menurut saya ada 2 hal: 1. sistem electoral college yg tidak proporsional dengan jumlah penduduk, sebagai contoh California dengan 38 juta penduduk mempunyai 55 electoral colleges yg artinya sekitar 700 ribu penduduk utk 1 electoral college; sedang Wyoming dgn jumlah penduduk 580 ribu mempunyai 3 electoral colleges atau cuman 200 ribu penduduk utk 1 electoral college. 2. sistem winner take all.
tentang bagaimana sikap trump mengatasi tuntutan california merdeka saya tidak tahu, tetapi seandainya gerakan itu berhasil mengumpulkan tanda tangan pemilih california yg cukup (sekitar 500-600 ribu tanda tangan) yg jelas akan masuk di kartu pemilih pd pemilu th 2018 sebagai salah satu proposition yg bisa dipilih tanpa trump bisa ikut campur, proposition itu menanyakan apakah penduduk california setuju atau tidak diadakan referendum merdeka bila setuju referendum itu akan diadakan th 2019. utk anda ketahui dalam pemilu bukan hanya memilih presiden, gubernur, ataupun legislatif, tetapi juga bisa dimasukkan usulan2 yg berasal dari masyarakat yg bila pemilih memilih ya akan jadi uu dan dilaksanakan, seperti misalnya pada pemilu barusan ada proposition utk back ground check pembelian amunisi yg berhasil menang. jadi disini biarpun trump membebaskan se-bebas2nya setiap orang membeli senjata api kayak beli baju tetapi di california utk membeli amunisi (peluru)-nya harus melewati back ground check dan amunisi utk senjata api large capacity dilarang. ---In [email protected], <SADAR@...> wrote : Bung Goei, bisa dijelaskan kenapa suara pemilih Hillary lebih sejuta tapi justru kalah oleh Trump??? Lalu, bagaimana sikap Trump mengatasi tuntutan California merdeka, dan kenapa tidak juga dibiarkan merdeka sekalipun tuntutan sudah terjadi lama? Padahal politik AS selama ini justru mendorong setiap bangsa yang hendak merdeka mencapai kemerdekaannya, betapapun kecil wilayah dan jumlah bangsa itu, ... Salam, ChanCT From: jonathangoeij@... [GELORA45] Sent: Friday, November 11, 2016 10:59 AM To: [email protected] Subject: [GELORA45] Re: Donald Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka kalau dilihat dari jumlah pemilih hasil sampai saat ini ada 60,274,974 suara yg memilih Hillary sedang yg memilih Trump 59,937,338; jumlah pemilih Hillary justru lebih banyak dari Trump. gerakan California merdeka sebetulnya sudah agak lama mengingat state ini makmur dan tidak tergantung pada federal bahkan sebaliknya berkontribusi banyak sekali dalam bentuk tax yg disetor, kemenangan trump mungkin jadi pemicu gerakan itu makin gencar dan bisa dapat sambutan yg besar. mengingat jumlah dukungan utk ballot measure hanya perlu sekitar 500-600 ribu tanda tangan, kemungkinan proposition itu masuk dalam pemilu 2018 besar. ---In [email protected], <inengahk@...> wrote : Mungkin perlu diklarifikasi ulang jumlah pemilih saat pemilu di AS. Apakah berhak segelintir orang mau merdeka, sedangkan misalnya 70 % mendukung Trump dan 30 % memilih hilary. Mestinya legowo saja, karena pilihan kita bersama dimamana ini persis sama dengan di indonesia mestinya gak usah membuat pernyatan yang aneh-aneh. 5 tahun lagi ulangi milih presiden, supaya mendapakat pemerintahan yang lebih bagus, bila mana perlu yang gak puas mencalonkan diri menjadi presiden From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, November 11, 2016 8:26 AM To: [email protected] Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Donald Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka California adalah negara bagian terkaya di USA, selama ini selalu mensubsidi state2 yg lain. Seandainya berdiri sendiri akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke 6 didunia. Pusat technology informasi dunia: komputer, internet, smart phone, nano technology dan banyak yg lain merupakan temuan dan dikembangkan di California. Pusat industri entertainment dgn Hollywood, Universal Studio, Disneyland, dan berbagai yang lain. Pusat pendidikan dgn universitas2 kelas dunia seperti Standord, Cal-Tech, University of California, USC, dll. --- Donald Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka http://global.liputan6.com/read/2648024/donald-trump-menang-negara-bagian-california-as-ingin-merdeka Donald Trump Menang, Negara Bagian California A... Permintaan itu bukan tanpa alasan. California disebut-sebut sebagai negara bagian terkaya di AS dan ke-6 di dunia. View on global.liputan6.com Preview by Yahoo Donald Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka http://www.liputan6.com/me/arie.prastiwi Arie Mega Prastiwi 09 Nov 2016, 20:41 WIB Liputan6.com, Sacramento - Amerika Serikat telah memilih Donald Trump menjadi Presiden AS dalam sebuah kemenangan yang bersejarah. Pengusaha nyentrik itu telah menyapu bersih negara bagian kunci untuk mengalahkan Hillary Clinton meraih suara mayoritas electoral college. Termasuk Pennsylvania yang secara tradisional memilih Demokrat. Namun, kali ini terbuai oleh kampanye Trump, negara yang tengah dirundung kelesuan ekonomi itu berpaling. Namun, masih ada yang setia dengan Hillary: negara bagian California. States paling kaya dengan suara electoral tertinggi (55) bulat mendukung Nyonya Clinton. Terkait dengan kemenangan Trump, negara berlambang beruang hitam itu pun membuat pemikiran untuk merdeka memisahkan diri dari AS. Terinspirasi Brexit, British Exit, Sacramento menyebut dirinya Calexit atau California Exit. Demikian dikutip dari Mashabel, Rabu (9/11/2016). Permintaan itu bukan tanpa alasan. California disebut-sebut sebagai negara bagian terkaya di AS dan ke-6 di dunia. "Mungkin inilah jawabannya, #Calexit," tulis akun Stuart di Twitter. Sementara pengguna bernama Valerie mengatakan, "California harus pisah. Kami negara bagian terkaya di AS dan cukup kuat untuk menjadi negara merdeka." Ide Calexit ini awalnya sekedar leluc on Twitter. Satu kelompok, Yes California Independence Campaign, sebenarnya tengah menggelar acara di Sacramento pada Rabu dengan harapan mendapatkan dukungan untuk ide. "Dalam pandangan kami, Amerika Serikat mewakili begitu banyak hal yang bertentangan dengan nilai-nilai California, dan kenegaraan kita. Itu berarti California akan terus mensubsidi negara-negara lain sehingga merugikan kita sendiri, dan merugikan anak-anak kita," kata manifesto mereka, yang ditulis sebelum perolehan suara electoral keluar hasilnya. Namun, tidak ada negara bagian yang memisahkan diri dari AS sejak Perang Saudara. Oleh sebab itu, tak perlulah untuk merasa terlalu khawatir.
