*Sangat diharapkan * *agar * *Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin MEMBEAYAYI SENDIRI * dari UANG PRIBADINYA seluruh Beaya HAJI tsb , Yang nota bene *BUKAN SAMA SEKALI URUSAN NEGARA dan BUKAN BUDGUET NEGARA dan dari segi HUKUM maupun EKONOMI seharusnya Tidak bisa secara Automatis merupakan BEBAN NEGARA atau menjadi Beban APBN karena UMROH HAJI adalah KEBUTUHAN INDIVIDUIL / KEBUTUHAN PRIBADI MASING2 !!!!*
*=========================================================================* 2016-11-10 1:08 GMT+01:00 'Sunny' [email protected] [nasional-list] < [email protected]>: > > > Perlu dibantu sebab :” *Lazy Saudis are on brink of bankruptcy” ( > http://www.thetimes.co.uk/article/lazy-saudis-are-on-brink-of-bankruptcy-92jdvggln > <http://www.thetimes.co.uk/article/lazy-saudis-are-on-brink-of-bankruptcy-92jdvggln> > )* > > http://www.republika.co.id/berita/jurnal-haji/berita-jurnal-haji/16/11/10/ > oge365301-menag-minta-kuota-haji-indonesia-ditambah > > > *Menag Minta Kuota Haji Indonesia Ditambah* > Kamis, 10 November 2016, 02:22 WIB > > Republika/ Yasin Habibi > Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin > > REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin meminta > kuota jamaah haji Indonesia pada penyelenggaraan haji tahun depan kembali > normal. Menurut menag, antusiasme masyarakat Indonesia untuk beribadah haji > sangat besar yang ditandai dengan panjangnya daftar tunggu. > > Kembali normalnya kuota haji sangat diharapkan agar antrean atau daftar > tunggu haji tidak terus memanjang. "Kami sangat berharap tahun 2017 kuota > haji untuk kami bisa kembali normal," kata menag menjelaskan. > > Permintaan ini disampaikan menag ketika bertemu Duta Besar Arab Saudi > untuk Indonesia yang baru, di Jakarta, Senin (7/11) malam. Pada kesempatan > itu, Dubes Osamah Mohammed al-Shuibi menyampaikan terima kasih dan selamat > atas kesuksesan penyelenggaraan haji Indonesia pada 2016. > > Osamah Mohammed al-Shuibi mengapresiasi jamaah haji Indonesia yang > disiplin dan tertib. "Indonesia menjadi bagian penting dari penyelenggaraan > haji. Kami juga mengapresiasi kerja samanya," ungkap Osamah seperti > dilansir laman resmi Kementrian Agama. > > Lebih lanjut Osamah Mohammed al-Shuibi mengungkapkan, "Kami berharap, > jamaah haji dari negara lain bisa meniru jamaah haji Indonesia agar ke > depan penyelenggaraan bisa berjalan lebih lebih baik," ujarnya. > > Terkait hal ini, sebelumnya Kementerian Agama telah mengajukan nota > keberatan mengenai visa berbayar 2.000 riyal untuk jamaah umrah. Direktur > Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil mengatakan, > aspirasi masyarakat terkait keberatan tersebut telah disampaikan kepada > Kedubes Arab Saudi. > > "Usaha kita memang sebatas menyampaikan permohonan. Karena, kebijakan > aturan berada di tangan Penjaga Dua Kota Suci. Kita tidak punya hak untuk > memaksa dan harus tetap menjaga hubungan bilateral dua negara," ujar Djamil > menjelaskan. > > Desakan agar Kementrian Agama menolak pengenaan biaya visa sebesar 2.000 > riyal salah satunya disampaikan oleh Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah > dan Haji Republik Indonesia (Amphuri). > > "Kenaikan visa umrah 2.000 riyal memang berdampak pada berkurangnya > peminat, tetapi secara signifikan kami berharap dampak penurunannya tidak > terjadi," ujar Ketua Umum Amphuri, Joko Asmoro, belum lama ini. > > Joko berharap, masyarakat bisa memahami kenaikan biaya visa tersebut bukan > merupakan kebijakan dari penyelenggara umrah, melainkan Pemerintah Arab > Saudi. Tetapi, ia optimistis, antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah > umrah masih besar. > > Sebelumnya, empat asosiasi yang tergabung dalam Perhimpunan Asosiasi > Travel Umrah dan Haji (PATUH) telah melayangkan surat kepada pemerintah > untuk mempertimbangkan aturan baru dari Pemerintah Arab Saudi ini. > > >
