperkirakan oleh media terdapat 10 juta orang
> pendukung garis keras. Dari contoh sederhana  ini, mungkin bisa dianggap
> rezim neo-Mojopahit main mata dengan kaum agama beraliran garis keras.
> Selain itu terdapat sejumlah organisasi agama beraliran garis keras, jadi
> memang tak mudah dihabiskan.*
>
> *From:* mailto:[email protected] <[email protected]>
> *Sent:* Wednesday, November 9, 2016 3:39 AM
> *To:* mailto:[email protected] <[email protected]> ; 'ajeg'
> <[email protected]>
> *Subject:* [GELORA45] Jokowi: Negara Harus Kuat, Tidak Boleh Polri Kalah
> dengan Kelompok Perusak!
>
>
>
> Jawabannya teroris tak pernah habis.
>
> Info yang beredar sekarang jumlah is…. 10 juta lebih
>
> Apa mau ada bom bali I, II, III, IV…. , bom kuningan dll
>
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Wednesday, November 09, 2016 9:34 AM
> *To:* [email protected]; DR. Alexander Tjaniago
> *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] Re: Jokowi: Negara Harus Kuat, Tidak
> Boleh Polri Kalah dengan Kelompok Perusak!
>
>
>
> Densus 88 dibentuk pada masa pemerintahan Megawati sebagai
>
> unsur kepolisian untuk menanggulangi teror. Ini menimbulkan
>
> pertanyaan di masyarakat, kenapa pemerintah harus membentuk
>
> satuan baru antiteror di kepolisian yang tugas utamanya adalah
>
> masalah keamanan. Sedangkan, terorisme di Indonesia yang terjadi
>
> sejak bom Bali jelas-jelas didalangi duo teroris asal Malaysia,
>
> yang harusnya ditanggapi sebagai serangan dari luar, sebagai urusan
>
> pertahanan.
>
>
>
> Seperti biasa, jawaban pemerintah cuma putar-puter. Tetapi dari
>
> sumber-sumber asing merembes informasi yang memberi sinyal
>
> bahwa Indonesia mendapat tekanan "internasional" untuk mengekang
>
> militer dan memperkuat kepolisian dengan imbalan utang.
>
>
>
> Lalu sekarang, dengan pemberitaan heboh yang menyebut polisi
>
> "menumpas" demonstran maupun seperti judul berita di atas,
>
> Jokowi seolah sedang unjuk kesiapan menyambut kemenangan si
>
> koboi Trump.
>
> --- yskp45@... wrote:
>
>
> Jang ragu Mr.JOKOWI, Delta 88 Polri sama halnya dengan semua Pasukan
> Khusus TNI dilatih oleh CIA dan semua aparat Rahasia USAmerika dan dibiayai
> dan dipersenjatai oleh Washington-Administration untuk membela dan
> mempertahankan hegemony USA di Republik Indonesia. Sama halnya dengan IS
> (Negara Islam) yang melakukan Teror disepanjang Bola Bumi,juga didirikan
> oleh USAmerika, setelah Saddam Husein diteror habis dengan 140 Ribu pasukan
> USA yang menyerang Iraq dan menduduki Iraq sebagai kekuasaan Kolonial.
> Permainan USA di Republik Indonesia juga sama seperti yang sudah berjalan
> selama lebihdari 25 Tahun sampai kini di Afghaniustan, di Iraq, di Libya,
> di Suriah dan di Ukraina, yaitu menyadakan dan mempertajam Kontradiksi yang
> antagonistis diantara Group-Group Sosial dalam Masyarakat Indonesia, sampai
> kepada puncaknya,yaitu terjadinya konflik bersenjata dalam Negeri (semua
> melawan semua) dan Anda Mr.Presiden JOKOWI taklebihdari Idiot yang berguna
> untuk satu Periode yang dibutuhkan oleh USAmerika,
> --------------------------------------------
> Pada Sel, 8/11/16, SADAR@ menulis:
>
> Jokowi: Negara
> Harus Kuat, Tidak Boleh Polri Kalah dengan
> Kelompok Perusak!
> Selasa, 8 November 2016 | 12:34
> WIB
> http://nasional.kompas.com/read/2016/11/08/12343801/
> jokowi.negara.harus.kuat.tidak.boleh.polri.kalah.dengan.kelompok.perusak.
> Fabian
> Januarius
> Kuwado Presiden Joko
> Widodo saat memimpin apel
> militer di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta Pusat,
> Senin
> (7/11/2016).
>
>
> JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko
> Widodo
> meminta Polri
> jangan kalah oleh kelompok-kelompok kecil yang ingin merusak
> keberagaman dan
> persatuan di Indonesia.
> Presiden juga minta
> Polri tidak ragu
> menindak kelompok- kelompok seperti itu.
> "Jangan ragu
> dalam bertindak untuk penegakkan hukum yang
> tegas. Tidak boleh institusi sebesar Polri, ragu, kalah
> apalagi, terhadap kelompok, organisasi atau tokoh
> siapapun," ujar Jokowi dalam
> acara pengarahan kepada jajaran Polri di Aula PTIK,
> Jakarta, Selasa (8/11/2016).
> (baca: Saat Jokowi dan Polisi
> Makan Nasi Kotak dengan Menu
> Sama)
> Hadir dalam
> pengarahan itu, 602 personel Polri. Mereka terdiri
> dari bintara serta perwira komandan grup dan komandan pleton
> yang menjaga unjuk
> rasa 4
> November
> lalu.
> Kapolda seluruh
> Indonesia, perwira menengah, perwira tinggi
> serta pejabat utama di lingkungan Mabes Polri juga hadir
> dalam pengarahan itu.
> Jokowi melanjutkan,
> hanya dengan penegakkan hukum atas para
> perusak keberagaman dan persatuan itulah, negara Indonesia
> akan kuat dan berjaya
> di mata dunia internasional.
> (baca: Jokowi: Saya Tidak Akan
> Lindungi Basuki Tjahaja
> Purnama)
> "Dan itu
> terletak di tangan saudara-saudara semuanya.
> Negara harus kuat. Marwah institusi Polri harus tetap
> dijaga. Sekali lagi, saya mengingatkan, penegakkan hukum
> yang jelas dan tegas
> harus dilakukan," ujar Jokowi.
> Kepala Negara kini
> tengah melakukan
> konsolidasi pascaaksi unjuk
> rasa mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta
> Basuki Tjahaja
> Purnama alias
> Ahok.
> (baca: Jokowi Sebut Aktor
> Politik 4 November Akan Diungkap dan Diproses
> Hukum)
> Jokowi sudah
> bertemu pengurus PBNU dan Muhammadiyah serta
> jajaran TNI dan Polri.
> Pascakerusuhan pada
> Jumat malam, Presiden menyebut adanya
> aktor-aktor politik yang memanfaatkan
> situasi.
> Aksi unjuk rasa di
> depan Istana pada Jumat siang hingga
> petang, berjalan damai dan tertib. Namun pada Jumat malam,
> kericuhan
> terjadi.
>
> 
>

Kirim email ke