Pada Sabtu, 12 November 2016 5:42, "'Tsasando' [email protected] 
[wahana-news]" <[email protected]> menulis:
 

     https://seword.com/politik/sikap-keras-jokowi-melawan-sby-dan-fpi/    
Sikap Keras Jokowi Melawan SBY dan FPI    BY ALIFURRAHMAN ON NOVEMBER 11, 2016  
  Sayamelihat ada yang berbeda dari seorang Jokowi sebagai 
Presiden.Langkah-langkahnya beberapa hari ini saya pikir sangat keras untuk 
seorangJokowi, nyaris tanpa kompromi. Menyikapi aksi demo 4 November, Presiden 
Jokowi berhasil membuatSBY galau berat, sampai curcol via keterangan pers 
persis seperti saat dirinyadulu jadi Presiden. Prihatin. Ini gara-gara 
kedatangan Presiden ke Hambalangmenemui Prabowo, tapi tak berlanjut ke Cikeas. 
Presiden hanya mau menemuiPrabowo. Dengan hal ini, SBY kemudian bersikap aktif 
dengan mendatangi JK danWiranto, entah untuk alasan apa, pokoknya datang saja 
karena Jokowi sudahmendatangi Prabowo. SBY nampaknya tak mau tersudut sendiri. 
Karena kalau Prabowosudah menyatakan mendukung Jokowi, maka satu-satunya tokoh 
partai politik yangmemungkinkan tidak mendukung adalah SBY. Untuk itu dia ingin 
membentuk opinipublik bahwa kalau nantinya terjadi sesuatu yang negatif pada 4 
November, makaWiranto dan JK bisa dipersepsikan terlibat, sebab mereka 
orang-orangnya SBY. Begitu juga denan FPI, keras sekali sikap Presiden 
Jokowi.Sebelum demo, Presiden sudah mengundang NU, Muhammadiyah dan MUI ke 
Istana.Pasca demo, Presiden mendatangi markas PBNU. Setelahnya, 17 ormas Islam 
jugadiundang ke Istana. 1.      Abdullah Jaidi, Al-Irsyad Al Islamiyah 2.      
Yusnar Yusuf, Jami’atul Washliyah 3.      Ahmad Satoni Ismail, Ikadi 4.      
Habib Nabil Al Musala, Majelis Rasulullah 5.      Hamdan Zoelva, Syarikat Islam 
6.      Dyah Puspitarini, Nasyiatul Aisyiyah 7.      Said Aldi Alidirus, BKPRMI 
8.      Khofifah Indar Parawansa, Muslimat NU 9.      Mahfud MD, KAHMI 10.   
Sadeli Karim, Mathlaul Anwar 11.   Nashirul Haq, Hidayatullah 12.   Muhammad 
Siddiq, DDII 13.   Anggia Emarini, Fatayat NU 14.   Jimly Asshidiqie, ICMI 
(diwakilkan) 15.   Athifah Thaha, Wanita Islam 16.   Yaqut Qolil Qoumas, PP GP 
Anshor 17.   Usamah Hisyam, Parmusi Semuanya diajak diskusi terkait demo 4 
November yang melibatkanpengeraha massa. Tapi FPI yang merupakan ormas terdepan 
menolak Ahok sejak2014, serta orams terdepan dalam melakukan provokasi pada 
demo 4 November,tidak diundang atau didatangi. Sikap Presiden Jokowi kepada SBY 
dan FPI sama, tidak maumendatangi dan berkomunikasi. Pertanyaannya kemudian, 
ada masalah apa denganSBY dan FPI? Sebagai warga, wajar saya bertanya. Sebab 
FPI bisa dikatakanadalah ormas paling terlibat dalam demo 4 November. Sementara 
SBY adalahsatu-satunya gerbong politik tersisa, sebab Prabowo sudah didatangi. 
Saya merenung cukup lama. Setelah dipikir-pikiri, memang adamasalah yang cukup 
prinsip dengan FPI dan SBY. Rizieq mengancam akan mendudukiIstana dan gedung 
DPR. Munarman dengan jelas mengatakan Presiden Jokowi dongo.Logika sederhana 
saja, kalau kalian dicaci maki seperti itu, masihkah akanmengajaknya makan 
siang dan ngobrol santai di rumah? Tapi bagaimana dengan SBY? Bukankah beliau 
ini sosok yangsantun, penuh prihatin, rajin menabung dan tidak suka mencaci 
maki? KenapaPresiden tak mau menemuinya untuk menyelsaikan masalah kemungkinan 
adanyakepentingan politik dalam demo 4 November? Saya pikir ada beberapa hal. 
SBY inisosok paling tidak menarik, sebab kepentingan politiknya sangat tinggi. 
Contoh,saat SBY melakukan tour de Java, dia bukannya menyerap aspirasi, tapi 
malahcurcol dan mengkritik pemerintahan Jokowi kepada rakyat. Jadinya 
malahmenyampaikan aspirasi. Kepentingan politiknya adalah memajukan Ani 
sebagaiCapres 2019. NamunPresiden Jokowi saat itu menjawabnya dengan blusukan 
ke Hambalang. Jadilahcerita tour de Java sebulan rusak gara-gara blusukan dan 
geleng-geleng diHambalang. Ini membuat semua kritikan SBY terhadap Presiden 
Jokowi jadi tak adaartinya. Sebab rakyat jadi tau betapa buruknya SBY dulu. 
Kalau sekarangkemudian mau mengkritik, jadi lucu, sebab dulu nyaris tak 
melakukan apa-apaselain membuat album dan menulis buku diary. Soal ini pernah 
saya bahas khususdi seword: 
https://seword.com/politik/sby-menggonggong-jokowi-ke-hambalang/ Soal demo 4 
November, memang ada laporan tentang keterlibatanSBY. Namun awalnya laporan 
dalam bentuk dokumen tersebut bersifat tertutup,rahasia. Entah bagaimana 
caranya SBY kemudian membukanya ke publik danmenceritakannya dalam keterangan 
pers. Bahwa dia tidak bersalah, bahwa dokumentersebut tidak akurat, pasti 
fitnah kalau ada partai politik yang mendanai demo4 November. Keterangan pers 
SBY ini menjadi blunder paling lucu sepanjangsejarah politik di Indonesia. 
Bayangkan, dokumen tersebut awalnya bersifatrahasia, bukan untuk konsumsi 
publik. Tapi SBY membukanya dan membantahseolah-olah semua rakyat sudah tahu. 
Blundernya adalah, SBY menyatakan tidakada partai politik yang mendanai demo 4 
November. Bagaimana bisa SBYmemastikannya? Bukankah dia hanya salah satu ketum 
Parpol? Ini kondisinya jadimirip ada bau kentut, banyak orang kemudian melirik 
kanan kiri sambil menutuphidung, lalu tiba-tiba salah satu orang dalam ruangan 
berdiri dan bilang“tidak ada bau kentut, fitnah itu!” bukankah ini berarti 
pengakuan? Lebihburuk lagi, pasca 4 November, Demokrat menjadi satu-satunya 
partai yang palingberisik setelah Presiden Jokowi menyebut demonstrasi tersebut 
ditunggangiaktor-aktor politik. Sehingga kemudian terjadi kerusuhan dan 
penjarahan,skenario mengulangi rusuh 98. Sampai di sini, jadi ketahuan kan 
siapa yangkentut? Haha Soaldokumen tersebut sempat saya bahas juga di: 
https://seword.com/politik/dokumen-rahasia-keterlibatan-cikeas-dalam-upaya-lengserkan-jokowi/
 Entah siapa yang menyebarkan, sekarang dokumen yang ada ditangan saya itu 
sudah banyak beredar luas di dunia maya. Dalam dokumen tersebuttentu sudah 
disebutkan nama-nama secara gamblang, tanpa inisial ataupunsebutan. Simbol 
Politik Presiden Jokowi memang kerap memberikan simbo-simbol politikuntuk 
menjawab isu-isu terkini. Saat kasus Freeport Papa Minta Saham, di DPRada 
sidang MKD, di Istana Presiden mengundang pelawak nasional untuk makanmalam. 
Pada saat yang bersamaan. SBY ceriwis soal pemerintah dan blusukan keseluruh 
Jawa, Jokowi hanya cukup datang ke Hambalang. Lalu sekarang, FPI dan SBY tidak 
ditanggapi, padahal Prabowo danPBNU didatangi. NU, Muhammadiyah, MUI bahkan 17 
ormas Islam lainnya jugadiundang ke Istana. Semuanya adalah simbol politik yang 
menyebutkan bahwa FPIbukan bagian dari ormas Islam di Indonesia. Sementara SBY 
merupakan tokohpolitik yang tidak mendukung pemerintahan Jokowi. Dan yang 
terpenting dalamkesimpulan saya adalah, keduanya adalah biang kerok kerusuhan 
dan menghambatkemajuan bangsa Indonesia. Apalagi kemarin Presiden mendatangi 
markas Kopassus. Ini adalah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan 
sebagaipanglima tertinggi lewat Pangab, lewat Panglima TNI untuk 
keperluankhusus,” kata Jokowi. “Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam 
keadaanemergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan,” katanya lagi. 
Orang bisa berpikir ini kebetulan, sekebetulan Jokowi yangdatang ke Hambalang 
saat SBY berisik atau sekebetulan FPI yang tak diundang keIstana. Tapi bagi 
saya ini simbol politik yang sangat kuat, Presiden Jokowiseolah ingin menjawab 
upaya makar yang dilakukan oleh Fahri Hamzah beberapahari lalu. Fahri sempat 
menyebut bahwa massa boleh masuk ke DPR dan menginapsebab saat itu adalah 
kondisi darurat, tak perlu surat dan sebagainya. SekarangPresiden sudah 
menjawab dengan kata kunci yang sama “darurat.” Melawan FPI dan SBY Sebelum 
menulis ini, sempat saya hubungi informan seword terkaitsikap Presiden. Saya 
titip pertanyaan apakah Presiden mau mendatangi ataumengundang SBY dan FPI. 
Entah sudah ditanyakan apa belum, namun informan sewordmenyebut kemungkinannya 
hanya 1%. Nyaris tidak mungkin. Jika memang terus begini, maka berarti semua 
ini adalah simbolperlawanan. Yang pada intinya, kemungkinan Rizieq, Munarman 
dan FPI akanmendapat balasan sikap. Rizieq kemungkinan akan diproses hukum 
terkait upayamakar dan cemoohnya. Munarman mungkin juga diproses terkait caci 
makinya.Sementara SBY akan mendapat apa yang seharusnya dia dapatkan sejak 
beberapatahun yang lalu. Ibas yang berkali-kali disebut terlibat korupsi, 
mungkin sudahwaktunya diproses. 34 proyek mangkrak diusut, bisa saja pada 
akhirnya sampaipada orang-orang SBY. Sementara SBY sendiri bisa dipermasalahkan 
karena telahmenghilangkan dokumen TPF pembunuhan Munir. Saya pikir itu sikap 
keras yang sedang ditunjukkan oleh PresidenJokowi. Sangat keras. Kalau ibarat 
orang mau perang, lawannya sedang koar-koar,Jokowi diam saja sambil mengasah 
pedang. Tak banyak bicara, tak ada nadatinggi. Tapi setelah pedangnya selesai 
diasah, mereka yang koar-koar tak akanbisa berdiri lagi. Begitulah kura-kura.   
#yiv6056307524 #yiv6056307524 -- #yiv6056307524ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-mkp #yiv6056307524hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-mkp #yiv6056307524ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-mkp .yiv6056307524ad 
{padding:0 0;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-mkp .yiv6056307524ad p 
{margin:0;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-mkp .yiv6056307524ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-sponsor 
#yiv6056307524ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-sponsor #yiv6056307524ygrp-lc #yiv6056307524hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-sponsor #yiv6056307524ygrp-lc .yiv6056307524ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6056307524 #yiv6056307524actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6056307524
 #yiv6056307524activity span {font-weight:700;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv6056307524 #yiv6056307524activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6056307524 #yiv6056307524activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv6056307524 #yiv6056307524activity span 
.yiv6056307524underline {text-decoration:underline;}#yiv6056307524 
.yiv6056307524attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv6056307524 .yiv6056307524attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv6056307524 .yiv6056307524attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6056307524 .yiv6056307524attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6056307524 .yiv6056307524attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv6056307524 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv6056307524 .yiv6056307524bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6056307524 
.yiv6056307524bold a {text-decoration:none;}#yiv6056307524 dd.yiv6056307524last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6056307524 dd.yiv6056307524last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6056307524 
dd.yiv6056307524last p span.yiv6056307524yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv6056307524 div.yiv6056307524attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv6056307524 div.yiv6056307524attach-table 
{width:400px;}#yiv6056307524 div.yiv6056307524file-title a, #yiv6056307524 
div.yiv6056307524file-title a:active, #yiv6056307524 
div.yiv6056307524file-title a:hover, #yiv6056307524 div.yiv6056307524file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6056307524 div.yiv6056307524photo-title a, 
#yiv6056307524 div.yiv6056307524photo-title a:active, #yiv6056307524 
div.yiv6056307524photo-title a:hover, #yiv6056307524 
div.yiv6056307524photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6056307524 
div#yiv6056307524ygrp-mlmsg #yiv6056307524ygrp-msg p a 
span.yiv6056307524yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6056307524 
.yiv6056307524green {color:#628c2a;}#yiv6056307524 .yiv6056307524MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv6056307524 o {font-size:0;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524photos div {float:left;width:72px;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6056307524
 #yiv6056307524reco-category {font-size:77%;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524reco-desc {font-size:77%;}#yiv6056307524 .yiv6056307524replbq 
{margin:4px;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-mlmsg select, #yiv6056307524 input, #yiv6056307524 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-mlmsg pre, #yiv6056307524 code {font:115% 
monospace;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-mlmsg #yiv6056307524logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-msg 
p#yiv6056307524attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-reco #yiv6056307524reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-sponsor 
#yiv6056307524ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-sponsor #yiv6056307524ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-sponsor #yiv6056307524ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv6056307524 #yiv6056307524ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6056307524 
#yiv6056307524ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv6056307524 

   

Kirim email ke