Kalau mau menjadi negara maju, semestinay semua dikerjakan secara profesional. Kalau kerja amatiran, kata orang ngetop sampai jaman kuda kita tidak bisa maju. Kerja amatiran tenaga banyak terkuras, biaya banyak, semua menjadi rebut, tidak maju-maju, biasanya ada pungli istilah jaman sekarang. Dimana anak, menantu, cucu, cicit, keponakan, besan ikut nimbrung disana Kalau bekeja profesional dimana rekruitment dijalankan sesuai ad/rt nya maka negara akan cepat maju. Misalnya india, korea dll dimana negara ini merekrut orang sesuai bidangnya sehingga india bisa duluan melihat yang namanya Bulan, Mars, bisa membuat mobil tata, bajaj dll. Mata uangnya pun tak seperti kita tak berharga, tidak punya utang, tenaga expatriatnya diakui dunia. Padahal kita sama sama pernah dijajah
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, November 11, 2016 5:02 AM To: [email protected]; ajeg Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] panglima kostrad jadi ketua PSSI Milter bukan masuk desa, tetapi juga masuk lapangan sepak bola. From: mailto:[email protected] Sent: Thursday, November 10, 2016 1:45 PM To: [email protected]<mailto:[email protected]> Subject: [GELORA45] panglima kostrad jadi ketua PSSI Kantongi Suara Terbanyak, Pangkostrad Edy Rahmayadi Jadi Ketum Baru PSSI Adri 10 November 2016 [http://indonews.id/foto_berita/55eddy.jpg] Pangkostrad Edy Rahmayadi terpilih jadi Ketum PSSI yang baru - (ist) Jakarta, INDONEWS.ID - Pangkostrad Edy Rahmayadi akhirnya terpilih menjdai Ketua Umum PSSI yang baru. Edy Rahmayadi mengantongi suara terbanyak saat kongres PSSI di Hotel Mercure, Ancol yang berlangsung hari ini, Kamis (10/11). Edy mengantongi 76 suara mengungguli Moeldoko dengan 23 suara, disusul Eddy Rumpoko 1 suara sedangkan 7 suara dianggap tidak sah. "Dengan demikian, hasil ini saya nyatakan sah," kata Ketua Komite Pemilihan PSSI, Agum Gumelar. Dengan demikian, Edy bakal memimpin PSSI untuk periode 2016-2020. (adri) sumber: Antara
