Kutipan : Para ulama memberikan sejumlah saran dan masukan kepada Presiden <http://nasional.kompas.com/tag/Jokowi> Joko Widodo seputar kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur nonaktif DKI Jakarta <http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> Basuki Tjahaja Purnama.
Saran dan masukan itu disampaikan langsung kepada Presiden saat para ulama diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/11/2016) sore. Salah satu saran yang diberikan adalah agar proses hukum terhadap Ahok harus berjalan secara cepat dan obyektif. Ini supaya demo tidak terulang lagi nanti tanggal 25 November. Yang di medsos sudah sangat ramai itu. Proses hukum terhadap <http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> Basuki Tjahaja Purnama harus adil dan dipercepat," kata Ahmad Ruhiyat, pimpinan Pondok Pesantren At Tarbiyah, Karawang, seusai pertemuan (kutipan selesai). REFLEKSI : Menurut pengamatan saya kutipan diatas adalah merupakan ancam terhadap NKRI : Dengan cara mendesak Jokowi agar supaya Akok dipenjara. Kalau tidak maka pada tanggal 25 Novembrat akan melakukan demo yang lebih besar lagi. Jelas ini adalah ancaman , yang datangnya dari kelompaok islam garis keras tarhadap kehidupan NKRI, dengan alasan yang dicari-cari, yang nengatakan bahwa Ahok telah menghina agama Islam, sebagai pintiu masuk untuk mengobrak-abrik NKRI. Kesimpulan: Negara jangan sampai tunduk pada paksasaan (ancaman) yang dilakukan oleh kelompok islam radikal, seperti MUI, FPI , FUI. Jika Negara sampai mengalah,maka akan terjadilah dampak sistemik yang terus akan berkelanjutan, segingga kehidupan NKRI akan terus terganggu, dan mengarah pada kehancurannya. Roeslan. --------------------------------------------------------------- Kamis, 10 November 2016 | 16:31 WIB * * * * * 4236 Shares http://assets.kompas.com/data/photo/2016/11/10/140726020161110-134021780x390 .JPGIhsanuddin Presiden Jokowi mengundang para kiai dan ulama di wilayah Banten dan Jawa Barat ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/11/2016). Terkait * Din <http://nasional.kompas.com/read/2016/11/09/19494731/din.syamsuddin.apresias i.konsolidasi.jokowi.ke.ormas.islam> Syamsuddin Apresiasi Konsolidasi Jokowi ke Ormas Islam * Kepada <http://nasional.kompas.com/read/2016/11/09/19593971/kepada.jokowi.pimpinan. ormas.islam.janji.tenangkan.umat> Jokowi, Pimpinan Ormas Islam Janji Tenangkan Umat * Bertemu <http://nasional.kompas.com/read/2016/11/09/19592691/bertemu.jokowi.ormas.is lam.sebut.negara.gaduh.hanya.karena.ahok> Jokowi, Ormas Islam Sebut Negara Gaduh Hanya karena Ahok * Lanjutkan <http://nasional.kompas.com/read/2016/11/10/13372451/lanjutkan.konsolidasi.j okowi.undang.ulama.banten.dan.jabar.ke.istana> Konsolidasi, Jokowi Undang Ulama Banten dan Jabar ke Istana * Jokowi <http://nasional.kompas.com/read/2016/11/10/14163711/jokowi.lesehan.bareng.p ara.ulama.banten.dan.jabar.di.istana> Lesehan Bareng Para Ulama Banten dan Jabar di Istana * Jokowi: <http://nasional.kompas.com/read/2016/11/10/15081461/jokowi.indonesia.berdir i.atas.perjuangan.ulama> Indonesia Berdiri atas Perjuangan Ulama JAKARTA, KOMPAS.com - Para ulama memberikan sejumlah saran dan masukan kepada Presiden <http://nasional.kompas.com/tag/Jokowi> Joko Widodo seputar kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur nonaktif DKI Jakarta <http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> Basuki Tjahaja Purnama. Saran dan masukan itu disampaikan langsung kepada Presiden saat para ulama diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/11/2016) sore. Salah satu saran yang diberikan adalah agar proses hukum terhadap Ahok harus berjalan secara cepat dan obyektif. "Ini supaya demo tidak terulang lagi nanti tanggal 25 November. Yang di medsos sudah sangat ramai itu. Proses hukum terhadap <http://nasional.kompas.com/tag/Basuki%20Tjahaja%20Purnama> Basuki Tjahaja Purnama harus adil dan dipercepat," kata Ahmad Ruhiyat, pimpinan Pondok Pesantren At Tarbiyah, Karawang, seusai pertemuan. Ruhiyat mengatakan, para ulama menyadari proses hukum saat ini sepenuhnya ada di tangan kepolisian. Namun, Presiden juga mempunyai peranan penting agar penegakan hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya. "Salah satunya agar Presiden tetap bersikap netral dalam kasus dugaaan penistaan agama ini. Kami meminta Presiden beri instruksi yang ekstra ke kepolisian agar bisa bekerja secara profesional, tidak pandang bulu," ujar dia. Hal serupa disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Serang, Sidrajat Ardani. Menurut Sidrajat, para ulama menuntut janji yang disampaikan Kapolri agar kasus Ahok selesai dalam dua pekan setelah demonstrasi yang berlangsung pada Jumat (4/11/2016) pekan lalu. "Kami sampaikan secara tegas, apabila tanggal 25 atau dalam dua minggu tidak diproses secara tegas, ini yang dikhawatirkan gejolak masyarakat akan kembali. Kami meminta agar gerak cepat supaya sebelum tanggal 25 harus selesai," ucap Sidrajat. Ada sekitar 40 ulama yang diundang ke Istana. Mereka adalah pimpinan pondok pesantren di wilayah Banten dan Jawa Barat. Jokowi bersama ulama berdialog sambil duduk lesehan di salah satu ruangan di Istana Negara. Mendampingi Jokowi di antaranya ada Menteri Agama <http://nasional.kompas.com/tag/Lukman%20Hakim%20Saifuddin> Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara <http://nasional.kompas.com/tag/Pratikno> Pratikno, dan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi <http://nasional.kompas.com/tag/Johan%20Budi> Johan Budi. Pertemuan digelar secara tertutup selama sekitar dua jam. (Baca: Jokowi Lesehan Bareng Para Ulama Banten dan Jabar di Istana <http://nasional.kompas.com/read/xml/2016/11/10/14163711/jokowi.lesehan.bare ng.para.ulama.banten.dan.jabar.di.istana> ) Jokowi belakangan ini memang sibuk melakukan konsolidasi pasca-demo besar-besaran di sekitar Istana, Jumat (4/11/2016) pekan lalu. Saat itu, massa berkumpul untuk menuntut proses hukum terhadap Ahok yang dianggap melakukan penistaan agama. Sebelumnya, Jokowi juga sudah bertandang ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jokowi juga menghadiri Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Selain itu, Kepala Negara juga mengundang 17 pimpinan organisasi massa Islam ke Istana. Dalam setiap pertemuan, Jokowi berterima kasih kepada para tokoh agama yang telah berkontribusi menyejukkan suasana. (Baca: Jokowi Ucapkan Terima Kasih kepada Ormas Islam karena Telah <http://nasional.kompas.com/read/xml/2016/11/09/17535111/jokowi.ucapkan.teri ma.kasih.kepada.ormas.islam.karena.telah.sejukkan.suasana> Sejukkan Suasana) Presiden juga menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap kinerja kepolisian dalam mengusut kasus Ahok.
