Di Publish Pada Tanggal : Senin, 14 November 2016 10:45 WIB
Awalnya Pendukung, Sekarang Anti-Ahok



Jakarta, HanTer—"Kita Semua Bersaudara!!! Penistaan Agama Bukan Saudara Kita 
(Ahok). Warga Pondok Pinang (Tolak Ahok)".  Inilah isi spanduk yang  
dibentangkan di perempatan Jalan Pondok Pinang Raya.Warga di Kelurahan Pondok 
Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,  ini awalnya menjadi pendukung berat 
mantan Bupati Belitung itu, kini berbalik menyerang dan menjadi anti 
ahok."Awalnya kami mendukung Pak Ahok, tapi ternyata (Ahok) menyinggung prinsip 
dasar bermanusia," kata Nanang, Ketua RT 01/RW 02, Kelurahan Pondok Pinang, 
hari ini, 13 November 2016 seperti dilansir sejumlah media, termasuk 
Tempo.co.Nanang menyatakan kecewa dengan pernyataan Ahok yang dinilai 
menistakan agama Islam. Apalagi, hampir 100 persen warga Pondok Pinang beragama 
Islam. Mereka pun membentangkan spanduk penolakan terhadap Ahok.Penolakan 
terhadap Ahok juga meluas di sejumlah wilayah di Jakarta. Termasuk di kawasan 
Kebon Sirih, warga juga membentangkan spanduk tolak Ahok dan sejumlah titik di 
Ancol, Jakarta Utara. Beberapa kali, Ahok juga ditolak kehadirannya di lokasi 
kunjungan. Nanang menerangkan, sebagian warga sudah kehilangan empati terhadap 
Ahok. Pada 4 November 2016, warga Pondok Pinang ikut demonstrasi di Istana 
Negara. Rencananya pada 25 November mendatang mereka juga akan ikut demo 
lanjutan menuntut agar Ahok dijebloskan ke penjara.
Menurut Nanang, dulu warga sangat mendukung Ahok, sebelum pria asal Belitung 
itu memberi pernyataan tentang Surat Al-Maidah 51. Menurut dia, warga terkesan 
dengan program kerja Ahok, termasuk perhatian Ahok terhadap masyarakat.  "Warga 
menerima BPJS, KJP, dan ngurus KTP di kelurahan tanpa pungli," ujar dia. 
Sayangnya, dia melanjutkan, kinerja positif itu sirna di mata warga karena 
pernyataan Ahok.Seperti diketahui, penolakan demi penolakan di masa kampanye 
kerap ditemui oleh ‎paslon bernomor urut 2 ini. Penghadangan oleh sekelompok 
warga kian ditemui oleh Ahok maupun Djarot, saat sedang berkampanye di beberapa 
wilayah di Jakarta.Salah satu Juru Bicara (Jubir) Tim Sukses Ahok-Djarot, 
Bestari Barus, mengemukakan, terkait insiden penghadangan dan penolakan yang 
dilakukan beberapa warga, ia mengungkapkan tim hukum paslon Ahok-Djarot sudah 
melaporkan hal itu.‎  Dengan tegas ia menyatakan, pihak KPU dan Bawaslu 
terkesan kurang serius dalam menyikapi hal-hal yang berkembang saat ini. "Ini 
dapat menyebabkan adanya cacat demokrasi di DKI Jakarta," terang dia.Tarik 
DukunganTerpisah, Sekretaris Jenderal DPP PPP kubu Djan Faridz, Achmad Dimyati 
Natakusumah mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi dukungan terhadap calon 
Gubernur DKI Basuki Tjahja Poernama (Ahok).
Dimyati menjelaskan, pihaknya melakukan evaluasi dukungan terhadap Ahok dengan 
alasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan mantan bupati Belitung Timur 
itu."Kami akan kaji dan evaluasi lagi dukungan kepada Ahok dengan alasan 
masukan dari konstituen dan alim ulama," ujar Dimyati di Jakarta, Minggu 
(13/11/2016).
(Sammy)



Kirim email ke