Saya forward wawancara ini, karna saya anggap isinya masih /sedang aktuel 
dg kondisi saat ini.


Semoga bermanfaat. 

 


Ahmad Syafii Maarif: “Kekerasan Sudah Jadi Mata Pencaharian”

(Tulisan ini telah dimuat di Majalah Madina No. 09, Tahun I, September 
2008,
di Rubrik Wawancara)
 
Quote: ...
Apa saja agenda duniawi yang bisa membuat kita ter-hijab dari pemahaman 
yang benar tentang Al-Qur’an?
 
Saya rasa, yang sudah berumur ribuan tahun, ya, kekuasaan dan harta. 
Syahwat politik, syahwat benda… yang semacam itulah. Itu saja, sebetulnya. 
Tapi, hal-hal itu didukung dengan dalil. Itu yang saya katakan sebagai 
pembajakan terhadap ayat-ayat suci.
 
Apakah di Indonesia memang sedang begitu, ya. Kok, sepertinya, orang 
Indonesia di pentas politik dan sehari-hari tampak semakin keras, tidak 
toleran, sambil tampak semakin melayani syahwat politik dan syahwat 
kebendaan tadi….
 
Ya, saya kira itu pengaruh kapitalisme global dan kapitalisme lokal yang 
tak punya ampun. Saya baca sejarah Indonesia sejak proklamasi. Tak ada 
pemerintahan yang mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro orang miskin. 
Sampai hari ini. Pancasila kan bagus sekali, ya, sebagai dasar negara. 
Tapi, kita tidak mengacu ke situ. Memang pada 1950-an ada pemerintahan yang 
baik, tapi umurnya pendek, karena perselisihan partai-partai. Itu, sila 
kelima itu kan jelas sekali, yaitu keadilan sosial bagi masyarakat 
Indonesia. Tapi kita semakin jauh dari gagasan itu.   ...
 
Selengkapnya:  
http://www.madinaonline.id/sosok/wawancara/ahmad-syafii-maarif-qkekerasan-sudah-jadi-mata-pencaharianq/?utm_campaign=shareaholic&utm_medium=facebook&utm_source=socialnetwork
<http://www.madinaonline.id/sosok/wawancara/ahmad-syafii-maarif-qkekerasan-sudah-jadi-mata-pencaharianq/?utm_campaign=shareaholic&utm_medium=facebook&utm_source=socialnetwork>
 
 
A.H.
 
 


Kirim email ke