Bung Chan, saya kadang2 di Amerika utk urusan pekerjaan tetapi kalau setelah 
ekerjaan selesai, saya langsung meninggalkan Amerika.Jadi saya bukan pendukung 
Trump. Anak saya sekarang bekerja dan belajar di Harvard University di Boston 
tetapi akan kembali ke Kanada tahun depan seperti yg kami harapkan. Kalau saya 
mau mengetahui ttg situasi politik di Amerika, saya selalu double check pd Fox 
News dari Amerika yg tidak dikuasai oleh golongan Demokrat/Clinton dan 
begundalnya. Selain itu saya double check dari berita TV di Kanada dan BBC 
(Inggeris). Betul, barangkali sistem pemerintahan di Tiongkok lebih baik drpd 
demokrasi di Amerika yg selalu di gembor2 kan sebagai model utk negara lain.
Salam,BH Jo

Sent from Yahoo Mail on Android 
 
  On Fri, Nov 11, 2016 at 18:23, Chan CT<[email protected]> wrote:   Hahaa, 
terimakasih bung Jo, dengan pencerahan yang diberikan! Memang didunia ini 
dimanapun pemberitaan media perlu diteliti sampai dimana kebenaran 
sesungguhnya, jangan ditelan mentah-mentah apalagi langsung dijadikan sandaran 
utama mengambil kebijaksanaan untuk melangkah! Bisa terbalik, ... dan 
mencelakakan! Jadi, setiap kita harus pandai-pandai menemukan suara mana yang 
relatif lebih BENAR dan bisa DIPERCAYA dan, ... itupun tidak bisa dalam segala 
hal dan semua soal. Karena tetap saja dalam melihat satu hal terkadang tidak 
menyeluruh, melihat gajah hanya kuping atau belalainya saja, ... lalu bilang 
itulah gajah!  Begitu juga dalam masalah DEMOKRASI, ... tidak ada yang mutlak 
paling SEMPURNA dan TERBAIK, yang ada LEBIH BAIK saja, dan itupun mungkin hanya 
lebih baik bagi tingkat KESADARAN masyarakat disitu, dinegara lain mungkin jadi 
kurang baik. Jadi, memang dalam kenyataan kita juga tidak bisa bilang demokrasi 
yang dijalankan di Tiongkok jelek dan di AS paling baik! Malah sebaliknya, 
dalam kenyataan untuk membawa maju 1,4 milyar rakyat TIongkok yang belum ada 
KESADARAN DEMOKRASI cukup baik, jauh akan lebih baik dijalankan seperti 
sekarang ini, ditentukan oleh musyawah perwakilan di Kongres Rakyat, tidak 
melalui pemilihan langsung yang lebih rumit dan sulit dijalankan untuk 
mengeluarkan calon yang BETUL BAIK! Apa jadinya kalau yang keluar model Hillary 
dan Trump, ...?! Mudah-mudahan saja Trump tidak membawa AS jadi lebih buruk dan 
tentunya juga mempengaruhi keadaan dunia ikut lebih jelek saja, ... 
Salam,ChanCT   From: [email protected] [GELORA45] Sent: Saturday, November 12, 
2016 4:57 AMTo: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] Re: Donald 
Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka 

Saya sudah tidak percaya lagi dgn. surat kabar dan berita TV di Amerika 
(seperti Washington Post, New York Times, CNN, NBC, ABC dll.). Hampir semua 
surat kabar dan berita TV dikuasai oleh golongan Demokrat atau pro Clinton 
dimana kejelekan Hillary & Bill Clinton dan begundalnya hampir tidak pernah 
atau minimum sekali diberitakan oleh mereka. Jadi berita dari Washington Post 
seperti dicantumkan oleh Bung Goeij dibawah tidak boleh dipercaya begitu saja. 
Washington Post adalah kaki tangannya Clinton yg. paling vokal. Mereka sebagai 
jurnalis semestinya memberi berita/fakta yg. benar da n bukan dipelintir atau 
di-tutup-tutupi ttg. Hillary dan begundalnya sehingga kita tidak mengetahui 
ttg. kebenaran politik lagi di Amerika.  Cuma ada satu berita TV yg. 
memberitakan kejelekan Hillary Clinton yaitu berita dari Fox News. Jadi tugas 
dari Fox News susah sekali utk. memberitakan kebenaran dimana harus melawan 
berita dari banyak surat kabar dan berita TV di Amerika. Jadi sebetulnya tidak 
ada demokrasi lagi di Amerika. Barangkali lebih gampang mengetahui kebe naran 
politik di Indonesia daripada di Amerika. 
---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :

 saya tidak berbicara banyak tentang tuduhan Haiti yg membabi buta, tapi yg 
jelas berbagai fact-checks seperti misalnya dari Washington Post ini memberi 4 
pinokio pada tuduhan ngawur itu: https: 
//www.washingtonpost.com/news/fact-checker/wp/2016/06/13/did-the-clinton-foundation-raise-hundreds-of-millions-of-dollars-for-a-hospital-in-haiti-that-was-never-built/
 
 
banyak sekali tuduhan2 membuta yg diucapkan terus menerus yg biarpun setelah di 
fact-checks ternyata tidak berdasar tetapi terus saja di-koar2kan secara ngawur 
bahkan ditambah2in bumbu, hal ini ternyata memakan toll sehingga banyak pemilih 
Hillary yg memilih tinggal dirumah karena ragu2.

---In [email protected], <bhjo@...> wrote :

Bung Chan,  Electoral college/votes tidak proposional dgn. jumlah 
penduduk/pemilih suara. Misalnya secara gampangnya: penduduk California 20 juta 
dan California mempunyai 50 elektotal votes. Sedangkan ada negara2 bagian yg. 
jumlahnya penduduknya kecil, misalnya 1/2 juta dan setiap negara bagian ini 
mempunyai electoral votes 10. Jadi 6 negara bagian saja jksudah mempunyai 60 
elektoral votes, sedangkan jumlah penduduknya cuma 3 juta (1/2 juta x 6). Dgn. 
kata lain 3 juta penduduk lebih menang dgn. 20 juta orang. Jadi sistim di AS 
yg. katanya adil dan demokratis adalah sistem yg. lebih buruk daripada sistem 
dari negaga2 lain. Tetapi ini adalah "blessing in disguise" dalam pemilihan 
umum kemarin dulu dimana Hillary si pendusta dan korup kalah. Kenapa Hillary 
korup dan kriminel?Misalnya: Clinton Foundation mendapat sumbangan utk. 
menolong bencana alam di Haiti sebanyak $ 60 juta tetapi cuma $ 2 juta yg. 
dikasihkan negara Haiti (kalau tidak salah). Sisanya masuk kantong Clinton 
Foundation dan kantong family Clinton. Negara2 yg. menyumbang Clinton Foundati 
on bisa menemui Hillary (waktu masih menjadi Secretary of State) dan ada 
kong-kalikong dimana Clinton bisa membuat projek di negara2 ybs. Hillary yg. 
katanya pembela kaum orang miskin, sering membuat pidato/speech ke company2 
besar/kapitalis2 dan mendapat bayaran sampai ratusan ribu $ utk. satu pidato. 
Jadi dia sebetulnya pro kapitalis dan utk. kepentingan pribadi. Hillary waktu 
diperiksa ttg. email server-nya, dia berbohong 39x (kalau tidak salah), 
sayangnya waktu diperiksa tidak under oath (dibawah sumpah). Pemerintah,, 
katanya, akan memeriksa Hillary dan Clinton Foundation-nya dan Hillary dan Bill 
Clinton  bisa masuk penjara. Sayangnya sistem Amerika yg. korup bisa melepaskan 
Hillary dari perbuatan2-nya dimana Obama bisa memberi "pardon" sebelum 
meninggalkan jabatannya. Jadi janganlah mengira sistem demokasi Amerika adalah 
sistem yg. boleh ditiru tetapi adalah salah satu sistem yg. buruk dan 
barangkali tidak lebih bagus dari banyak negara lain. Banyak fakta2 yg. lain 
yg. buruk pada sistem demokrasi di Amerika yg. saya tidak tulis karena akan 
memakan waktu.banyak. 
Salam,
BH Jo

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

Bung Goei, bisa dijelaskan kenapa suara pemilih Hillary lebih sejuta tapi 
justru kalah oleh Trump??? Lalu, bagaimana sikap Trump mengatasi tuntutan 
California merdeka, dan kenapa tidak juga dibiarkan merdeka sekalipun tuntutan 
sudah terjadi lama? Padahal politik AS selama ini justru mendorong setiap 
bangsa yang hendak merdeka mencapai kemerdekaannya, betapapun kecil wilayah dan 
jumlah bangsa itu, ... Salam,ChanCT  From: jonathangoeij@... [GELORA45]Sent: 
Friday, November 11, 2016 10:59 AMTo: [email protected]: 
[GELORA45] Re: Donald Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka   
 kalau dilihat dari jumlah pemilih hasil sampai saat ini ada 60,274,974 suara 
yg memilih Hillary sedang yg memilih Trump 59,937,338; jumlah pemilih Hillary 
justru lebih banyak dari Trump. gerakan California merdeka sebetulnya sudah 
agak lama mengingat state ini makmur dan tidak tergantung pada federal bahkan 
sebaliknya berkontribusi banyak sekali dalam bentuk tax yg disetor, kemenangan 
trump mungkin jadi pemicu gerakan itu makin gencar dan bisa dapat sambutan yg 
besar. mengingat jumlah dukungan utk ballot measure hanya perlu sekitar 500-600 
ribu tanda tangan, kemungkinan proposition itu masuk dalam pemilu 2018 besar. 

---In [email protected], <inengahk@...> wrote :


Mungkin perlu diklarifikasi ulang jumlah pemilih saat pemilu di AS.

Apakah berhak segelintir orang mau merdeka, sedangkan misalnya 70 % mendukung 
Trump dan 30 % memilih hilary.

Mestinya legowo saja, karena pilihan kita bersama dimamana ini persis sama 
dengan di indonesia mestinya gak usah membuat pernyatan yang aneh-aneh.

5 tahun lagi ulangi milih presiden, supaya mendapakat pemerintahan yang lebih 
bagus, bila mana perlu yang gak puas mencalonkan diri menjadi presiden 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Friday, November 11, 2016 8:26 AM
To: [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Donald Trump Menang, Negara Bagian 
California AS Ingin Merdeka

 

 

 

California adalah negara bagian terkaya di USA, selama ini selalu mensubsidi 
state2 yg lain. Seandainya berdiri sendiri akan menjadi negara dengan ekonomi 
terbesar ke 6 didunia. Pusat technology informasi dunia: komputer, internet, 
smart phone, nano technology dan banyak yg lain merupakan temuan dan 
dikembangkan di California. Pusat industri entertainment dgn Hollywood, 
Universal Studio, Disneyland, dan berbagai yang lain. Pusat pendidikan dgn 
universitas2 kelas dunia seperti Standord, Cal-Tech, University of California, 
USC, dll.

 

---

 

Donald Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka

|  |
|  |  

 |  |    
Donald Trump Menang, Negara Bagian California A... 
  
Permintaan itu bukan tanpa alasan. California disebut-sebut sebagai negara 
bagian terkaya di AS dan ke-6 di dunia.
 |  |
|   
View on global.liputan6.com 
 |  
Preview by Yahoo 
 |
|  |
|  |  |  |  |  |  |


Donald Trump Menang, Negara Bagian California AS Ingin Merdeka



Arie Mega Prastiwi

09 Nov 2016, 20:41 WIB



Liputan6.com, Sacramento - Amerika Serikat telah memilih Donald Trump menjadi 
Presiden AS dalam sebuah kemenangan yang bersejarah. Pengusaha nyentrik itu 
telah menyapu bersih negara bagian kunci untuk mengalahkan Hillary Clinton 
meraih suara mayoritas electoral college.

 

Termasuk Pennsylvania yang secara tradisional memilih Demokrat. Namun, kali ini 
terbuai oleh kampanye Trump, negara yang tengah dirundung kelesuan ekonomi itu 
berpaling.

 

Namun, masih ada yang setia dengan Hillary: negara bagian California. States 
paling kaya dengan suara electoral tertinggi (55) bulat mendukung Nyonya 
Clinton.

 

Terkait dengan kemenangan Trump, negara berlambang beruang hitam itu pun 
membuat pemikiran untuk merdeka memisahkan diri dari AS. Terinspirasi Brexit, 
British Exit, Sacramento menyebut dirinya Calexit atau California Exit. 
Demikian dikutip dari Mashabel, Rabu (9/11/2016).

 

Permintaan itu bukan tanpa alasan. California disebut-sebut sebagai negara 
bagian terkaya di AS dan ke-6 di dunia.

 

"Mungkin inilah jawabannya, #Calexit," tulis akun Stuart di Twitter.

 

Sementara pengguna bernama Valerie mengatakan, "California harus pisah. Kami 
negara bagian terkaya di AS dan cukup kuat untuk menjadi negara merdeka."

 

Ide Calexit ini awalnya sekedar leluc on Twitter. Satu kelompok, Yes California 
Independence Campaign, sebenarnya tengah menggelar acara di Sacramento pada 
Rabu dengan harapan mendapatkan dukungan untuk ide.

 

"Dalam pandangan kami, Amerika Serikat mewakili begitu banyak hal yang 
bertentangan dengan nilai-nilai California, dan kenegaraan kita. Itu berarti 
California akan terus mensubsidi negara-negara lain sehingga merugikan kita 
sendiri, dan merugikan anak-anak kita," kata manifesto mereka, yang ditulis 
sebelum perolehan suara electoral keluar hasilnya.

 

Namun, tidak ada negara bagian yang memisahkan diri dari AS sejak Perang 
Saudara. Oleh sebab itu, tak perlulah untuk merasa terlalu khawatir.

 

 

 

 

 

 

 


 

  
  

Kirim email ke